Bagikan :

kematian, perasaan takut mati, menghilangkan takut mati, khawatir mati

Mengapa Kita Masih Suka Takut Mati?Apa yang ada di pikiran Anda ketika terlintas kata ‘Mati’? Takut, biasa, atau malah memiliki pandangan lain lebih bijaksana tentang kematian? Kita semua pasti akan mati dan tidak ada dari kita yang tahu kapan itu akan terjadi. Beberapa orang mungkin diberi panjang umur, sementara ada yang lainnya mungkin memiliki kehidupan yang pendek, tapi semua orang memiliki hak untuk dapat menjadikan hidup mereka lebih berarti. Kita dapat mengubah kehidupan kita hari ini dengan belajar untuk tidak takut pada kematian. Dengan berkurangnya rasa takut akan kematian, maka kita menemukan arti kehidupan sebenarnya. Artikel berikut akan memberi sedikit pengetahuan untuk memahami kematian.

Jika Anda berhenti sejenak untuk merenungkan banyak faktor yang memainkan peranan adanya kehidupan di Bumi, Andapasti akan terkejut. Planet Bumi memerlukan jarak yang tepat dari matahari dengan komposisi yang tepat dari materi-materi untuk mendukung suatu kehidupan. Kehidupan ini juga harus dipertahankan di Bumi, sambil kita terus bergerak melalui ruang dengan kecepatan tertentu yang kita hanya dapat mencoba untuk memahami.

Alam memiliki pola untuk semua kehidupan. Diawali siklus kelahiran, diikuti pertumbuhan, reproduksi, dan akhirnya kematian. Namun, kematian bukanlah berakhir sekedar menjadi sisa-sisa organisme hewan, tumbuhan, serangga atau organisme hidup lain, kematian digunakan untuk memelihara dan menyediakan kehidupan organisme lain dalam siklus. Tanpa siklus ini, kehidupan yang berkelanjutan di permukaan bumi tidak mungkin terjadi.

Pikirkan tentang pohon, dan bagaimana ia melengkapi siklus hidupnya. Sebutir benih jatuh ke tanah, berakar, lalu tumbuh. Selama bertahun-tahun menumpuk daun yang membusuk untuk memperkaya tanah dimana pohon dan tanaman lainnya tumbuh. Bahkan ketika pohon tersebut tumbang, dalam kematian batang dan anggota badan tetap digunakan dalam rencana besar alam. Di dalam lautan ikan-ikan menetas, tumbuh dan makan, bereproduksi dan mati, kemudian tenggelam ke bawah, memberi makan spesies lain dari ikan dan organisme lain. Organisme dan ikan lebih kecil ini menjadi pakan ikan yang lebih besar, melanjutkan siklus berulang yang tidak pernah berakhir. Setiap bentuk kehidupan mengalami proses sirkuler yang sama, masing-masing bersimbiosis dan menyediakan rantai makanan untuk organisme selanjutnya.

Kematian adalah Awal Kehidupan yang Baru
Hewan, tanaman, dan organisme di alam tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan tentang kematian. Ini disebabkan karena mereka hidup terlalu sibuk setiap hari. Hanya spesies manusia-lah yang memiliki kekhawatiran, dan rasa takut akan kematian. Para peneliti telah menemukan dari pemangsa yang memangsa binatang, ketika terjebak oleh pemangsa, mereka berjuang untuk sementara waktu dan kemudian menyerah, menerima nasib mereka tanpa menyebabkan stres atau perjuangan yang meningkat. Seolah-olah mereka sudah memahami peran yang mereka mainkan dalam skema besar kehidupan.



Mungkin alasan manusia sekarang merasa takut akan kematian adalah karena kita tidak lagi melihat diri kita sebagai bagian dari siklus alami. Tidak ada rasa takjub pada keajaiban kehidupan, dan tempat kita berada di dalam alam semesta. Fokus kita adalah pada apa yang kita dapat buktikan, apa yang paling trend, dan bagaimana penting dan esensial kita di dunia.



Masih ada beberapa budaya di dunia yang masih sangat menghargai Bumi dan merangkul pikiran tentang kematian hanya sebagai bagian lain dari suatu siklus. Mereka bukan hanya menerima kematian sebagai kejadian alami dalam hidup tetapi mereka juga menunjukkan penghargaan dan apresiasi bagi leluhur mereka yang telah pergi mendahului. Mereka mewarisi kebijaksanaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, bukannya melupakan sebagai sesuatu yang tidak lagi relevan. Mereka mencari pemahaman di masa lalu, dan menghormati leluhur mereka.

