Bagikan :

reinkarnasi, cerita reinkarnasi
Apakah Reinkarnasi Memang Nyata?Reinkarnasi adalah topik yang memang membuat banyak orang penasaran. Mengapa topik itu menarik minat orang di seluruh dunia, dan mengapa semakin banyak orang benar-benar percaya bahwa itu nyata? Nah, jawabannya tidak semudah mampu diterima akal, tapi saya mencoba untuk menyajikan dari banyak sisi perdebatan tentang filosofi kepercayaan yang dianggap ‘merinding’ banyak orang ini.

Tahukah Anda?
Sekitar 25% orang Amerika percaya pada reinkarnasi, dan satu dari sepuluh orang mengaku memiliki ingatan tentang pengalaman yang berhubungan dengan kehidupan masa lampau (Past Life Regression).

Kata reinkarnasi berasal dari bahasa Latin berarti “lahir kembali” atau “kelahiran semula”. Hal ini telah menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. Kemungkinan bahwa kematian bukanlah akhir, masih ada kehidupan lagi, kesempatan kedua, menjadikan konsep reinkarnasi sangat menarik untuk sebagian besar.

Tapi apakah reinkarnasi benar-benar nyata? Apakah ada penjelasan ilmiah untuk reinkarnasi? Bagaimana dengan beberapa laporan di kehidupan nyata? Dan bagaimana agama melihat tentang reinkarnasi? Temukan jawaban untuk semua pertanyaan ini, dan masih banyak lagi, dalam artikel ini.

Apa itu Reinkarnasi?
Menurut konsep reinkarnasi, kelahiran kembali bukanlah hal yang berdiri sendiri. Namun ada kepercayaan mengenai hukum sebab-akibat/karma dan kepercayaan mengenai berbagai alam kehidupan selain alam manusia.

Hukum sebab-akibat (karma) yang bersumber dari pikiran, ucapan, perbuatan akan menentukan jalur ke kehidupan selanjutnya sedangkan adanya berbagai alam lain (alam neraka, surga, peta, asura, hewan, brahma, manusia), merupakan penanda bahwa makhluk-makhluk di semua alam itu tidak kekal, melakukan karma, menciptakan sebab akibat, ada kelahiran dan kematian. Terus berulang, tanpa awal dan tanpa akhir. Dapat terlahir di alam manapun setelah kematiannya, sesuai kekuatan perbuatannya (baik/buruk). Karma kehidupan sebelumnya adalah energi atau bahan bakarnya.

Alam kehidupan setelah kematian adalah konsep alam yang merupakan bagian penting dari identitas individu atau kesadaran yang terus berlanjut keberadaanya bahkan setelah kematiannya. Mungkin lebih dalam bentuk jiwa atau roh, atau individu mungkin akan terlahir kembali dalam bentuk makhluk hidup lain. Perwujudan dari roh menjadi bentuk baru ini yang dikenal sebagai reinkarnasi. Menurut konsep ini, roh individu dapat memulai hidup baru di tubuh baru setelah kematian biologis individu tersebut.

Reinkarnasi Menurut Keyakinan Agama

Hindu
Reinkarnasi adalah keyakinan yang tidak terpisahkan dalam agama Hindu. Hal ini disebut Punarbawa atau Samsara. Jiwa atau Atma kita terikat dengan dunia fisik karena karma terdahulu. Selama karma masih melekat pada Atma, pasti kita terjebak dalam siklus reinkarnasi. Kecuali hukum karmanya sudah habis maka Atman akan menyatu dengan Brahman ini yang disebut dengan Moksa. Dalam agama Hindu, bagaimana kita dilahirkan dalam kehidupan berikutnya adalah sepenuhnya tergantung pada perbuatan kita dalam kehidupan ini. Dan, setiap orang akan membawa karma-karmanya terdahulu, apakah karmanya baik atau buruk.

Buddha
Buddha mengajarkan kelahiran kembali (Rebirth), ini berbeda dengan konsep reinkarnasi. Karena dalam ajaran Buddha, roh/jiwa yang menyatakan kesejatian-diri tidak ber-transmigrasi begitu saja dari satu tubuh, setelah kematian, kedalam tubuh baru pada kelahiran berikutnya.

Dalam pandangan Buddha Dhamma adalah hanya merupakan perpaduan dari Panca Khandha yang saling bekerja sama secara erat satu sama yang lain. Tidak ditemukan suatu atma/atta atau roh yang kekal dan abadi.

