Bagikan :

perselingkuhan, memperbaiki pernikahan setelah selingkuh, menyelamatkan pernikahan

6 Cara Memperbaiki Pernikahan Setelah Anda BerselingkuhBagi beberapa orang, perselingkuhan mungkin lebih menyakitkan dari sisi emosional daripada fisik. Banyak hubungan tidak bisa dipertahankan setelah salah satu pihak ketahuan berselingkuh. Rasa sakit dan marah yang ditimbulkan terlalu besar dan ikatan kepercayaan sudah terlanjur pupus. Tidak peduli bagaimana Anda dan suami Anda mendefinisikan “perselingkuhan”, dimana saja selingkuh itu bukanlah hal yang baik. Namun, sebagai manusia, kita seringkali membuat keputusan atau melakukan hal yang salah. Artikel berikut memberikan beberapa cara untuk memulihkan pernikahan Anda, setelah Anda mengkhianati pasangan Anda.

1. Berikan beberapa waktu
Ketahuilah bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, dan hanya satu detik untuk menghancurkannya. Anda harus memberikan waktu untuk pasangan Anda untuk berurusan dengan masalah yang dihadapi. Tentu tidak adil untuk mengharapkan segala sesuatunya kembali berjalan normal dalam satu atau dua minggu. Anda harus siap mental dalam menghadapi kenyataan bahwa hubungan Anda tidak pernah dapat kembali seutuhnya.

2. Terus berusaha
Meskipun Anda mungkin sudah merasa bahwa usaha Anda tidak menuai hasil apapun, penting untuk terus mencoba. Ketekunan adalah kuncinya di sini. Anda harus tetap berharap dan berusaha dalam semua upaya. Jika Anda benar-benar ingin pernikahan Anda pulih seperti sediakala, maka Anda harus benar-benar memberikan segalanya. Hanya bersabar dan dengarkan penuh kasih jika dia terus menyalahkan Anda, karena Anda berhak untuk disalahkan atas kecurangan Anda.

3. Belajarlah untuk memaafkan diri sendiri
Anda tidak bisa mengharapkan pasangan Anda untuk mengampuni Anda kecuali Anda sungguh-sungguh memaafkan diri sendiri terlebih dahulu. Mengasihani diri sendiri atau rasa bersalah akan mendapatkan tempat lagi di hatinya. Sangat penting untuk menyadari kesalahan Anda dan melakukan tobat atas dosa tersebut. Namun, jika Anda terus tenggelam jauh ke dalam rasa bersalah, maka akan nantinya justru memperburuk hubungan Anda dan pasangan.



4. Membuat permintaan maaf yang tulus
Hanya mengatakan “maaf” saja mungkin tidak bisa mengobati rasa sakit karena pengkhianatan pada pasangan Anda. Anda harus benar-benar menyadari kesalahan Anda, mengertilah rasa sakit pasangan Anda, dan buat permintaan maaf yang tulus. Biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda sangat menyesali apa yang telah Anda lakukan dan buktikan kembali bahwa Anda sangat mencintainya. Setelah Anda menyadari ketidakberesan dalam hubungan Anda, saatnya untuk kembali berkomitmen pada hubungan Anda dan menghormati ikatan pernikahan Anda.

5. Cobalah untuk menyalakan kembali api asmara
Hal ini mungkin tampak sangat sulit setelah Anda ketahuan berselingkuh dibelakang pasangan Anda. Namun, Anda harus mencoba dan berusaha. Cobalah untuk mengingatkan dia dari semua kenangan indah dalam pernikahan Anda dan alasan mengapa Anda memutuskan untuk menikahinya. Anda harus terus-menerus mengingatkan dia bahwa Anda sangat mencintainya dan berjanji untuk tidak mengkhianatinya lagi.

6. Terbukalah jika dia meluapkan kemarahan
Untuk memperbaiki pernikahan Anda lagi setelah Anda berselingkuh, Anda harus siap jika dihadapkan dengan beberapa argumen kemarahan dan pertikaian konstan yang dia luapkan. Anda tidak dapat berlari untuk menghindari semua masalah ini, itu hanya memperburuk situasi. Sangat penting bagi Anda untuk berbicara tentang apa yang menyebabkan perselingkuhan dan apa masalah dalam pernikahan Anda. Anda harus menyelesaikan perasaan frustrasi, sakit, marah, takut, dan emosi satu sama lain.

Perselingkuhan seringkali jadi penyebab utama rusaknya pernikahan dan jalinan asmara. Padahal saling percaya menjadi salah satu pondasi paling kuat dalam percintaan atau hubungan rumah tangga. Sekali kepercayaan dikhianati, akan sulit untuk kembali merajut cinta seperti sedia kala.

Oleh karena itu, mempertahankan pernikahan pasca perselingkuhan tentu bukan hal yang mudah. Mungkin pasangan Anda akan lebih protektif dengan memonitor kemana dan dengan siapa Anda pergi untuk berjaga-jaga agar tidak ‘kecolongan’ lagi. Mungkin juga, dia akan meminta nomor telepon keluarga atau teman Anda untuk menanyakan informasi tentang kegiatan Anda selama tidak bersamanya. Anda mungkin akan sedikit terganggu, tapi jika hal tersebut bisa membangun kembali kepercayaannya, ada baiknya jika Anda menurutinya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."