memaafkan, cara memaafkan

8 Alasan Mengapa Kita Harus Memaafkan Meski Tidak DimaafkanMelupakan sekaligus memaafkan kesalahan orang lain termasuk perbuatan yang sangat berat. Seolah-olah ini seperti pekerjaan memindahkan sebuah gunung dan bukit. Apalagi luka yang mereka tinggalkan di dalam hati kita begitu dalam dan menganga. Sepertinya mudah di ucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan dengan berbesar hati. Sesungguhnya, pribadi pemaaf lebih bahagia, lebih sehat, dan panjang umur hidupnya, inilah alasan mengapa kita harus memaafkan.

“Memaafkan sama halnya seperti membebaskan seseorang dari penjara. Kemudian kita akan mengerti, bahwa orang itu adalah diri kita sendiri.”

Saya pikir kita semua secara pribadi pernah merasakan rasa sakit mendalam dan kemarahan karena disebabkan oleh seseorang yang telah mendzolimi kita. Kadang, kebencian ini bisa bertahan selamanya. Anda benar-benar berpikir Anda akan membenci orang itu selamanya? Tapi ada beberapa kebenaran yang saya temukan di sepanjang jalan hidup saya tentang memaafkan seseorang yang tak bisa dimaafkan, berikut saya bagikan untuk Anda.

1. Anda sudah membiarkan kebencian di dalam hati
Sesungguhnya, memaafkan orang lain tidak hanya melegakan orang lain yang telah berbuat salah pada Anda, tetapi lebih kepada diri Anda sendiri. Anda yang akan merasa lega. Anda yang akan merasakan dampak baiknya untuk kesehatan. Anda yang pada akhirnya akan tenang dan bahagia. Karena dendam dan rasa kesal yang ada di hati telah hilang.

2. Memaafkan adalah perjalanan menuju kedewasaan
Tergantung pada seberapa dekat orang itu untuk Anda, memendam kebencian adalah salah satu hal yang benar-benar dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak di malam hari. Tidak perlu menduga-duga bahwa memaafkan orang lain akan membuat Anda terlihat lemah. Lupakan anggapan bahwa memaafkan kesalahan orang lain hanya menjatuhkan harga diri Anda. Itu semua tidak benar. Berani memaafkan orang lain, berarti Anda sudah menghargai diri Anda sendiri.

3. Kadang-kadang Anda hanya tidak bisa berdamai dengan pikiran
Ini adalah salah satu hal yang penting untuk diingat. Seringkali kita menghakimi orang lain karena kita tidak pernah merasakan berada pada posisinya. Coba pejamkan mata Anda, dan buat diri Anda ada di dalam posisinya. Biasanya, akan muncul pengertian mengapa orang tersebut sampai hati membuat Anda kesal. Kalaupun tidak berhasil, jangan menghakiminya. Ingat, setiap manusia pada dasarnya tak luput dari kesalahan, Andapun bisa melakukan kesalahan yang sama. Kita memiliki 2 mata, satu mata pikiran dan satu mata hati. Mata pikiran untuk introspeksi diri, dan mata hati untuk merasakan perasaan orang lain.

4. Jangan mencoba untuk membalas
Anda mungkin ingin menyumpahinya, mengatakan hal yang melukainya, atau membalas perbuatan yang membuat Anda terluka. Namun, ini adalah hal terakhir yang ingin Anda lakukan jika Anda ingin berdamai dengan diri sendiri. Anda harus bisa memilih jalan yang terbaik untuk bisa memaafkan dan mencapai ketenangan, bukan pertengkaran. Anda bisa membuat ia memahami perasaan Anda tanpa perlu menyumpahi ataupun merendahkannya. Perbuatannya saja seharusnya sudah bisa membuatnya mengerti.

5. Lupakan mana yang salah, mana yang benar
Ego sering mengalahkan hati. Selalu akan ada perdebatan mana yang benar, mana yang salah saat Anda harus memaafkan orang lain. Setiap orang seringkali merasa benar, dan orang lain yang salah. Coba lupakan hal ini, tak ada manusia yang sempurna. Semua orang bisa melakukan salah, semua orang bisa bertindak keliru. Coba bayangkan, Anda pasti lega jika orang lain memaafkan Anda, jadi lakukanlah hal yang sama pada orang lain.



6. Tetapkan keberanian
Memaafkan seseorang butuh keberanian, kedewasaan, dan kekuatan dari dalam diri. Berbanggalah pada diri sendiri karena mampu melangkah ke depan. Cobalah untuk mencari kekuatan dari dalam diri Anda untuk memaafkan mereka. Pada akhirnya, Anda akan bangga kepada diri sendiri karena cukup kuat untuk memaafkan seseorang yang telah melukai Anda, meskipun Anda tidak merasa demikian pada awalnya. Memaafkan seseorang adalah hal yang penting, kapan pun kita mampu, sehingga kita dapat melangkah terus maju.



7. Anda bisa memulai bab baru dalam cerita Anda
Bagi saya, hidup ibarat seperti sebuah buku. Tidak ada momen yang pasti saat satu bab berakhir dan bab lain dimulai. Salah satu cerita paling berkesan dari setiap bab bagi saya adalah ketika saya bisa memaafkan seseorang yang bersalah terhadap saya. Saya merasa seperti sudah berada di halaman baru. Saya akhirnya bisa memahami dan melakukan hal-hal lebih indah untuk dituliskan dalam buku itu.

8. Perbaiki hubungan bersama-sama
Jika Anda masih ingin melangkah maju dengan orang itu, maka Anda harus fokus memperbaiki hubungan bersama. Memikirkan langkah ke depan lebih penting ketimbang terperangkap di masa lalu, dan pikirkanlah cara untuk bekerja sama membangun sesuatu yang lebih kuat dan lebih berarti dari sebelumnya. Membangun masa depan bersama dengan seseorang membutuhkan waktu, dan sebaiknya Anda tidak terburu-buru hanya karena mengira hal ini dapat mempercepat pemulihan Anda dari rasa terluka.

Setelah Anda benar-benar mampu memaafkan seseorang, maka Anda bisa menikmati semua hal yang ada dihadapan Anda dengan hati dan pikiran tenang, tidak lagi membayangkan masa lalu. Ini akan menjadi hadiah tersendiri untuk perjalanan hidup Anda.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."