Bagikan :

jenis penyakit jantung, jenis penyakit jantung dan gejalanya, macam macam penyakit jantung dan penyebabnya, bahaya penyakit jantung, kelainan pada jantung, gangguan pada jantung
5 Jenis Penyakit Jantung yang Paling Banyak TerjadiSampai saat ini, penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu. Sebelum kita semua menjadi korbannya, alangkah baiknya kita mengenali jenis-jenis penyakit jantung.

Penyakit jantung tidak mengenal usia, jenis kelamin, status sosial, maupun tingkat pendidikan. Siapapun bisa terkena tanpa kecuali, bahkan sekalipun mereka yang segar bugar dan rajin berolahraga. Karena itu, kita harus tahu perlunya mengenali jenis penyakit jantung dan penanganannya sejak dini. Sebenarnya ada banyak jenis penyakit jantung, tapi yang akan kita bahas disini 5 jenis penyakit jantung yang paling umum terjadi.

1. Jantung koroner
Terjadinya jantung koroner, karena aliran darah ke jantung terhambat lemak. Penimbunan lemak dalam pembuluh darah arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis. Selain mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Sehingga menyebabkan aliran darah ke jantung terblokir dan terjadi Infark Miokard (serangan jantung).

Biasanya, jenis penyakit ini ditandai dengan gejala klinis nyeri pada area dada yang khas. Seperti ditekan atau ditindih benda berat, terbakar, diremas, ditusuk, diiris, dan tercekik. Lokasinya berada di belakang tulang dada dan dada sebelah kiri, menjalar ke leher, rahang bawah, bahu, punggung, pergelangan sampai jari-jari, dan ulu hati. Biasanya disertai gejala penyerta sesak napas, keringat dingin, dan pucat.

2. Gagal jantung
Gagal jantung yaitu keadaan dimana jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Hal ini bukan berarti orang yang mengalami sakit ini jantungnya berhenti berdenyut. Kondisi itu menunjukkan kalau jantung tidak memeras sebagaimana mestinya. Gagal jantung tidak terjadi secara tiba-tiba, namun bertahap dan semakin memburuk seiring waktu. Biasanya ditandai gejala klinis utama, yaitu sesak napas, ngos-ngosan (terengah-engah), tubuh mudah lelah, terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki.

Perlu diketahui, gagal jantung juga disebabkan penyakit jantung koroner, riwayat serangan jantung sebelumnya, tekanan darah tinggi, diabetes, kelainan kondisi jantung sejak lahir, penyakit paru-paru, penyakit pada katup jantung, dan cardiomyopathy (jantung lemah). Pada sebagian besar kasus, gagal jantung merupakan kondisi seeumur hidup yang tidak dapat diobati. Oleh karena itu, jika kasusnya demikian, penanganan efektif yang terdiri dari kombinasi antara obat-obatan, peralatan penopang jantung, bahkan tindakan operasi perlu dilakukan. Gaya hidup sehat harus dijalankan bagi penderitanya.

3. Gangguan irama jantung
Gangguan irama jantung juga biasa dikenal dengan sebutan Aritmia, yaitu kondisi yang disebabkan sistem listrik jantung tidak berfungsi secara normal. Sehingga dapat menyebabkan sinyal listrik pada jantung tidak berdenyut pada urutan yang tepat. Dengan demikian, jantung berdetak lebih cepat atau sebaliknya lebih lambat. Seseorang yang menderita gangguan irama jantung, paling sering diamati akan menimbulkan kelelahan, sesak napas, pingsan, nyeri dada, dan jantung berdebar-debar. Pada prinsipnya, penanganan pertamanya adalah usahakan jangan panik. Semakin Anda panik, maka jantung akan berdetak semakin cepat.



Selain itu, penanganan awal penderita aritmia dianjurkan untuk mengatur napas, mengejan dengan cara batuk, dan merangsang agar muntah. Detak jantung orang normal sekitar 60-100 kali per menit. Tapi jika Anda atlet, denyut jantung berdetak lebih lambat. Karena sudah terlatih sehingga sekali denyut bisa mengalirkan darah lebih banyak dibandingkan mereka yang bukan atlet.

4. Penyakit jantung rematik
Penyakit jantung rematik juga bisa disebut Rheumatic Heart Disease dan disebabkan kerusakan permanenpada katup jantung, akibat adanya penyempitan atau kebocoran. Penyakit ini timbul karena demam rematik yang diakibatkan bakteri streptococcus. Jenis penyakit jantung ini ditandai dengan gejala klinis tergantung komplikasi yang terjadi. Dapat berupa keluhan seperti gagal jantung dan aritmia. Untuk itu, penanganan awalnya disesuaikan dengan keluhannya.

5. Penyakit jantung bawaan
Penyakit jantung bawaan juga dikenal dengan Congenital Heart Disease, biasanya jenis penyakit ini terjadi pada anak kecil dan disebut kelainan pada jantung. Menurut penelitian, 8-10 dari seribu kelahiran bisa terserang gangguan ini. Penyakit jantung ini biasanya terdeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Jenis penyakit jantung ini pada masing-masing penderitanya menunjukkan gejala klinis yang berbeda-beda sesuai usianya. Pada bayi yang baru lahir, gejala klinis penyakit jantung bawaan ditandai adanya gangguan pernapasan. Pada kondisi yang berat, dapat berakibat kematian.

Selain itu, tanda lainnya kondisi tubuh bayi tampak membiru meskipun tidak sesak napas dan aktif. Kendati demikian, kedua gejala klinis ini bisa nampak bersamaan. Sementara pada usia kanak-kanak, gejala klinis jantung bawaan ditunjukkan dengan berat badan anak naik secara tidak memuaskan, dengan kata lain pertumbuhannya terhambat. Disamping itu, gejala yang bisa dikenali meliputi mudah lelah, napas terengah-engah, dan banyak berkeringat. Anak yang mengalami penyakit jantung bawaan juga ditandai dengan kebiruan pada mulut, lidah, ujung-ujung jari, sering jongkok saat bermain, dan ujung jarinya membulat seperti pemukul genderang.

Sedangkan bila terjadi pada usia remaja ditandai dengan gejala klinis, misalnya pada remaja perempuan terlambat haid, payudara masih rata. Sedangkan pada remaja laki-laki yang seharusnya mengalami pertumbuhan dengan cepat menjadi tertunda. Selain itu, anak tampak kurus serta tidak kuat berlari jauh atau bermain lama seperti anak lainnya. Bila sampai usia remaja tidak ada tindakan koreksi dapat mengakibatkan Eisenmenger Syndrome, yaitu anak yang semula tidak sianosis (biru), mulai nampak menjadi kebiruan seperti penderita penyakit jantung bawaan jenis sianotik, dimana kondisi ini sangat berbahaya. Untuk itu, satu-satunya penanganan bagi penderita penyakit jantung bawaan sesegera mungkin harus dibawa ke fasilitas kesehatan, terutama bila kondisi jantungnya sudah dalam kondisi eisenmenger (biru).

Langkah penanganan
Setiap jenis penyakit jantung yang diidap seseorang mempunyai penanganan yang berbeda. Tapi prinsipnya apabila terjadi keluhan ke arah jantung segeralah ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Karena gejala antara satu jenis penyakit jantung dengan yang lainnya terkadang tumpang tindih. Dari berbagai penyakit jantung yang paling ditakutkan adalah jantung koroner. Dimana kemungkinan penderitanya bisa mengalami henti jantung. Apabila keluarga kita mempunyai sakit jantung, kita bisa melakukan pertolongan pijat jantung (BLS) sambil menghubungi ambulance dan sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."