Bagikan :

cinta atau nafsu, membedakan cinta dan nafsuApakah Ini Cinta Atau Hanya Nafsu?Apakah Anda bingung, tidak dapat memahami apakah hubungan yang sedang Anda jalani sekarang adalah cinta yang sebenarnya ataukah hanya perasaan tergila-gila saja? Apakah Anda kadang-kadang bertanya-tanya, bisakah membawa hubungan sekarang ke jenjang yang lebih serius akan menjadi cara yang baik? Karena Anda benar-benar tidak yakin dengan cinta yang Anda jalani, ada faktor-faktor tertentu yang Anda butuhkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sebelum menyimpulkan apa sebenarnya cinta atau nafsu. Kemudian Anda dapat mengambil keputusan yang sesuai.

Membedakan Antara Cinta dan Nafsu

Ini adalah ‘Nafsu’ jika…

1. Anda hanya berfokus pada keindahan tubuh dan ketampanan/kecantikan fisik saja. Jika itu adalah cinta pada pandangan pertama, cobalah untuk mencari tahu apa sebenarnya yang membuat Anda jatuh cinta padanya. Apakah itu pesonanya? Apakah itu perilakunya? Apakah itu senyumnya? Atau itu hanya paras wajah dan keindahan fisik? Apakah Anda benar-benar melihat kepribadiannya dan mengevaluasi karakteristiknya secara keseluruhan? Apakah Anda tahu jika ia memiliki ketulusan hati? Jika tidak, itu pasti hanya nafsu.

2. Anda hanya terus membayangkan fisiknya saja. Anda selalu berfantasi tentang saat-saat paling intim yang akan Anda habiskan dengan dia dan benar-benar tidak peduli tentang semua hal-hal positif lain yang Anda lakukan bersama. Jika segala sesuatu yang Anda lakukan adalah hanya seputar kontak fisik saja (mengarah ke syahwat), maka Anda tidak benar-benar jatuh cinta padanya. Anda hanya tertarik dalam hubungan fisik yang tentunya akan cepat pudar dari waktu ke waktu.

3. Anda hanya memikirkan kebahagiaan sesaat saja, tanpa memikirkan mau dibawa kemana nantinya hubungan Anda. Lebih cenderung memilih tempat kencan yang sepi dan tidak begitu ramai dikunjungi orang lain. Fokus utama Anda adalah seks, dangan mengatasnamakannya dengan CINTA. Tapi cinta sejati melibatkan persahabatan dan ketulusan, tidak mudah menyerah oleh keadaan. Sedangkan nafsu, tidak bisa dengan baik menerima cobaan hubungan yang ada. Jika hal seperti ini tidak terjadi dalam hubungan Anda, maka sudah pasti itu adalah nafsu.



Ini adalah ‘Cinta’ jika…

1. Anda ingin menghabiskan waktu yang berkualitas dengan dia. Waktu yang Anda habiskan bersama adalah sesuatu yang benar-benar Anda hargai dan selalu nantikan. Anda tidak hanya tertarik pada keindahan fisik dia, tapi selalu ingin menemani dia melewati saat-saat bahagia dan sedih, maka Anda sedang jatuh cinta.

2. Anda memotivasi dirinya sebagai pribadi dan begitu juga sebaliknya. Jika Anda terus-menerus mendorong demi kesuksesan karirnya dan membuatnya tetap termotivasi untuk mencapai tujuan dan ia juga melakukan hal yang sama untuk Anda, maka Anda sedang jatuh cinta. Jika kegembiraannya memberikan kebahagiaan untuk Anda dan Anda ikut bersedih ketika ia terluka, Anda mencintainya dan sudah pasti tidak hanya nafsu.



3. Anda senang memiliki waktu percakapan dengan dia dan benar-benar menikmati mendengarkan apa yang dia katakan. Anda ingin menghabiskan waktu yang sangat berkualitas dengan dirinya. Dia tidak berpikir panjang ketika Anda memintanya memperkenalkan dengan kedua orang tuanya. Jika Anda menikmati pembicaraan yang positif, maka tidak diragukan lagi Anda sedang jatuh cinta. Dalam kasus nafsu, kecenderungannya adalah menghindari pembicaraan untuk hal-hal yang bersifat lebih serius. Jika Anda sering berbagi cerita dan pengalaman dengan dia, tentang hari-harinya, dan saling mendengarkan perasaan masing-masing, maka Anda sedang jatuh cinta.

Oleh karena itu, dengan menentukan dimana tepatnya hubungan yang sedang Anda jalani sekarang, Anda akan menyadari apakah itu cinta atau hanya nafsu sesaat saja. Nafsu sering menjadi candu di dalam cinta yang bisa menghalangi penglihatan dalam mencapai tujuan dan arah hubungan. Jadi, segeralah mengambil keputusan bijaksana, yang tidak hanya didorong oleh impuls Anda.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."