puasa, manfaat puasa

Bagaimana Puasa Meregenerasi Sistem Kekebalan Tubuh SepenuhnyaPuasa, atau proses tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam jangka waktu yang ditetapkan, telah menjadi bagian dari budaya kita selama ribuan tahun. Kristen, Muslim, Yahudi, Sikh, Buddha, dan orang-orang dari agama lain telah berlatih puasa sejak awal pengetahuan. Bagi banyak orang, puasa adalah suatu bentuk meditasi yang mendalam dan penyembuhan spiritual, tetapi ilmu pengetahuan modern baru-baru ini mulai berpikir bahwa manfaat dari puasa jauh lebih dari itu.

Bisakah kita menghitung manfaat kesehatan dari puasa? Puasa mempengaruhi setiap bagian dari keberadaan kita, terlepas dari pandangan dari sisi agama. Nah, sudah banyak bukti menunjukkan bahwa puasa biasa (sunnah atau kepentingan kesehatan lain) selama periode tertentu adalah hal yang baik.

Puasa semakin populer selama bertahun-tahun di belahan dunia manapun, terutama di kalangan komunitas kesehatan. Sementara sebagian besar praktisi kesehatan takut untuk merekomendasikan mengurangi makan karena stigma yang terlibat, tapi masih tidak bisa menutupi manfaat yang luar biasa dari puasa bila digunakan dengan bijaksana.

Ketika kita berhenti memanjakan perut di dunia modern seperti sekarang ini, meskipun untuk beberapa saat, hidup dan prioritas kita menjadi lebih jelas.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Southern California menunjukkan bahwa puasa secara rutin dapat membantu mencegah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh dan dapat menghasilkan sel-sel induk hematopoietik yang menghasilkan sel-sel darah dan meregenerasi sel-sel kekebalan tubuh.

Rutin berpuasa selama 2-4 hari pada periode waktu selama enam bulan juga ditemukan dapat bermanfaat menghancurkan sel-sel sudah tua dan aus/rusak. Ini secara teoritis dapat diterapkan untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, karena kemoterapi membunuh sel-sel kanker dan setiap jenis penyakit lain dari sel dalam tubuh Anda juga. Puasa bisa membantu memerangi efek samping kemoterapi.

“Kita tidak bisa memprediksi bahwa puasa berkepanjangan akan memiliki efek yang luar biasa dalam mempromosikan regenerasi berbasis sel induk dari sistem hematopoietik,” tulis Edna M. Jones, seorang profesor Gerontologi dan Ilmu Biologi di USC Davis School of Gerontology.

“Ketika Anda merasa haus dan lapar, sistem tubuh mencoba untuk menghemat energi Anda, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel-sel kekebalan tubuh yang tidak diperlukan, terutama yang sudah rusak,” tambah Valter Longo, direktur dari USC Longevity Institude. “Apa yang mulai kita lihat dalam penelitian ilmiah, baik sistem tubuh hewan dan manusia bahwa jumlah sel darah putih diamati mengalami penurunan dengan puasa berkepanjangan. Kemudian ketika Anda kembali makan, sel-sel darah kembali normal. Jadi kita mulai berpikir, ternyata luar biasa efek dari puasa?”

“Ada beberapa data yang menarik di sini,” kata Dr Graham Rook, profesor emeritus imunologi di University College London. “Memang tampaknya bahwa puasa mengurangi jumlah dan ukuran sel dan kemudian saat kita kembali makan pada 72 jam akan kembali normal. Sebenarnya puasa berguna karena memang itu bukan waktu yang lama tapi akan sangat berbahaya bagi seseorang dengan penyakit kanker. Tapi saya pikir cara yang paling masuk akal dengan mensintesis efek ini dengan obat. Saya tidak yakin puasa adalah ide yang terbaik, tapi orang-orang lebih baik makan secara teratur dan tidak berlebihan.”



Meski beberapa ilmuwan masih skeptis tentang penelitian ini, setidaknya ketika kita ‘mengistirahatkan perut’ dengan tidak makan apa-apa hanya untuk satu hari telah terbukti membantu tubuh membersihkan racun dan kembali mengatur fungsi organ-organ lain dari tubuh seperti hati, ginjal, dan bagian lain seperti sedia kala.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."