Jika Anda merenungkan tentang kematian, kadang-kadang Anda akan menemukan pemikiran, itu adalah sebuah akhir, tapi itu juga merupakan awal yang baru. Kita tidak sadar, bahwa di dalam keseharian kita juga mengalami proses kematian. Misalnya, kematian dalam sebuah hubungan, memungkinkan Anda untuk mencari hubungan-hubungan baru dalam hidup Anda yang dapat membuat hubungan Anda menjadi lebih kuat, lebih mendukung, dan lebih baik untuk Anda. Ketika kita membuat pilihan berdasarkan pengalaman hidup kita, persepsi lama kita akan mati dan layu ketika muncul pemahaman baru yang lebih berkembang.

Ini juga diulang pada skala dunia. Budaya dan peradaban lama mati untuk digantikan oleh budaya yang lebih maju. Peristiwa bencana seperti jatuhnya meteor mungkin akan menghapus sebagian besar kehidupan di planet ini namun spesies lain yang lebih baik yang mampu beradaptasi akan bangkit dari ‘kematian’ tersebut. Ide-ide dan filosofi baru akan menggantikan ide-ide yang mungkin telah dilihat sebagai satu-satunya jalan di masa lalu.

Daripada kita takut akan kematian, penting untuk melihat bahwa kematian sebagai bagian alamiah dari kehidupan. Dengan melepaskan rasa takut Anda akan kematian, Anda akan dapat menikmati kehidupan Anda sepenuhnya hari ini. Semua waktu yang Anda habiskan untuk mengkhawatirkan tentang bagaimana kematian akan terjadi justru akan menghambat kebijaksanaan Anda.

Ketika orang menghabiskan seluruh waktunya mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi mereka terlibat dalam proses yang dikenal sebagai proyeksi. Proyeksi adalah hal umum yang dirasakan pada orang yang takut mati dan mereka biasanya tidak menyadari bahwa kekhawatiran mereka sesungguhnya adalah penurunan kualitas hidup yang mereka alami. Melepaskan proyeksi dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran adalah pilihan terbaik. Menjalani kehidupan sebaik-baiknya dan melihat dari sudut pandang lebih luas terhadap kematian adalah salah satu cara untuk membantu proyeksi ini berhenti karena Anda dapat yakin bahwa hal-hal tersebut akan tertangani dengan baik.

Sulit untuk menerima kenyataan dengan melihat gambaran lebih luas saat orang yang dicintai meninggal. Jangan mencoba untuk merasionalisasi dan menentukan mengapa kematian terjadi, yang terbaik adalah untuk mempertimbangkan bahwa ada gambaran yang jauh lebih besar dalam kehidupan. Kita semua memiliki peran untuk dimainkan dalam drama kehidupan, meskipun kita mungkin tidak sepenuhnya memahami peran kita. Seringkali kematian orang yang dicintai adalah bagian dari pengalaman pembelajaran kita. Kita dapat belajar bagaimana untuk berduka, bagaimana untuk melepaskan, atau bahkan menjadi lebih memahami arti kehidupan dengan menjadi spiritual.

Bagi banyak budaya kematian tidak dilihat sebagai akhir kehidupan, tetapi pelepasan roh dari pelajaran sementara di bumi. Dalam beberapa budaya kematian ini sering diakui sebagai bagian dari perjalanan hidup, sehingga kehidupan di sisi lain adalah kehidupan yang benar-benar indah. Bahkan untuk mereka yang mungkin tidak memiliki pandangan yang sama tentang kematian dan akhirat, menghabiskan waktu untuk gelisah dan mengkhawatirkan tentang kematian, akan merampas sebagian besar waktu yang Anda miliki di sini. Nikmati hidup Anda, pastikan kehidupan tersebut diisi dengan kebahagiaan, cinta, dan hal-hal yang menyenangkan untuk menghabiskan hari-hari Anda. Jangan lagi mengkhawatirkan bagian dari kehidupan Anda, dimana Anda tidak memiliki kendali atasnya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."