kartu kredit, tips bagi pemilik kartu kredit
3 Tips Bagi Orang Tua Jika Anak Memiliki Kartu KreditDi Indonesia, usia minimum untuk memiliki kartu kredit sendiri adalah 21 tahun atau 17 tahun bagi yang sudah menikah. Menurut sebagian remaja, masa remaja adalah masa yang indah. karena diberikan kekuasaan oleh orang tuanya untuk memegang kartu kredit. Bahkan  ada orang tua yang memberikan lebih dari satu macam kartu kredit kepada anak remajanya. Apakah tindakan orang tua memberikan kartu kredit kepada anaknya yang masih remaja merupakan tindakan yang tepat?  Satu hal yang harus diingat, jangan jadikan alasan bahwa  anak remaja sama sekali tidak boleh memegang kartu kredit. Yang terpenting adalah, apa yang menjadi alasan orang tua memberikan kartu kredit dan bagaimana tindakan preventif orang tua untuk mengendalikan penggunaan kartu kredit oleh anak remajanya.

Jika memang orang tua merasa anak remajanya dapat diberikan kepercayaan untuk menggunakan kartu kredit, maka langkah berikutnya adalah membuat berbagai tindakan preventif yang dapat mencegah sang anak remaja kebablasan menggunakan kartu kredit tersebut. Sebaik apapun watak remaja tersebut, masa remaja tetap merupakan suatu masa di mana anak masih cukup labil dan mudah terbawa godaan lingkungan pergaulan untuk menjadi remaja boros. Berikut tiga cara yang dapat dilakukan orang tua kepada anak remaja yang memiliki kartu kredit.

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan dasar  mengenai kartu kredit. Meskipun masih remaja, mereka tentu sudah cukup mampu untuk memahami dasar fitur kartu kredit seperti penundaan pembayaran, pemanfaatan diskon,  atau penggunaan kartu kredit sebagai alat bantu transaksi pembayaran cashless.

Orang tua juga dapat menunjukkan contoh lembar tagihan penggunaan kartu kredit. Lalu anak perlu mengetahui konsekuensi penggunaan kartu kredit yang berlebihan akan membuat tagihan kartu kredit membengkak dan dapat melukai kondisi keuangan keluarga. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kemampuan si anak menggunakan kartu kreditnya untuk membeli barang atau jasa.

Cara kedua adalah memberikan kartu kredit berlimit terendah yang orang tua miliki. Normalnya, anak remaja belum memerlukan kartu kredit dengan limit tinggi karena biasanya hanya digunakan untuk keperluan sekolah, kampus, dan makan.



Jika orang tua memberikan kartu kredit dengan limit rendah, maka hal ini juga bisa dipandang sebagai masa percobaan si anak diberikan kepercayaan untuk memegang kartu kredit. Orang tua juga dapat mengukur besar keperluan sehari-hari si anak tanpa terlalu khawatir jika pengeluarannya akan boros. Dengan demikian, orang tua bisa memasukkan komponen pengeluaran anak dalam budget rumah tangga.

Cara terakhir adalah membuat kesepakatan tertulis hitam di atas putih. Sepakati bersama konsekuensi penggunaan kartu kredit yang melewati batas, seperti uang saku yang dipotong atau kartu kredit akan langsung ditarik oleh orang tua dan anak tidak dapat memiliki kartu kredit lagi. Selain ‘hukuman’, orang tua juga dapat menyepakati ‘hadiah’ jika si anak dapat mengatur penggunaan kartu kreditnya dengan baik. Sebagai contoh, anak akan diberi kepercayaan memegang kartu kredit dengan limit lebih tinggi jika memang dalam enam bulan pertama pengeluaran sang anak tidak pernah overlimit dan hanya digunakan untuk transaksi yang sesuai kebutuhannya saja.



Kartu kredit untuk anak remaja bukanlah hal yang dilarang atau terkesan hanya dilakukan oleh orang tua dari kalangan sosialita saja. Orang tua dari kalangan biasa juga tidak salah melakukannya asalkan bisa diatur dengan sebaik-baiknya.  Jika kamu belum memiliki kartu kredit, Halomoney.co.id dapat membantu kamu menemukan dan membandingkan berbagai macam kartu kredit yang cocok untuk kebutuhanmu saat ini.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."