Panca berarti lima dan Khandha berarti kelompok/kumpulan. Jadi Panca Khandha berarti lima kelompok pembentuk kehidupan, namun dilain kesempatan dalam pengajaranNya, Sang Buddha juga menyebutnya sebagai Lima Kelompok Kemelekatan.

Apakah Lima Kelompok Kemelekatan itu? Mereka adalah kelompok kemelekatan bentuk (rupakkhandha), kelompok kemelekatan perasaan (vedanakkhandha), kelompok kemelekatan pencerapan (sannakkhandha), kelompok kemelekatan bentuk-bentuk pikiran (sankharakkhandha), dan kelompok kemelekatan kesadaran (vinnanakkhandha).

Agama Hindu dan Buddha mengajarkan mengenai karma sebagai hukum sebab akibat. Namun menurut ajaran Buddha, tidak semua karma terbawa kedalam kehidupan yang berikutnya, hanya dampak karma yang melampaui masa hidup terdahulu saja yang berpengaruh menentukan bentuk kelahiran berikutnya.

Dalam ajaran Tao juga didapati mengenai reinkarnasi yang berbeda konsep dengan ajaran Hindu dan Buddha. Menurut Tao, reinkarnasi tak lain adalah wujud keberadaan tanpa batas, suatu kesinambungan, yang tidak dimulai dengan kelahiran tidak berakhir dengan kematian.

Kristen
Kristus mengajarkan mengenai kelahiran kembali, tetapi bukan dalam tubuh yang lain, bukan pula dalam kehidupan masa yang lain. Kelahiran kembali yang diajarkan adalah hidup sebagai manusia baru yang beriman kepada Tuhan, dalam tubuh yang sama dan dalam kehidupan masa yang sama.

Agama Nasrani pada dasarnya tidak mengenal reinkarnasi, hanya sekali saja kehidupan untuk setiap orang. Setelah kematian raga, yang pertama dan yang terakhir, semua roh-roh akan menghadapi penghakiman, yang memisahkan antara pengikut-Nya dan yang menolak-Nya. Tidak ada kesempatan kedua untuk hidup di bumi.

Namun demikian tidak semua penganut agama Nasrani menolak sama sekali pemikiran mengenai reinkarnasi. Ada sekte-sekte Gereja mempercayai terjadinya reinkarnasi dan bahwa bagi Tuhan hal demikian adalah mungkin. Penelitian menunjukkan, bahwa lebih dari seperempat umat Nasrani dunia mempercayai terjadinya reinkarnasi.

Islam
Umat Islam merasa bahwa reinkarnasi itu tidak diajarkan dalam Islam. Bahkan pandangan tentang reinkarnasi dianggap bid’ah atau pandangan sesat. Hal ini dapat dimengerti, karena reinkarnasi tidak dijelaskan secara eksplisit di dalam Al- Qur’an. Untuk dapat memahaminya kita harus benar-benar serius dalam menelaah ayat-ayat Al- Qur’an maupun Hadis.

Reinkarnasi itu ayat mutasyabihat. Kelahiran kembali itu diungkapkan dalam Al- Qur’an secara tersamar. Ayat-ayatnya harus dipikirkan dan direnungkan dalam-dalam. Kalau tidak dipikirkan masak-masak, pasti akan terjerumus pada penerjemahan atau penafsiran yang menyimpang.Ayatnya tidak disampaikan secara berurutan atau sering diselipkan di berbagai topik kehidupan. Makanya, kalau kita tidak jeli membacanya akan kecele.

QS 16:70 – “Allah menciptakan kamu. Kemudian, Allah mewafatkan kamu (mengakhiri hidupmu di bumi ini), dan di antara kamu ada yang dikembalikan pada umur yang paling lemah, agar dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui dan Mahakuasa.”

QS 16:77 – “Dan kepunyaan Allahlah segala yang gaib di langit maupun di bumi. Dan, tidaklah perintah kebangkitan itu selain sekejap mata atau lebih cepat. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

QS 16:78 – “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan, Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan fuad agar kamu dapat bersyukur.”

Pada umumnya orang yang hidup di bumi ini berakhir dengan kematian. Tentu saja, ada yang benar-benar telah wafat alias telah sempurna hidupnya, sehingga tidak dilahirkan kembali di bumi ini. Tapi, kebanyakan manusia itu dilahirkan kembali. Jika pada ayat diatas masih samar-samar dan memerlukan kejelian dalam membacanya, maka pada Surah Yasîn ayat 68, hal reinkarnasi itu lebih jelas lagi. Bunyi terjemahan ayatnya,


“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan hidupnya niscaya Kami kembalikan pada kejadiannya. Apakah mereka itu tidak memikirkannya?”





