Bagikan :

pubertas, masalah pubertas, masa puber, cara menjelaskan masalah pubertas
5 Cara Menjelaskan Kepada Anak Masalah Pubertas“Bagaimana caranya harus menjelaskan kepada anak saya tentang pubertas ya?”. Itu adalah pertanyaan yang hampir dihadapi semua orang tua di beberapa titik waktu dalam hidup mereka, apalagi saat anak-anak mulai beranjak dewasa. Tidak banyak orang tua yang lebih ‘berani’ di dunia ini untuk berbicara langsung dengan anak-anak mereka tentang isu sensitif ini. Bekali diri Anda dengan 5 tips pengetahuan dibawah ini tentang bagaimana dan apa yang seharusnya dibicarakan dengan anak Anda tentang pubertas.

1. Mendidik diri sendiri
Pengetahuan adalah modal utama Anda ketika Anda bermaksud menginformasikan anak Anda tentang pubertas. Carilah pengetahuan sebanyak-banyaknya, mendidik diri Anda terlebih dahulu dan pastikan Anda memberikan pengetahuan yang benar kepada anak Anda. Ini membantu diri Anda mengantisipasi dalam menghadapi situasi ketika Anda bingung dan tidak punya jawaban untuk pertanyaan yang diajukan oleh anak Anda.

2. Tahu kapan waktu tepat untuk berbicara
Jika Anda ingin memulai berbicara dengan anak Anda tentang pubertas, ketahui waktu yang baik. Anda harus berbicara pada usia yang tepat, jika tidak, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menjelaskannya. Anak-anak cenderung tidak berani berterus terang ketika mendapatkan menstruasi pertama pada anak perempuan, dan mimpi basah pada anak laki-laki. Jangan biarkan mereka bertanya kepada teman-temannya. Untuk anak perempuan, banyak ahli menyarankan bahwa usia yang tepat adalah antara 9 sampai 12 tahun, sedangkan untuk anak laki-laki adalah antara 10 sampai 13 tahun. Tergantung pada situasi dan keadaan individu, cobalah amati pengalaman anak Anda dengan pubertas dan mulailah berbicara ketika waktunya tepat.





3. Ajak ngobrol langsung tentang perubahan bentuk tubuh
Orangtua yang baik adalah mereka yang berani berterus-terang menjelaskan semua fakta secara lugas dan jelas ketika berbicara tentang masalah perubahan fisik, terutama jika Anda memiliki remaja putri. Pastikan Anda berbicara tentang perubahan dalam ukuran payudara, siklus menstruasi, atau mimpi basah pada remaja putra ketika Anda berbicara dengan anak Anda tentang pubertas.

4. Tanyakan pertanyaan anak Anda
Sebelum Anda mulai berbicara tentang pubertas dan memberikan nasihat kepada anak Anda, mintalah dia ‘mengaku’ dengan jujur jika dia telah punya pengalaman, perasaan, atau hasrat seksual terlebih dahulu. Penjelasan anak Anda akan membekali diri Anda pengetahuan sebagai acuan pada apa yang harus dan tidak harus dibicarakan tentang masalah pubertas. Beritahu anak Anda agar mau berterus-terang dan jujur ketika Anda berbicara kepadanya tentang pubertas.

5. Terlibat dalam komunikasi terus-menerus
Kunci untuk belajar bagaimana dan apa yang harus dibicarakan dengan anak Anda tentang pubertas terletak dalam memiliki komunikasi yang berkala dan intens dengan putra/putri Anda. Pastikan bahwa Anda mampu mengembangkan pola pengasuhan untuk menindaklanjuti pembicaraan pertama, kemudian kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Cara ini diperlukan untuk memantau perkembangan anak-anak Anda. Mintalah anak Anda untuk berani bertanya lebih lanjut jika diperlukan. Dampingi terus pertumbuhan mereka.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."