Apakah Ada Perbedaan antara Prekognisi dan Déjà vu?Pernah punya ‘penglihatan’ suatu kejadian yang akan terjadi? Pernah juga mengalami perasaan pernah berkunjung ke suatu tempat, melakukan pekerjaan sebelumnya, tetapi tidak benar-benar yakin tentang hal itu? Nah, Anda tidak sendirian! Baca semuanya tentang prekognisi dan Déjà vu dalam tulisan berikut.

“Mental manusia itu seperti sebuah gunung es yang terapung di samudera. Di mana yang nampak di permukaan hanya sebagian kecilnya saja, sedangkan 90 persennya ada di dasar lautan” ~ Sigmund Freud

prekognisi, deja vuBegitulah seperti yang dikatakan Sigmund Freud, pakar psikoanalisis! Bahkan pemikiran besar yang meletakkan dasar psikologi klinis seperti yang kita kenal sekarang tidak bisa menggambarkan, relung gelap dari jiwa manusia. Hal ini mengacu pada pikiran manusia yang tak terukur kapasitasnya, dimana menyimpan banyak fenomena psikis luar biasa yang terkunci pada sudut yang kabur. Yang membuat saya tertarik ingin mengkaji lebih dalam untuk hal yang luar biasa ini, apakah tentang fenomena paranormal bersifat spiritual atau hanya faktor psikis pada orang-orang tertentu yang mempunyai kemampuan psikis saja? Nah, meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang pesat, kita masih harus menunggu selama sekitar satu abad atau lebih untuk benar-benar membuka tabir misteri tentang jiwa manusia.

Subjek kita disini untuk membahas tentang prekognisi dan déjà vu. Dalam kedua kasus, ada perasaan tentang sesuatu seperti sudah dialami sebelumnya. Dengan tidak adanya pemahaman yang jelas tentang bagaimana hal ini bisa terjadi atau memang karena kurangnya bukti mutlak tentang fenomena ini, baik déjà vu dan prekognisi termasuk dalam lingkup parapsikologi. Sering disalahartikan, kedua istilah ini sebenarnya memiliki arti yang sangat berbeda satu sama lain. Mari kita memahami seperti apa fenomena psikis ini agar dapat memahami perbedaannya.

Apakah Prekognisi Sama seperti Déjà vu?



Tidak. Meskipun dua istilah ini fenomenanya agak mirip tetapi, prekognisi dan Déjà vu sama sekali tidak mirip satu sama lain. Mari kita lihat kedua fenomena ini satu per satu.

Prekognisi
Precognition (Prekognisi) artinya mengetahui sebelum melihat. Diambil dari dua kata, ‘Pre’ yang berarti Sebelum dan ‘Kognisi’ yang berarti Kesadaran. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah ‘weruh sadurunge winarah’. Pada dasarnya, prekognisi adalah sebuah firasat (premonition) tertentu atau kesadaran akan sesuatu yang belum terjadi. Jika “pengetahuan” itu dinyatakan atau diungkapkan secara lisan atau tertulis, maka ucapan atau tulisan itu disebut ramalan. Ramalan sendiri diartikan sebagai uraian yang menyatakan akan terjadinya sesuatu di kemudian hari. Berdasarkan pengertian tersebut maka ada perbedaan makna yang jelas antara keduanya. Prekognisi tidak dapat disebut ramalan sepanjang pengetahuan itu tidak dinyatakan, sedangkan ramalan tidak selalu hasil prekognisi.

Prekognisi lebih berkonotasi gaib, sedangkan ramalan tidak. Prekognisi hanya dimiliki oleh orang-orang khusus, yaitu orang-orang yang memiliki kemampuan paranormal. Sebaliknya, meramal bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kemampuan intelektual untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa mendatang, berdasarkan hasil analisis keadaan yang pernah dan sedang terjadi. Kemampuan intelektual itu biasanya diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman.

Déjà vu
Pernah pergi berlibur ke beberapa tempat wisata yang eksotis untuk pertama kalinya, tetapi Anda merasa tempat ini sudah tidak asing bagi Anda? Nah, itulah déjà vu. Déjà vu adalah istilah Perancis yang jika diterjemahkan ke bahasa Inggris, secara harfiah berarti sudah melihat. Déjà vu adalah ketika Anda bertemu seseorang untuk pertama kalinya dan Anda merasa telah melihat orang itu sebelumnya, tapi tidak ingat kapan, di mana atau siapa orang tersebut. Déjà vu juga terjadi ketika Anda mengalami situasi tertentu pertama kalinya dan tiba-tiba, Anda mengingat-ingat bahwa semua ini telah terjadi sebelumnya dengan kondisi yang sama! Pada dasarnya itu, déjà vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang Anda alami di masa sekarang telah terjadi dalam cara yang sama di masa lalu. Tidak seperti prekognisi, Déjà vu ada hubungannya dengan kejadian di masa depan. Baca juga Apa Sebenarnya Deja vu dan Jenisnya?.



Sekarang sudah kita pelajari implikasi yang tepat dari kedua istilah tersebut untuk melihat perbedaannya. Prekognisi adalah persepsi tentang melihat kejadian di masa depan pada masa sekarang, sedangkan Déjà vu adalah persepsi tentang situasi sekarang, tetapi memberikan kesan bahwa sudah terjadi di masa lampau, meskipun kesan yang ditangkap tidak begitu jelas. Kedua fenomena ini ada di masa sekarang, tetapi satu berkaitan dengan hal atau keadaan masa depan, yang lain berkaitan dengan kondisi sekarang yang telah terjadi di masa lalu. Semoga tulisan jelek ini memberikan sedikit pengetahuan untuk Anda.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."