Bed Rest Selama KehamilanIbu hamil memang disarankan agar banyak-banyak istirahat. Namun, bukan berarti mereka harus berbaring saja di tempat tidur dan tidak melakukan kegiatan apa-apa. Sebab, bed rest selama hamil justru tidak baik bagi kehamilan dan proses persalinan ibu nantinya.

bed rest, kehamilan, istirahat selama kehamilan

Dalam studi yang diterbitkan di journal Obstetrics and Gynecology, dikatakan istirahat memang bisa jadi solusi untuk semua masalah saat kehamilan. Sebab, secara logika tidak terlalu banyak bergerak maka tubuh tidak terlalu lelah dan stres sehingga ibu bisa lebih mudah saat melahirkan.

“Istirahat bisa dikatakan sebagai senjata pamungkas yang dipakai banyak orang untuk menghindari kelahiran prematur, rasa sakit saat kontraksi, serta komplikasi kehamilan lainnya,” papar dr Ronald Thomas dari divisi maternal foetal medicine di West Penn Allegheny Health System.

Terlalu Banyak Istirahat Kurang Baik Bagi Ibu Hamil

Tak hanya itu, terlalu banyak bed rest juga berpengaruh buruk pada kondisi fisik dan ekonomi ibu, demikian dikatakan chief of maternal foetal medicine di Magee-Womens Hospital, dr Hyagriv Simhan. Secara ekonomi, wanita hamil yang harus bed rest pasti akan mengalami kendala dalam masalah pendapatan.

Sedangkan, secara fisik, terlalu banyak bed rest saat hamil justru bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah serta percepatan atrofi otot serta demineralisasi tulang yang bisa berujung pada osteoporosis. Terlalu lama bed rest salah satunya dialami oleh Michelle Massucci.

“Saya diopname beberapa lama di RS dan kondisi fisik saya sangat memprihatinkan. Saya mengalami atrofi otot dan untuk menggerakkan kaki saja sangat kesulitan,” tutur Michelle.

Oleh karena itu, dr Thomas mengingatkan bukan berarti para wanita hamil harus terus-terusan di tempat tidur dan tidak beranjak kemana-mana. Hal yang perlu dilakukan adalah memodifikasi kegiatannya dan melakukan kebiasaan sehari-hari dengan waktu yang lebih singkat. Kecuali, jangan lakukan hal-hal yang sangat berbahaya misalnya membawa beban berat, sering naik dan turun tangga, atau bahkan mendaki gunung misalnya.



Dikatakan dr Shiman, dulu bisa saja masyarakat terbelenggu pemikiran bahwa bed rest satu-satunya cara untuk menghindari kelahirkan prematur atau komplikasi saat bersalin. Tapi sekarang tidak, dengan tubuh yang tetap aktif akan memperkuat kondisi ibu hamil sebagai persiapan persalinann.

“Kecuali untuk beberapa kondisi darurat misalnya ada kelainan pada ibu atau hipertensi sehingga gerak ibu harus dibatasi untuk mencegah naiknya tekanan darah,” pungkas dr Shiman.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."