Bagikan :

membenci diri sendiri, cara berhenti membenci diri

5 Cara Agar Berhenti Membenci Diri SendiriTidak mengherankan bahwa kita kadangkala lebih sulit memaafkan diri kita daripada orang lain. Membenci diri sendiri membuat seseorang tidak dapat menerima keadaan dirinya dan ingin menjadi seperti orang lain sehingga lama kelamaan sulit menemukan diri sendiri. Padahal bisa menjadi diri sendiri itu merupakan bagian dari kebahagiaan hidup. Darimana seseorang mendapatkan perasaan itu? Bagaimana self-hatred dapat mempengaruhi kehidupan seseorang? dan bagaimana seseorang dapat membebaskan diri dari sikap negatif atas kritik-kritik yang ada dalam dirinya?Temukan jawabannya dalam artikel berikut.

Mengapa seseorang bisa membenci dirinya sendiri? Sudut pandang saya terkait dengan sesuatu yang berasal dari diri seseorang karena membenci maupun mencintai diri sendiri merupakan aktivitas batin yang sifatnya sangat internal, subjektif. Individu melihat diri mereka sendiri sebagai seseorang yang berbeda dari orang sekitar namun tidak dalam cara yang positif maupun merasa istimewa, melainkan dalam perasaan yang negatif.

Sebagian besar faktor pemicu mengapa kita membenci diri kita sendiri, karena kita terlalu sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Memang wajar membandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita, dan tentu harus dengan cara yang positif.

Kadang-kadang saat kita membandingkan diri kita dengan orang lain, hal itu dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih keras demi mencapai tujuan. Sayangnya, sekeras apapun kita bekerja mencapai tujuan pasti akan selalu ada orang lain yang lebih baik dari kita. Nah, kita perlu menjadi lebih sadar apa yang terjadi di sekitar kita dan bagaimana mengambil keputusan individu berdampak pada bagaimana kita merasa.

5 Cara agar Berhenti Membenci Diri Sendiri

1. Ubahlah cara pandang Anda
Lupakan tentang kesempurnaan. Kebencian pada diri sendiri adalah akibat dari persepsi yang menyimpang dan negatif terhadap diri sendiri berdasarkan khayalan, penyangkalan, dan delusi. Agar dapat kembali ke kehidupan nyata, Anda harus belajar jujur pada diri sendiri dan memegang kendali atas hidup Anda. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Anda hanya akan terkurung dalam jeratan kebencian kepada diri sendiri selama Anda terus berpegang pada standar kesempurnaan. Jika Anda ingin berhenti membenci diri sendiri, segera tinggalkan cara berpikir seperti ini.

Jangan lagi membandingkan diri Anda dengan orang-orang yang muncul di media massa atau iklan televisi. Hidup ini tidak berlangsung seperti adegan 30 menit itu, juga bukan seperti gambar yang ditampilkan melalui polesan ulang menggunakan program Photoshop. Ingin jalan pintas? Matikan sejenak televisi dan hindari jejaring media sosial agar Anda dapat lebih sering berinteraksi langsung dengan orang lain.

2. Kenali pemicunya
Cara terbaik untuk menghentikan perilaku tidak menyukai sesuatu pada diri kita sendiri adalah dengan cara menelusuri apa pemicunya. Kebencian ini terbentuk dalam situasi tertentu, ada yang tumbuh karena trauma pada masa kanak-kanak atau awal masa dewasa. Tetapi tidak hanya ingatan ini saja yang menjadi pemicunya. Orang-orang, situasi, atau perilaku tertentu dapat membuat Anda terseret begitu saja ke dalam cara berpikir negatif, bahkan membuatnya makin parah. Pelajari cara untuk mengenali pikiran atau situasi seperti apa yang menimbulkan respons ini agar Anda dapat menghadapinya jika kondisi tersebut muncul.



Pada saat Anda menyadari adanya kebencian pada diri sendiri, hentikan kebiasaan ini dengan mengucapkan kata-kata “Aku tidak mau terbawa.” Hentikan dan kendalikan, lalu amati apa yang sedang terjadi di sekeliling Anda? Apa yang sedang Anda respons? Catatlah apa saja yang ada di dalam pikiran Anda.

3. Jadilah pengasih
Jika Anda sedang berusaha mengatasi kebencian pada diri sendiri, cobalah memikirkan nasib orang lain yang kurang beruntung, dan ingatkan diri sendiri betapa beruntungnya Anda. Menjadi relawan dapat menjadi cara yang baik untuk membangun rasa berempati sambil beramal. Tidaklah sulit untuk merasa berharga dan dihargai setelah berkontribusi dengan cara yang positif bagi orang lain.

4. Jadilah optimis
Para psikolog sering kali menjelaskan tentang apa yang disebut dengan “lokus kendali,” yang terletak di dalam diri (lokus kendali internal) atau di luar (lokus kendali eksternal). Orang-orang dengan lokus kendali internal melihat dirinya sendiri sebagai penentu apakah mereka akan berhasil atau tidak. Sementara orang-orang dengan lokus kendali eksternal melihat hal ini ke luar dirinya. Anda tidak dapat mengubah cara orang lain memandang Anda, dan itu akan membuang banyak waktu. Sebaliknya, fokuskan usaha Anda untuk memindahkan lokus kendali Anda ke dalam diri sendiri. Anda tidak perlu bertanggung jawab atas orang lain, Anda hanya harus bertanggung jawab atas diri sendiri.

Optimisme bukan hanya tentang bagaimana Anda bereaksi terhadap peristiwa buruk, tapi bagaimana Anda melihat peristiwa masa depan akan terungkap. Orang optimis percaya di dalam jiwa mereka bahwa mereka akan mencapai apa yang mereka yakini untuk dilakukan. Memiliki keyakinan kuat akan membantu kita keluar dari pikiran negatif dan menjadi tempat dimana kita menghormati diri kita sendiri.

5. Jadilah bersyukur
Sulit untuk membenci ketika kita dalam keadaan bersyukur. Kedua kondisi pikiran tidak bisa hidup berdampingan. Sebuah cara yang sangat sederhana untuk berhenti membenci diri sendiri adalah melihat diri di cermin dan temukan sesuatu untuk disyukuri. Berusahalah setiap hari mengungkapkan rasa syukur untuk sesuatu yang telah Anda lakukan, beberapa sifat karakter yang Anda miliki, atau beberapa bentuk fisik yang Anda sukai.

Sering kali, kebencian kepada diri sendiri muncul pada saat tindakan kita tidak sesuai dengan nilai-nilai kita sendiri. Mulai sekarang berhentilah peduli pada apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, berbanggalah menjadi diri sendiri, dan cintailah diri sendiri seperti Anda mencintai orang lain.

Berikut saya sertakan audio terapi kebahagiaan. Frekuensi 528 Hz ini khusus dibuat untuk menciptakan vibrasi kebahagiaan, mendatangkan rasa kebercukupan, keberlimpahan, dan bersyukur apapun kondisi Anda. Sehingga akan lebih mudah menjalani hari-hari Anda penuh semangat dan keceriaan. Sangat cocok jika diputar saat bersantai sebagai audio terapi ketika mood Anda sedang tidak berbahagia atau dilanda kebosanan.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."