menilai orang lain, jangan menilai dari sisi luarnya
7 Alasan Mengapa Tak Boleh Menilai Buku dari SampulnyaSama seperti Anda perlu mempelajari sebuah buku lebih mendalam agar dapat menarik pemahaman dan kesimpulan baru meski sampulnya tak menarik, Anda juga perlu tahu lebih jauh sisi terdalam setiap orang terlepas dari penampilan luarnya. Anda tidak bisa menilai mereka berdasarkan penampilan fisik luar, karena bisa saja Anda tertipu. Bramardianto.com menuliskan 7 alasan mengapa kita tidak boleh menilai buku dari sampulnya.

1. Kesan pertama bukan sebuah patokan kepribadian
Kadang-kadang, Anda sudah tidak suka melihat orang-orang dalam situasi saat mereka marah, berperilaku urakan, atau memperlakukan orang lain dengan cara yang sangat tidak ramah. Mungkin ada banyak alasan di balik sikap atau perilaku tersebut yang mendasarinya. Jangan pernah menilai berdasarkan sekali atau dua kali pertemuan, itu belum bisa dijadikan patokan untuk melihat sifat asli seseorang.



2. Menilai seseorang dari sisi luarnya, adalah sikap kurang bijaksana
Ada beberapa orang yang lebih memilih banyak diam, tidak mudah berbaur dengan orang lain, lalu apakah Anda cenderung menganggap bahwa mereka orang yang tidak ramah, kuper, dan sombong? Terkadang kita tak pernah tahu, dia bersikap seperti itu hanya merasa tidak nyaman berada di keramaian, atau bisa juga dia sedang memiliki banyak masalah dalam pikirannya. Ambil faktor lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda menilai seseorang.

3. Karena kita berbeda-beda
Apa jadinya jika kita semua diciptakan sama? Memiliki bentuk fisik, isi hati, isi kepala, masa hidup dan mati, dan semuanya sama? Maka kita bukan lagi seperti manusia, tapi robot yang terprogram! Sadarilah bahwa kita diciptakan berbeda-beda, dilihat dari sisi fisik saja banyak perbedaan, apalagi dari sisi kepribadian. Justru adanya perbedaan itulah yang membuat dunia ini indah. Hargai dan nikmati saja perbedaan tersebut.

4. Belum tentu kita lebih baik dari mereka
Jika Anda menilai orang dari penampilannya dan hanya melihat dari kejauhan, Anda mungkin tidak pernah bisa benar-benar mengenal kepribadian unik mereka. Siapa tahu, dilihat dari fisiknya yang terlihat lemah, ia banyak menyimpan segudang prestasi yang belum tentu bisa kita tandingi? Oleh karena itu, selalu lebih baik untuk memberi waktu mengenal setiap orang sebelum Anda menilainya.

5. Tuhan menciptakan alam semesta karena suatu alasan
Tidak ada ciptaan di dunia ini yang tidak memiliki suatu alasan. Setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita, tidak ada yang kebetulan. Mereka punya kapasitas tersendiri untuk mengajari kita suatu pelajaran berharga. Jadi, sebelum Anda menilai, berikan mereka beberapa waktu, Anda pasti akan memetik sebuah pelajaran baru.

6. Karena memang tak ada manusia yang sempurna
Apakah ada manusia yang 100 % baik atau 100 % jahat? Kebaikan dan kejahatan, keduanya ada di dalam diri manusia. Baik itu relatif, komponen kebaikan itu ada banyak sekali. Baik itu luas pemahamannya, jika kita terlalu cepat melihat orang dari sifat jeleknya saja, itu pertanda penglihatan kita terkaburkan oleh kebencian. Manusia itu memiliki sisi baik dan sisi buruk. Jika kita bisa melihat keduanya secara seimbang, maka kita akan lebih memahami kehidupan dengan sikap bijaksana.



7. Anda tak punya banyak teman
Karena Anda terlalu sering menilai dengan mudah dan tidak mau capek memahami orang lain, kemungkinan Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan hubungan baik yang bisa bertahan lama. Dengan demikian, teman Anda hanya terbatas orang-orang yang berkarakter seperti Anda saja.

Memang sangat mudah bagi kita dalam menilai seseorang tampak aneh, bodoh, jelek, tidak sopan, kurang ajar dan sebagainya. Namun apakah semua itu membuat kita lebih baik dari mereka? Tidak juga. Karena setiap orang punya kisah tersendiri dalam hidupnya, mereka juga punya pengalaman pahit. Akan lebih bijak jika Anda tidak menilai orang tanpa tahu kisah perjalanan hidup di baliknya.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."