Bagikan :

sulit mengatakan ya, berat berkata ya



7 Alasan Mengapa Sulit untuk Mengatakan “Ya”Mengatakan ‘ya’ dalam mengambil keputusan bisa sama sulitnya dengan mengatakan ‘tidak’. Artikel berikut memberikan beberapa alasan mengapa orang harus berpikir dua kali sebelum berkata ‘ya’ setiap mengambil keputusan dalam kehidupan.

1. Ragu
Seringkali kita lebih suka menahan diri untuk mengatakan ‘ya’ dalam beberapa tugas, karena kita tidak yakin jika kita dapat mengatur waktu untuk melakukannya dengan benar. Kita tidak siap mental untuk menghadapi tugas seperti itu. Tidak apa-apa sesekali memiliki keraguan diri dan tidak yakin kemampuan Anda sendiri. Namun, akan lebih baik untuk mencoba berani dan menantang diri Anda sehingga Anda tahu persis sampai sejauh mana kemampuan Anda.

2. Takut komitmen
Kita kadang-kadang merasa takut untuk mengatakan ‘ya’ untuk hubungan atau pernikahan karena kita tidak ingin berurusan dengan semua hal-hal negatif yang datang dengan istilah ‘komitmen’. Kita merasa takut bahwa semua hal akan berubah menjadi buruk setelah kita memutuskan berkomitmen dengan seseorang. Seringkali ini juga merupakan hasil dari ketidakyakinan dalam mengembangkan kemampuan Anda untuk mempertahankan cinta atau komitmen terhadap orang yang Anda cintai.

3. Takut gagal
Lebih sering daripada tidak, ketakutan kita akan kegagalan yang membuat kita sulit mengatakan ‘ya’ untuk mengambil peluang. Di tempat kerja, Anda mungkin akan ditawarkan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atau menangani proyek-proyek yang belum ditangani sebelumnya. Karena Anda begitu takut ‘gagal’ pada pekerjaan yang ditugaskan kepada Anda, Anda lebih suka tidak mencobanya. Keyakinan Anda adalah stimulator Anda. Pencapaian Anda akan ditentukan oleh keyakinan Anda.



4. Karena terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan
Kadang-kadang seseorang menawarkan suatu tawaran, dan Anda hanya menolak karena tidak sesuai dengan standar yang Anda tetapkan. Diri Anda yang negatif ikut campur tangan dan membuat Anda merasa bahwa harus ada sesuatu yang lebih untuk mencapai kesepakatan. Ketahuilah bahwa kadang-kadang dalam hidup, ada hal yang mungkin benar-benar baik daripada yang Anda dengar. Anda tidak akan pernah tahu bahwa kesempatan sekarang di depan mata akan membuka peluang yang lebih baik. Segala sesuatu memang ada sisi baik dan buruknya. Penolakan juga memang selalu dibutuhkan sebagai salah satu karakter Anda. Tetapi kalau pada setiap kesempatan selalu takut berkata tidak, bagaimana Anda bisa maju?

5. Pengalaman buruk di masa lalu
Jika Anda telah melakukan pengalaman buruk pada masa lalu, maka Anda akan menjadi sangat skeptis ketika diminta untuk melakukan pekerjaan yang sama. Anda lebih mungkin untuk mengatakan tidak dalam kasus tersebut. Pengalaman masa lalu Anda, perspektif Anda, dan kekecewaan Anda mungkin bisa kembali muncul. Tapi Anda juga harus mencoba dan memahami bahwa Anda bukanlah orang yang sama seperti ketika Anda pertama kali mencoba tugas itu. Karena Anda telah tumbuh dan matang selama bertahun-tahun, ada kemungkinan bahwa Anda mungkin benar-benar bisa melakukan lebih baik sekarang daripada yang sudah Anda lakukan sebelumnya.

6. Takut penilaian
Jika tugas yang diberikan adalah skala besar dan melibatkan banyak orang, maka Anda akan menghindari untuk berkata ‘ya’ karena Anda terlalu takut dinilai oleh orang lain. Hal ini terjadi terutama bila Anda tahu reputasi orang-orang tersebut atau Anda takut orang akan membandingkan kinerja Anda dengan orang lain.

7. Takut sukses
Ada orang yang sudah tahu bahwa mereka sebenarnya berpeluang menjadi lebih baik dalam melakukan sesuatu, tetapi mereka masih mengatakan tidak untuk segala hal karena mereka tidak yakin apakah mereka akan mampu mencapai kesuksesan. Mereka merasa ketakutan bahwa keberhasilan justru nantinya mungkin mengubah hidup mereka menjadi lebih buruk, sehingga mereka memilih untuk terus hidup sebagaimana mereka hidup.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."