Bagikan :

karma, hukum karma



7 Fakta Tentang Hukum KarmaHukum Karma atau lebih mudahnya disebut hukum sebab-akibat. Hukum ini sangat mirip dengan Hukum Ketiga Newton – setiap tindakan memiliki reaksi yang sama dan berlawanan. Apapun yang kita lakukan, apapun tindakan yang kita ambil akhirnya bermanifestasi pada kehidupan kita sendiri. Artinya, apa saja perbuatan yang kita lakukan akan kita dapatkan kembali. Setiap kali kita mengambil tindakan, kita menggerakkan lingkaran energi alam semesta yang selalu berputar. Oleh karena itu, jika kita melakukan perbuatan baik, kebaikan akan datang kembali kepada kita, meski awalnya kita tidak pernah menyadari. Demikian juga, jika kita melakukan hal-hal buruk, kita tidak bisa lepas menuai akibat dari keburukan yang sudah kita buat di masa lalu. Pola itu selalu berulang, ini adalah hukum universal yang telah dikenal orang sejak zaman dahulu. Saat ini sedang diperkuat oleh temuan dan teori fisikawan kuantum modern dan trainer motivasi seperti yang sekarang kita kenal sebagai Hukum Law of Attraction (Hukum Tarik-Menarik). Semua Hukum ini berbicara tentang hal yang sama, dan Hukum Karma merupakan inti dari semua kajian penelitian itu. Berikut adalah 7 fakta utama tentang Hukum Karma.

“Ketika burung masih hidup, ia makan semut. Ketika burung telah mati, giliran semut makan burung. Waktu dan keadaan dapat berubah sewaktu-waktu. Jangan merendahkan atau menyakiti siapa pun dalam hidup. Anda bisa saja berkuasa saat ini. Tapi ingat, waktu lebih kuat dari Anda…”

1. Hukum Karma menekankan pada hubungan sebab dan akibat antara perbuatan kita dan kehidupan kita. Ini menyatakan bahwa apapun yang kita lakukan di masa lalu berkaitan erat dengan apapun yang terjadi kepada kita di masa depan – termasuk orang, keadaan, dan situasi. Perbuatan baik menarik orang, situasi, dan keadaan positif, sementara perbuatan buruk pasti menarik segala sesuatu yang negatif. Jadi jika ada hal-hal buruk yang terjadi pada Anda, tanyakan pada diri Anda apa yang sudah Anda kerjakan.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (QS. 99 : 7-8)



2. Kerendahan hati adalah sifat yang diperlukan agar benar-benar bahagia. Ketika seseorang rendah hati, maka tidak akan berpikir merendahkan orang lain dan mudah menghilangkan pikiran negatif. Jika Anda suka menghakimi atau memandang rendah orang lain yang tidak seberuntung Anda, maka Anda sendirilah yang menutup pintu kebahagiaan Anda sendiri. Tapi jika Anda mampu rendah hati, pikiran negatif seperti itu tidak akan pernah menghinggapi Anda.

3. Jika Anda ingin tumbuh sebagai manusia, Anda bukan hanya melakukan hal-hal yang baik, tetapi juga mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan Anda. Bila Anda mengubah diri Anda untuk menjadi manusia yang lebih baik, Anda selalu melakukan hal-hal yang positif dan akan membawa perubahan positif dalam hidup orang lain juga. Perubahan ini meningkatkan pertumbuhan Anda sendiri, pertumbuhan menuju kebahagiaan sejati.

4. Hukum Karma juga mencakup Hukum Pertanggungjawaban, ini menyatakan bahwa Anda harus berhenti mengeluhkan ‘cobaan dari Tuhan’ dan mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan Anda sendiri. Jika hal-hal buruk terjadi pada Anda, itu tandanya Anda harus bertanggung jawab atas akibatnya. Jadi, hadapilah tanggung jawab, introspeksi diri, dan segera rubah dengan perbuatan positif jika Anda ingin membawa perubahan dalam hidup Anda, bukan mengeluhkan nasib buruk dan menyalahkan orang lain.

5. Ketika Anda fokus hanya pada satu hal, pasti akan berpengaruh pada pikiran dan tindakan akhirnya. Jadi selalu fokus pada apa yang benar-benar Anda inginkan dan membebaskan diri dari pikiran ngawur. Hal ini akan membawa kebahagiaan dalam hidup Anda.

6. Apa yang Anda berikan, adalah apa yang Anda terima nanti. Jika Anda menginginkan persahabatan, kejujuran, kepercayaan dan cinta yang positif dalam hidup, berarti Anda harus memulai hal positif dalam diri Anda sendiri terlebih dahulu. Apa saja yang Anda lakukan, mereka akan selalu datang kembali kepada Anda – mungkin dalam bentuk dan cara yang berbeda, tetapi kejadian akan selalu datang kembali kepada Anda.

7. Jika Anda telah melakukan perbuatan baik, itu sangatlah mulia. Tapi jika Anda melakukan sesuatu dan mengharapkan imbalan instan, Anda mungkin akan kecewa. Faktor waktu selalu ada. Setiap karma memiliki tenggat waktu tertentu untuk bereaksi, ada yang bereaksi menghasilkan buah lebih cepat dan ada pula yang lambat, sehingga sulit diduga kemunculannya. Terlepas dari apakah Anda percaya hukum karma atau tidak, hukum ini bereaksi seperti gravitasi, itu pasti akan mempengaruhi Anda.

Secara intuitif, setiap manusia bisa menerima dan mempercayai adanya hukum yang saling mengikat di antara mereka atas perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan selama mereka berinteraksi dengan lingkungannya. Setiap kita melakukan sesuatu yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, intuisi kita secara misterius mendesak seakan kita harus membayar kerugian yang sama di lain waktu. Demikian pula setiap kali kita berbuat kebaikan, secara misterius kebaikan akan mendatangi kita, dan uniknya, hadir dalam takaran yang lebih banyak dari apa yang telah kita perbuat.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."