Bagikan :

pikiran monyet, menjinakkan pikiran monyet, mendiamkan pikiran monyet
6 Cara Mendiamkan ‘Pikiran Monyet’Pikiran Monyet hanyalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan pikiran yang tidak bisa diam, lompat-lompat kesana kemari, susah fokus, terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu, banyak menilai, dsb. Kita semua pasti setiap saat mengalami hal seperti ini, dan tentu saja jika dibiarkan berlarut-larut akan merugikan diri kita sendiri. Bagaimana cara mengatasinya?Baca terus ya…

Sesekali saya masih mengalami periode, dimana saya benar-benar tidak bisa menenangkan pikiran. Ingin sekali rutin mengupdate artikel, tapi kemudian hilang gara-gara dialog dalam pikiran yang kerap mengganggu. Saya tahu saya tidak sendirian, mungkin Anda para pembaca saya juga sering mengalaminya, bukan? Jadi tulisan ini saya ingin berbagi dengan Anda beberapa cara ketika hal ini terjadi.

1. Jangan melawan, beri waktu
Ketika saya mengalami keadaan pikiran monyet ini, reaksi pertama saya adalah memberi waktu 10 menit saja. Semakin saya melawan pikiran-pikiran ini, maka akan semakin menjadi-jadi. Jadi, ambil napas dalam-dalam sampai benar-benar rileks, biarkan pikiran-pikiran itu berkelana sesukanya sampai ‘capek sendiri’. Bagi yang belum terbiasa mungkin menemukan sedikit kesulitan, tapi perlu Anda coba. Karena disaat pikiran kita sedang keruh, itu pertanda bahwa kita perlu memberi jeda untuk pikiran kita.

2. Jangan percayai semuanya
Ketika pikiran monyet ini mulai membuat ulah, biasanya kita dapat dengan mudah percaya. Akibatnya kita langsung bereaksi tanpa berpikir lebih jernih. Misalnya, ketika kita melihat penampilan seseorang yang agak nyeleneh, otomatis pikiran monyet ini pasti bereaksi memberi penilaian macam-macam. Sebuah latihan awal yang Anda perlukan adalah, mulai untuk menegaskan kepada diri sendiri “Ah, sudahlah masih banyak hal bermanfaat lain yang harus dikerjakan”. Ketika Anda membiasakan melakukan hal ini, maka Anda akan menciptakan pola kesadaran yang lebih memberdayakan untuk pikiran Anda secara terus-menerus.



3. Menjadi pengamat pikiran Anda sendiri
Ini lanjutan dari poin pertama. Menciptakan ruang antara diri dan pikiran Anda memungkinkan Anda untuk menjadi pengamat dari pola apa saja yang terbentuk di dalam pikiran. Ketika kita bisa melihat apa yang kita pikirkan, dan menonton pikiran-pikiran ini seolah-olah kita mengamatinya dari kejauhan, kita menciptakan tingkatan baru yang mendalam dari kesadaran diri (self-awareness). Ini adalah langkah untuk belajar menjadi sadar, dan menyadari apa yang sedang terjadi dalam pikiran Anda. Cara ini bermanfaat untuk mengendalikan pikiran Anda, bukan pikiran yang mengendalikan Anda.

4. Berlatih menerima
Ketika kita terus mengingat ‘pengalaman buruk’ dari kesalahan yang pernah kita buat, maka akan semakin memperkuat ketidaknyamanan diri sendiri. Pikiran hanyalah pikiran, sesuatu yang berlalu-lalang di dalam kepala. Kita sendirilah yang memutuskan baik dan buruknya. Cobalah berlatih menerima. Menerima kesalahan di masa lalu bukan berarti Anda kalah, melainkan bisa mengambil hikmahnya untuk meningkatkan kesadaran Anda.

5. Biarkan pergi
Saat saya tidak bisa menenangkan pikiran, saya suka ‘mengasingkan diri’, duduk sendirian di loteng rumah dan menatap langit. Alasan saya melakukan hal ini karena saya mencoba untuk memperbaiki apa yang terjadi, sembari menelusuri ke dalam diri. Ada rasa tenang ketika saya menatap langit, semua yang saya pikirkan seolah pergi begitu saja. Pikiran-pikiran yang kalut akan segera pergi jika kita berfokus pada suatu obyek yang kita anggap menenangkan.

6. Berlatih meditasi
Bermeditasi adalah teknik yang paling efektif yang dapat digunakan untuk menenangkan pikiran monyet. Dengan rutin bermeditasi, Anda akan melatih pikiran Anda untuk tetap tenang, sehingga mudah mengontrol pikiran disaat sedang banyak masalah. Tak banyak yang tahu, sebenarnya sholat itu juga sarana untuk melatih mindfulness (mengkondisikan pikiran untuk fokus di saat sekarang). Jadi, disaat kita sholat, kita sedang menyelaraskan energi tubuh. Menyatukan antara tubuh (body), pikiran (mind), dan jiwa (soul) untuk mengakses energi ilahi.

Mendiamkan ‘pikiran monyet’ memiliki banyak manfaat, kita tak lagi terpengaruh dari salah satu bentuk ego ini. Meskipun menenangkan pikiran butuh waktu dan beberapa latihan secara kontinyu, Anda pasti bisa melakukannya. Cara yang saya tuliskan di atas adalah metode yang bagus untuk Anda coba sendiri dirumah. Selamat mencoba.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."