anak minder, agar tidak minder, anak percaya diri
Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Anak MinderSaat anak melakukan sesuatu yang menandakan ia makin pintar misalnya bisa meniup, memegang pensil, menggambar garis, seringkali orang tua mengabaikan kemajuan anak dan menanggapi ala kadarnya. Padahal, memberi pujian pada anak saat ia membuat kemajuan, meskipun kecil penting lho. Ini adalah rahasia kecil agar buah hati Anda tak jadi anak yang minder.

“Di 18-24 bulan, anak mulai membangun self conscious emotion. Anak nggak hanya butuh mengembangkan emosi dasar tapi juga rasa bangga,” kata psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli M.Psi.

Saat menjelajah, menurut Vera, begitu ia akrab disapa, anak perlu dianggap kompeten. Sebab, motivasi yang dimunculkan orang tua membuat anak bisa terus mengembangkan kemampuannya.

“Saat dia gagal eksplorasi, support si kecil supaya termotivasi makin terampil. Jangan ditertawakan atau malah dikata-katain misalnya. Saat anak merasa kompeten, emosinya dia juga akan sehat,” ucap ibu satu anak ini.

Cara Agar Buah Hati Anda Tidak Tumbuh Menjadi Anak yang Minder

Emosi yang sehat terbentuk saat anak merasa bangga dan kompeten untuk melakukan sesuatu. Sehingga, dia tidak malu-malu, tidak minder, berani berkarya, dan percaya diri karena merasa mumpuni untuk melakukan sesuatu dan merasa bangga sudah mampu melakukan hal itu.

Vera mengungkapkan, pada dasarnya periode tumbuh kembang anak tidak seperti tangga, tetapi ada proses yang kompleks dan kontinyu. Maka dari itu, bagi orang tua jangan bingung kapan si kecil bisa berbicara.

“Kemampuan oromotor kayak membentuk gelembung di minumannya, itu momen wow loh yang bisa bikin kita bangga dan terpana. Di usia jelajah, dia bisa mengeksplor atau coba-coba dari sedotan ada gelembung, kalau dipuji dia akan berusaha lagi,” lanjut Vera.

Di usia 1-3 tahun adalah masa menjelajah bagi anak. Dicontohkan Vera, anak awalnya akan mencoret-coret tembok atau kertas. Tapi di usia karya momen wow berupa coret-coret di usia 4 tahun si kecil sudah bisa membuat gambar rumah atau gambar lain yang lebih berkualitas.



Momen wow juga bermanfaat bagi orang tua lho. Pasalnya, kemajuan pada anak di mana ia makin terampil dan siap menuju ke tahap pertumbuhan berikutnya, orang tua bisa merasa menjadi orang tua yang baik.

“Ibu merasa menjadi good enough mother untuk anaknya. Selain itu, bisa bonding dengan keluarga, ramai-ramai memvideokan momen tersebut kan makin dekat anak dengan keluarganya. Atau sekadar ngasih pelukan dan pujian dari anggota keluarga, itu bonding juga lho,” kata Vera. Di usia 1-3 tahun adalah masa menjelajah bagi anak. Dicontohkan Vera, anak awalnya akan mencoret-coret tembok atau kertas. Tapi di usia karya momen wow berupa coret-coret di usia 4 tahun si kecil sudah bisa membuat gambar rumah atau gambar lain yang lebih berkualitas.

Momen wow juga bermanfaat bagi orang tua lho. Pasalnya, kemajuan pada anak di mana ia makin terampil dan siap menuju ke tahap pertumbuhan berikutnya, orang tua bisa merasa menjadi orang tua yang baik.



“Ibu merasa menjadi good enough mother untuk anaknya. Selain itu, bisa bonding dengan keluarga, ramai-ramai memvideokan momen tersebut kan makin dekat anak dengan keluarganya. Atau sekadar ngasih pelukan dan pujian dari anggota keluarga, itu bonding juga lho,” kata Vera.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."