Bagikan :

teman benalu, teman suka memanfaatkan

7 Tips Berurusan dengan Teman BenaluKita semua pasti pernah punya teman benalu. Teman atau kerabat yang sering memakai motor, pinjam uang tapi banyak alasan jika ditagih, atau meminjam barang-barang. Dia juga sering meminta rokok gratis atau terus minta dibayari sepanjang waktu. Kita semua pasti pernah meminjam sesekali atau kadang-kadang saja. Untuk sekali dua kali memang tidak masalah, tetapi jika kebiasaan ini terus berlanjut sampai menjadi ‘langganan’, pasti Anda mulai tidak nyaman, bukan? Dan jika Anda memang menghargai persahabatan, Anda mungkin akan mengabaikan kebiasaan buruk teman benalu Anda. Tapi, jika tidak bisa mentolerir, apa yang dapat Anda lakukan tentang hal itu? Berikut adalah beberapa tips bagi Anda untuk berurusan dengan seorang teman yang suka memanfaatkan orang lain.

Memang tidak ada ruginya mempunyai banyak teman. Tapi tentu saja jika teman-teman Anda itu memiliki kualitas pertemanan yang baik dan tulus. Nah, masalahnya memang tidak semua teman punya niat tulus berteman dengan Anda. Kadang, ada satu atau dua orang yang punya maksud tersembunyi dengan Anda, atau dengan kata lain suka memanfaatkan Anda.

1. Ingatkan si benalu
Setelah Anda yakin bahwa Anda sedang berhadapan dengan si benalu, pastikan bahwa ketika Anda pergi keluar bersamanya, harus bawa dompet. Ingatkan pada teman Anda untuk memeriksa apakah dia membawa dompetnya. Tambahkan sindiran dengan nada bercanda, itu akan membantu Anda untuk menyadarkannya secara halus.

2. Tanyakan pengembalian
Jika Anda meminjamkan pakaian, tanyakan kepadanya secara tegas kapan barang-barang Anda akan dikembalilan. Jika Anda melihat gelagat tidak beres bahwa pakaian Anda mungkin tidak dikembalikan, lebih baik selamatkan pakaian favorit Anda dengan membuat alasan lain. Atau Anda dapat memberitahu dengan tegas bahwa Anda ingin pakaian Anda segera kembali hari berikutnya untuk Anda pakai.



3. Jangan meminjamkan uang
Jika si benalu meminta Anda untuk meminjamkan uang untuk kesekian kalinya, Anda dapat memberitahu teman Anda bahwa Anda sendiri sedang menghadapi masa-masa sulit dan tidak memiliki cadangan uang tunai. Meskipun Anda mungkin masih merasa tidak tega dengan dia rangkullah dia, jangan lantas menjauhinya. Berikan pengertian bahwa Anda tetap ingin berteman dengannya dengan catatan harus ‘take and give’, dan tulus. Katakan bahwa kebiasaan itu harus segera dihentikan sebelum menjadi ‘borok’ di dalam dirinya.

4. Bayar sendiri-sendiri
Ketika Anda berencana mencari makan di sebuah restoran, ingatkan padanya untuk membayar secara terpisah. Anda selalu bisa mengatakan bahwa Anda sedang mencoba untuk berhemat pada pengeluaran Anda sendiri karena bulan depan banyak pengeluaran.

5. Introspeksi diri
Cobalah introspeksi diri Anda. Mengapa Anda sering dimanfaatkan? Mungkin saja selama ini Anda adalah orang yang lemah, kurang bisa menolak permintaan orang lain yang memanfaatkan Anda. Jadi, mulai sekarang belajarlah untuk melihat permasalahan secara proporsional.

6. Diskusikan masalahnya
Jika ada tekanan dan tuntutan dari dia, Anda harus bisa bersikap lebih ‘tega’. Katakan yang sebenarnya dalam bahasa Anda sendiri, dengan mengatakan perasaan Anda yang sebenarnya. Anda bisa mengatakan sudah cukup membantunya terus menerus. Jangan lupa katakan bahwa Anda pun sebetulnya tulus dalam memberi bantuan, tapi dengan tidak ada unsur pemanfaatan sepihak.

7. Mulai menghindarinya
Jika semua cara sudah gagal, maka Anda dapat menghindari teman Anda tersebut. Dengan begitu, diharapkan ada pelajaran yang bisa dia petik dari persahabatan yang tulus. Jika tidak, Anda dapat mempertimbangkan untuk meninggalkannya saja.



Sebenernya wajar saja jika kita mengambil manfaat dari hubungan pertemanan. Tapi tentunya harus memakai prinsip ‘take and give’. Kalau hanya ‘take’ tanpa pernah ‘give’, itu akan merugikan salah satu pihak. Sebaliknya kalau ‘give’ terus tanpa pernah ‘take’, lama-lama Anda dirugikan. Jadi, kesimpulannya di dalam pertemanan berkualitas harus seimbang, saling memberi dan menerima.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."