Perhatikan, pemanjangan hidupnya di bumi ini niscaya diikuti dengan kembalinya pada kejadiannya. Yaitu, dilahirkan sebagai bayi. Apa arti dikembalikan pada “kejadian”. Bukankah kejadian manusia itu berawal dari seorang bayi?dan ini mengacu kepada kehidupan yang berulang atau kelahiran kembali.

Reinkarnasi Menurut Spiritualis
Kebanyakan orang spiritual percaya pada reinkarnasi. Mereka tidak menganggap reinkarnasi merupakan suatu dogma ajaran agama, hal ini lebih tentang berpindahnya di alam yang berbeda untuk mencapai tahap tertinggi perkembangan spiritual. Setelah kematian, jiwa kita memasuki tingkat vibrasi yang berbeda. Tergantung pada tindakan kita dalam hidup kita, jiwa kita berjalan melalui proses transformasi menjadi lebih bersifat pembersihan dan pemurnian. Dan, ini juga melibatkan siklus hidup dan mati.

Apa Tanggapan Sains tentang Reinkarnasi
Sains tidak percaya pada reinkarnasi, itu benar-benar keliru. Ada banyak alasan untuk hal ini, yang paling menonjol adalah bahwa sama sekali tidak ada bukti untuk mendukung keberadaan reinkarnasi. Selain beberapa pengalaman pribadi, tidak ada cara untuk mencapai kesimpulan apapun dalam hal ini.

Ilmu pengetahuan telah menghilangkan sebagian besar fakta yang benar sebagai kajian palsu, atau tidak cukup kuat bukti untuk membuktikan apa-apa. Beberapa dari narasumbernya telah disebut sebagai ingatan yang mengada-ada atau bahkan penipu untuk mengambil keuntungan dan sensasi.

Ilmu sains hanya percaya bahwa kematian biologis adalah akhir mutlak dari makhluk hidup, dan tidak ada lagi bagian non-fisik atau roh.

Ian Stevenson dan Penelitiannya
Ian Stevenson dikenal untuk penelitian yang luas dengan berfokus pada reinkarnasi dan regresi kehidupan masa lalu. Ia melakukan perjalanan di seluruh dunia, dan menyusun laporan sekitar 3000 anak-anak, yang mengaku mengingat kehidupan masa lalu mereka.

Meskipun komunitas ilmiah telah mengabaikannya, dan memanggilnya dengan sebutan ‘orang jenius yang mudah ditipu’, karyanya memang sangat menarik.

Anak-anak cenderung mengingat kejadian masa lalu antara usia 2 – 4 tahun, dan kenangan berangsur memudar setelah 8 tahun. Ada penyakit tertentu, ketakutan, tanda yang tidak dapat dijelaskan, dan dianggap sebagai tanda dari kehidupan masa lalu.

Ada kasus di mana anak-anak berbicara dalam bahasa yang sama sekali tidak mereka kenal atau instrumen yang belum mereka tahu sebelumnya.

Cerita Kehidupan Nyata Reinkarnasi

Ryan Hammons
Ketika Ryan baru berumur 4 tahun, dia mulai menceritakan kepada ibunya, Cyndi untuk membawanya ke rumah dan keluarga yang sebenarnya. Ibunya bingung karena mereka tidak memiliki rumah lainnya. Dia bercerita tentang rumahnya di Los Angeles dan mengaku ia adalah seorang penari di Hollywood pada 1920-an. Ia membuat Cyndi melakukan investigasi dan untungnya, mereka menemukan gambar penari yang diakui Ryan adalah dirinya sendiri. Akhirnya, Ryan mencatatkan semua ingatannya, dan 55 dari pernyataannya terbukti benar. Profesor Jim Tucker membantu mereka. Kosakata Ryan berubah drastis ketika berbicara tentang kehidupan masa lalunya, deskripsi yang jelas tentang rumahnya, pekerjaannya, dan cara dia meyakini bisa menunjukkan masa lalu dirinya hidup merupakan faktor penting dalam ceritanya.

Edward Austrian
Edward berusia 4 tahun menceritakan kisahnya pada ibunya tentang Perang Dunia I. Dia bahkan mampu memberi rincian kematiannya. Rupanya, ia adalah seorang tentara yang ditembak tepat di tenggorokan. Dia selalu mengeluh sakit tenggorokan, dan amandelnya telah diambil. Tapi, rasa sakit tidak kunjung pergi. Anehnya, rasa sakit itu hilang setelah mengingat kematiannya dalam kehidupan masa lalunya, yang menjadikan dokter bingung.

