stres, menstruasi, stres dan menstruasi

Bisakah Stres Menunda Menstruasi?Apakah Anda tahu bahwa stres dapat menyebabkan semakin parahnya ketidakseimbangan dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan? Dengan cara itu, apakah kemungkinan bahwa stres dapat menyebabkan keterlambatan menstruasi Anda? Dalam artikel berikut ini, kita akan melihat ke dalam kemungkinan fenomena itu dan memberikan jawaban atas masalah yang sama.

Tanda-tanda biasa yang muncul saat periode haid akan berlangsung, mendadak hilang. Yang aneh, Anda telah menghitung mens akan datang diperkirakan dalam jangka waktu 2-3 hari. Dan disaat yang sama, Anda sedang berada dalam kondisi stres memikirkan tugas-tugas kantor yang harus segera diselesaikan. 7 hari kemudian, seharusnya Anda sudah menstruasi ternyata tidak datang. Apa yang terjadi? Apakah stres menjadi penyebab tertundanya datang bulan?. Dalam artikel berikut ini kita akan mencoba untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini.

Pengaruh Stres pada Siklus Menstruasi



Bisa stres menyebabkan keterlambatan haid? Ya, itu bisa. Banyak wanita tidak tahu efek samping yang ditimbulkan stres dapat berpengaruh terhadap kesehatan mereka secara keseluruhan, dan bukan hanya siklus menstruasi mereka saja. Cara kerjanya adalah, stres dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimia dan hormon dalam tubuh dan dengan demikian mengakibatkan masalah kesehatan yang bervariasi seperti jerawat, sulit hamil, kenaikan berat badan, rambut rontok, mata cekung. Jadi ketika mengalami stres dan haid tidak teratur, ada hubungan yang lebih mendalam pada saat itu. Pada bagian berikut kita akan mencari tahu bagaimana kecemasan dan terlambat haid terhubung.

Cara kerja Siklus Normal Haid

Siklus menstruasi terdiri dari tiga fase :

1. Fase Folikuler adalah dimana kdar FSH ( Folicle Stimulating Hormone ) sedikit meningkat sehingga merangsang tumbuhnya 3 – 30 folikel ovarium ( kantung dinding telur ) yang masing – masing mengandung 1 sel telur.

2. Fase Ovulatior adalah dimana kadar LH ( Luteinizing Hormone ) meningkat dan folikel yang matang akan menonjol ke permukaan ovarium ( dinding telur ) untuk melepaskan sel telur ( ovulasi ). Sel telur biasanya dikeluarkan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjai peningkatan kadar LH. Dalam fase ini biasanya wanita mengalami gangguan nyeri pada perut bagian bawah, rasa itu bisa berlangsung dalam beberapa menit bahkan sampai beberapa jam.

3. Fase Luteal adalah lepasnya sel telur dari indung telur selama 14 hari, dan folikel ovarium ( kantung induk telur ) akan menutup kembali dan membentuk kopus luteum yang menghasilkan hormon progesteron dalam jumlah besar.

Tetapi perlu diketahui setelah 14 hari kropus luteum akan hancur dan selama dalam fase ini seorang wanita juga akan mengalami peningkatan suhu tubuh sampai siklus yang baru akan dimulai, keculai jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum akan menghasilkan HCG ( Human Chorionic gonadotropin ) hormon ini akan menjaga kropus luteum yang menghasilkan hormon progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendri. Fase Luteal biasanya ditandai sebagai fase bagi wanita yang ingin hamil.

Bagaimana Stres Menyebabkan Menstruasi Tertunda?



Stres memiliki hubungan langsung dengan produksi hormon dalam tubuh. Oleh karena itu jika seorang wanita stres, dapat menyebabkan untuk ketidakseimbangan dalam produksi hormon seperti estrogen, LH, dan hCG. Ini penting untuk siklus menstruasi, sehingga ketika ada ketidakseimbangan dan ada kurangnya tingkat yang benar hormon yang diperlukan, hal ini dapat menyebabkan penundaan pada periode. Sebuah periode tertunda biasanya muncul karena seorang wanita mengalami stres dalam fase folikuler dari siklus nya. Karena fase folikuler dapat bervariasi dari wanita dengan wanita, itu lebih mungkin terpengaruh oleh stres. Ketika dia mengalami stres dalam tahap siklus nya, itu menunda ovulasi dan karenanya periode berjalan. Tapi jika dia mengalami stres dalam fase luteal, mungkin belum tentu menunda periode karena ovulasi telah terjadi.

Bisakah stres menunda periode mens Anda? Pasti bisa, karena alasan yang telah disebutkan dalam artikel ini. Stres mengirimkan sinyal ke otak Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan oleh karenanya tubuh tidak berfungsi secara normal. Jadi ada ketidakseimbangan dan kekurangan yang menyebabkan bermacam-macam masalah kesehatan, menstruasi yang tidak teratur hanya salah satu dari masalahnya. Saya berharap Anda sekarang sudah mengerti bagaimana stres dan menstruasi sangat berkaitan. Dan pastikan Anda selalu menjalani gaya hidup yang sehat dan menjauhkan diri dari stres demi kesehatan Anda.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."