Analisis Pengalaman Mati SuriPengalaman mati suri, NDE (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang sekarat. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat mati suri? Atau hanya ada perubahan-perubahan kimia dalam otak dan organ indera sebelum kematian?

mati suri, pengalaman mati suri, ciri mati suri, tanda mati suri, penyebab mati suri

Sebuah pemikiran yang sangat menarik dan salah satu yang selalu menimbulkan banyak perdebatan adalah ‘pengalaman mendekati kematian’ atau mati suri (Near Death Experience). Sementara ilmu pengetahuan menolak untuk percaya pada sesuatu yang tidak mungkin dinalar atau di luar batas kemampuan manusia, ada sejumlah pengalaman yang tercatat, menentang sekat ilmu pengetahuan, atau bahkan agama.

Ada orang-orang yang telah mengalami pengalaman fenomena ini. Mereka telah berbagi pengalaman menjelang kematian yang melibatkan sensasi langka, seperti pelepasan dan levitasi ruh dari diri fisik, dan perasaan ketenangan. Sejumlah orang yang telah mengalami mengatakan menemui fenomena cahaya terang, yang banyak ditafsirkan sebagai ‘portal alam kematian’. Dan kemudian ada beberapa orang yang mengaku sekilas menginjakkan kaki ke dalam kehidupan setelah kematian.



Pengalaman semua orang pada catatan mengikuti pola tertentu. Ini dimulai dengan suara bising dan rasa menjadi mati. Ini diikuti dengan rasa tenang dan rileks. Perasaan berikutnya adalah ruh melayang meninggalkan fisik. Banyak yang telah mengatakan ruh mengambang dalam terowongan biru dan melihat cahaya terang di ujung itu. Mereka mengklaim bertemu orang-orang yang sudah meninggal dalam terowongan. Beberapa bahkan melihat dan berbicara dengan tokoh-tokoh spiritual yang mereka yakini. Mereka juga menceritakan proses mereka sendiri ke alam nyata. Setelah itu, ada perasaan menarik untuk kembali ke tubuh asal dan disertai sensasi hangat.

Ciri-Ciri Umum Proses Mati Suri

Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu :

  • Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
  • Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
  • Pengalaman keluar dari tubuh (Out-of-Body Experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
  • Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
  • Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
  • Dapat berkomunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.

Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta penjelasan supernatural (spiritual dan agama).

Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya. Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.

Apa Penyebab Mati Suri?

Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik. Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.



Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.

Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.

Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endorfin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian. Wallahualam




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."