Imad Elawar
Seorang anak biasanya mengucapkan “ibu” atau “ayah” sebagai kata-kata pertamanya, atau yang akrab, tapi Imad berbicara dua nama “Jamileh” dan “Mahmoud”. Aneh, kan? Dia mengatakan kepada orang tuanya tentang desa dan keluarga sebenarnya. Dengan bantuan dari Dr. Ian Stevenson, mereka mampu mengkorek banyak informasi tentang pernyataan Imad di kehidupan masa lalunya. Mahmoud adalah pamannya dan Jamileh kekasihnya dalam kehidupan masa lalunya. Dia menemukan mereka dalam album foto.

Ruth Simmons
Setelah melalui terapi regresi kehidupan masa lalu, Ruth Simmons bisa mengingat banyak detail kehidupan masa lalunya. Dia mulai berbicara dalam bahasa Irlandia, dan mengatakan bahwa nama sebenarnya adalah Bridey Murphy. Dia mengingat banyak kenangan, tapi sayangnya hanya nama dua orang dan toko makanannya, yang bisa dibuktikan. Kisahnya sangat populer dan dibuat menjadi sebuah film.

Cameron Macaulay
Cameron punya cerita menarik, karena ia menyatakan bahwa ia memasuki rahim ibunya melalui lubang. Dia mulai berbicara tentang rumah bercat putih di tepi pantai ketika ia berusia 2 tahun. Dia ingin kembali ke rumah di pulau Baraa itu dan bertemu ibu yang sebenarnya. Semakin lama dia memiliki keinginan dan kerinduan kuat yang membuat ibunya membawanya ke pulau Barra, di mana ia mengaku telah hidup sebelumnya. Di sana mereka menemukan rumah bercat putih di tepi pantai, dan banyak ingatannya yang terbukti benar.

Parmod Sharma
Bayangkan ketika berusia 2 tahun dia mengatakan ibunya tidak bisa memasak untuknya, padahal istrinya dulu bisa melakukan itu. Ini yang terjadi dengan Parmod, yang menyatakan bahwa ia memiliki bisnis kue dan air mineral yang disebut “Mohan Bersaudara”. Saat berusia empat tahun ia tidak pernah makan yogurt karena ia percaya bahwa yogurt dapat membunuhnya. Dia berbicara tentang kehidupan masa lalunya dengan yakin sehingga keluarganya memutuskan untuk membawanya ke kampung halamannya, Moradabad. Di sana, sebagian besar pernyataannya terbukti benar, dan ia mengungkapkan bahwa ia mengembangkan masalah pencernaan karena terlalu banyak makan yogurt dalam kehidupan masa lalunya. Inilah yang akhirnya menyebabkan kematiannya.

Apakah Reinkarnasi Memang Nyata?
Reinkarnasi telah menjadi topik perbincangan untuk alasan yang sangat sederhana bahwa sebenarnya kita tidak bisa membuktikan bahwa itu ada, dan tidak juga dapat kita buktikan bahwa itu tidak ada. Nah, paling tidak belum. Orang-orang yang mampu mengingat kehidupan masa lalu mereka jelas percaya, dan juga banyak orang yang beragama termasuk saya sendiri. Tapi, yang paling penting agar memahami reinkarnasi sebagai konsep universal saja daripada memandang melalui lingkup agama tertentu. Alam semesta ini luas, dan ada begitu banyak hal atau kejadian yang kita tidak tahu. Pencarian kita sebagai makhluk spiritual tidak akan pernah berakhir, dan apa yang kita dapat temukan di masa depan tidak dapat kita prediksi.

Hal ini dianggap bahwa ada dimensi yang berbeda dari keberadaan kita. Kebanyakan percaya bahwa ada 7 tingkat atau tahapan. Sayangnya, kita tidak bisa, bahkan memahami apa yang terjadi setelah kematian, kecuali kita mati. Bahkan ilmu pengetahuan belum mampu secara konkret membuktikan apa-apa tentang reinkarnasi. Untuk saat ini, cerita dan pengalaman orang-orang, didokumentasikan sebagai langkah antisipasi, dan setelah memastikan kebenarannya, berarti reinkarnasi bisa dibuktikan.

Jadi apa yang Anda pikirkan? Apakah Anda pernah punya pengalaman aneh atau ingatan apa saja yang berhubungan dengan kehidupan masa lalu Anda? Berbagilah cerita dengan saya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."