Bagikan :


kebiasaan positif untuk anak, mengajarkan anak bersikap positif

5 Kebiasaan Positif yang Harus Diajarkan Kepada Anak-anak AndaMengajarkan kebiasaan positif kepada anak sebaiknya dilakukan sejak dini, karena jika anak sudah tumbuh remaja akan sedikit sulit untuk diarahkan dan diatur, sebab seiring pertumbuhan usia dia sudah memiliki pandangan dan keputusan sendiri. Dengan mengajarkan beberapa kebiasaan baik diatas, diharapkan kebiasaan tersebut dapat terus mereka lakukan hingga berumah tangga nantinya. Berikut adalah beberapa cara bagaimana Anda dapat menanamkan kebiasaan positif pada anak-anak Anda.

1. Sopan santun dan budi pekerti
Anak-anak Anda bisa meniru kebiasaan orang tuanya dengan mengamati apa yang Anda lakukan. Ajarkan sejak dini nilai agama, sopan santun dan budi pekerti luhur agar menjadi bekal kehidupannya nanti. Karenanya, penting sekali memperlihatkan sikap yang baik dan sopan santun agar mereka dapat belajar mengikuti perilaku tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk selalu membiasakan mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terimakasih’, hal ini bertujuan untuk membiasakan agar mereka memiliki sikap sopan santun. Orang tua mana di dunia ini yang tidak bahagia bila melihat anak-anaknya berbakti pada kedua orang tuanya, taat menjalankan agama, dan selalu bisa menghormati orang lain ketika dia sudah tumbuh dewasa nanti.



2. Mematuhi tata tertib
Semua orang yang hidup di dunia ini haruslah mematuhi tata tertib peraturan, entah itu peraturan tertulis dan tak tertulis. Di rumah, Anda dapat mengajarkan anak-anak Anda agar belajar untuk mematuhi peraturan. Ini bertujuan agar mereka bisa bertanggung jawab di rumah dan bermasyarakat. Buatlah peraturan-peraturan sederhana, seperti berdo’a dulu sebelum makan, bangun pagi, menata kamar tidur, mengosok gigi sebelum tidur, membersihkan rumah, tidur tidak melewati jam malam, dan sebagainya. Ajari juga mereka peraturan-peraturan yang berlaku di dalam masyarakat, seperti mematuhi peraturan lalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum bertamu ke rumah tetangga, dan sebagainya.

3. Kepedulian
Rasanya tidak lengkap jika menanamkan kebaikan kepada anak-anak tanpa mengajarkan pelajaran berharga tentang kepedulian atau berbela rasa. Ajarkanlah anak Anda untuk selalu peduli dan berbelas kasih terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini akan membuat anak akan lebih mudah berempati. Anak-anak perlu diberikan pemahaman untuk dapat belajar memahami orang lain. Bicaralah dengan anak Anda dan ajarkan mereka untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Jika Anda berhasil menerapkan pelajaran ini, maka anak kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu menolong sesama dan mereka akan dicintai oleh banyak orang.

4. Berhemat
Seorang yang pintar dalam mengelola uang tidak bisa dibentuk hanya dalam satu hari. Mereka belajar dari pengalaman bertahun-tahun ditambah dengan bimbingan orang tuanya sejak kecil. Mengajarkan berhemat dengan menabung sangatlah penting karena bisa mengajarkan anak Anda menyadari akan nilai uang tersebut. Sesuatu yang penting seperti menabung sebaiknya dipelajari sedini mungkin demi masa depannya nanti.

5. Bersyukur
Untuk mengajari anak Anda tentang kecerdasan emosi (EQ), maka penting untuk menerapkan kebiasaan bersyukur sejak dini. Kita perlu membekali anak dengan nilai ini untuk melindunginya dari dunia yang semakin konsumtif dan seringkali mengukur segala sesuatunya dengan uang. Jadi bagi anak perlu ditanamkan juga bahwa bukan harta, kedudukan, dan uang saja jaminan menuju hidup berbahagia. Anak juga perlu punya kemampuan bersyukur atas apa yang dia terima dan miliki.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."