takut menikah, alasan takut menikah
10 Alasan Mengapa Orang Takut MenikahTelah terjadi peningkatan cukup signifikan jumlah orang yang memilih untuk tidak menikah. Ini merupakan masalah yang perlu diberikan perhatian, dan seseorang harus mengambil waktu untuk menganalisis sendiri mengapa mereka takut menikah. Memang, memutuskan menikah atau tidak semuanya kembali kepada pribadi masing-masing. Namun, keraguan seperti itu tidak seharusnya membuat Anda kehilangan keyakinan untuk melangkah ke jenjang perkawinan. Artikel berikut menuliskan beberapa beban ketakutan yang mungkin saja Anda miliki sebelum Anda berpikir untuk menikah.

1. Belum puas bersenang-senang
Lingkungan juga ikut memberi pengaruh besar dalam keputusan seseorang untuk menikah. Ketika Anda dikelilingi teman-teman yang betah membujang dan mereka menikmati kebebasan hidupnya, maka Anda dapat merasakan hal yang sama. Sehingga, pernikahan tidak lagi penting bagi Anda.

2. Takut pernikahan mengalami kehancuran
Salah satu ketakutan yang paling jelas ketika ditanya soal pernikahan adalah, perceraian. Orang merasa ngeri membayangkan perceraian dan semua emosi trauma, legalitas, dan rumitnya masalah-masalah yang ditinggalkan. Mereka merasa tidak yakin jika semua hal akan bekerja dengan baik di masa depan.

3. Takut masalah perselingkuhan
Alasan utama lain mengapa orang memutuskan tidak menikah adalah, karena mereka benar-benar tidak percaya pada diri sendiri atau pasangan mereka. Mereka merasa takut jika dihadapkan pada masalah perselingkuhan. Karena mereka tidak dapat menjamin kesetiaan satu sama lain tentang masa depan, mereka merasa cara yang terbaik adalah untuk tidak menikah. Namun, rasa takut itu merupakan indikasi bahwa pondasi hubungan Anda saat ini tidak cukup kuat.

4. Trauma pengalaman orang tua
Jika orang tua Anda mengalami perceraian, maka trauma ini bisa membuat Anda berpikir dua kali sebelum Anda mengambil risiko. Anda merasa terlalu takut untuk mengulangi kesalahan yang sama seperti orang tua Anda. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa anak-anak dari keluarga broken home memilih untuk tidak menikah.

5. Takut terbebani tanggung jawab
Banyak orang tidak mau menerima perubahan dan repot-repot mengambil semua tanggung jawab setelah mereka menikah. Ketika pernikahan dipandang sebagai tanggung jawab berat, mereka tidak siap dalam menjalaninya.

6. Takut terkekang
Ada kekhawatiran yang berkembang dalam diri seseorang jika sudah menikah, yaitu takut kehilangan kebebasan diri. Mereka merasa khawatir bahwa mereka tidak akan lagi dapat menikmati dunianya dan harus menyesuaikan dengan dunia pasangannya. Mereka merasa takut kehilangan kebebasan dan haknya setelah mereka menikah.

7. Takut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup
Jika seseorang merasa belum stabil secara finansial maka memikirkan soal pernikahan adalah hal yang menakutkan. Seseorang merasa takut membina rumah tangga karena dia terus melihat kebutuhan dan biaya hidup semakin meningkat, sehingga merasa bimbang apakah nanti bisa mempertahankan sebuah keluarga dengan penghasilan yang belum pasti.

8. Tidak percaya ketulusan cinta
Ada beberapa orang yang tidak bisa mempercayai lawan jenisnya. Menurut mereka, seseorang cenderung mencari sesuatu yang serba lebih. Misalnya, sosok yang lebih kaya, lebih tampan/cantik, dan lebih pintar. Orang-orang seperti ini paham bahwa komitmen berarti menetapkan hati pada satu orang saja. Tetapi mereka khawatir jika pasangannya meninggalkan mereka demi mengejar cinta yang lain.



9. Takut terjadi tindak kekerasan setelah menikah
Kita sering mendengar orang-orang mengatakan, bahwa sifat asli seseorang mulai muncul setelah mereka menikah. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa ada orang yang memilih untuk tidak menikah hanya karena takut melihat teman atau keluarganya yang mengalami KDRT. Mereka terlalu takut salah satu dari mereka berubah perangainya menjadi buruk hingga menyiksa pasangannya.

10. Takut saling merasa bosan
Salah satu ketakutan paling umum ketika memikirkan tentang pernikahan adalah perasaan takut bosan. Berkomitmen seumur hidup menghabiskan waktu hanya dengan satu orang bisa menjadi hal yang sangat sulit dijalankan. Karena Anda tidak bisa memprediksi masa depan, Anda tidak akan pernah bisa tahu secara pasti apakah Anda masih tetap mampu mencintai pasangan Anda 10 tahun ke depan.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."