Bagikan :

bronkitis dan pneumonia, perbedaan bronkitis dan bronkopneumonia, pengertian bronkitis, pengobatan bronkitis
Bronkitis dan PneumoniaBronkitis dan pneumonia adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama mempengaruhi paru-paru dan sistem pernapasan. Bronkitis adalah peradangan pada saluran udara, sementara pneumonia ditandai dengan infeksi pada jaringan paru-paru. Temukan lebih lanjut tentang perbedaan antara dua kondisi ini melalui artikel Bramardianto.com berikut.

Bronkitis dan pneumonia adalah penyakit pernapasan, keduanya mempengaruhi sistem pernapasan, yang meliputi paru-paru, rongga pleura, tabung bronkial, trakea dan saluran pernapasan bagian atas. Meskipun memiliki beberapa kesamaan gejala umum, tapi ada perbedaan di antara dua kondisi tersebut. Bronkitis dapat dikontrol dengan bantuan obat-obatan, sedangkan pneumonia dianggap relatif serius, dan sulit untuk diobati.

Sebuah pengetahuan yang tepat untuk mengenali perbedaan antara kedua kondisi ini, sangat diperlukan untuk mendeteksi sejak dini dan melakukan langkah pengobatan. Hal ini dapat membantu mempercepat seluruh proses pemulihan. Jadi, mari kita cari tahu beberapa perbedaan penting antara kedua kondisi pernafasan ini, dan cara untuk mengobatinya.

Bronkitis vs Pneumonia

Definisi
Bronkitis adalah penyakit yang ditandai oleh peradangan pada bronkus atau saluran bronkial, yang membawa udara ke paru-paru. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, dan paparan iritasi seperti asap.
Pneumonia adalah infeksi pada jaringan paru-paru, yang dapat menyebabkan akumulasi cairan atau nanah dalam alveoli (kantung udara) paru-paru. Hal ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, parasit dan mikroorganisme lainnya.

  • Jenis
    Bronkitis ada dua jenis, akut dan kronis. Bronkitis akut biasanya berlangsung selama seminggu atau lebih, sedangkan bronkitis kronis dapat bertahan selama lebih dari tiga bulan. Bronkitis kronis adalah jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan biasanya ditandai dengan batuk yang berlangsung selama minimal 3 bulan dalam setahun, selama dua tahun berturut-turut.
  • Pneumonia ada beberapa jenis, seperti radang paru-paru, pneumonia bakteri, pneumonia komunitas, pneumonia nosokomial, pneumonia atipikal, pneumonia eosinofilik, pneumonia mikoplasma, radang paru-paru kimia, inhalasi atau pneumonia aspirasi, pneumonia debu, dll

Penyebab dan Faktor risiko
Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang bertanggung jawab menyebabkan pilek dan influenza dapat menyebabkan bronkitis akut juga. Pasien sering mengembangkan bronkitis akut bermula dari infeksi pernapasan akibat pilek atau lainnya.

  • Bronkitis kronis, disebabkan oleh iritasi jangka panjang dan peradangan pada bronkus, terutama karena menghirup asap. Merokok dianggap sebagai faktor risiko utama untuk kondisi ini. Bahkan paparan perokok pasif dapat meningkatkan risiko mengembangkan bronkitis kronis. Paparan debu dan asap beracun juga dapat menyebabkan bronkitis kronis, oleh iritasi epitel bronkial.
  • Pneumonia umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Jamur atau parasit, paparan polutan, dan menghirup zat-zat asing tertentu bisa juga menyebabkan pneumonia. Pasien bisa terkena pneumonia sebagai komplikasi dari sakit flu juga.

Bahan kimia dan cedera fisik pada paru-paru juga dapat menyebabkan pneumonia. Kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, merokok, paparan polutan tertentu dan bahan kimia, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan penggunaan jangka panjang kortikosteroid, dianggap sebagai faktor risiko utama pneumonia. Anak-anak leih mudah terserang pneumonia, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.



Gejala
Batuk adalah gejala utama dari bronkitis akut dan kronis, yang pada tahap awal, bisa berupa batuk kering. Batuk kering dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada, serta tulang rusuk dan perut. Dalam beberapa hari, seseorang bisa mengalami batuk produktif dengan dahak berwarna bening, abu-abu kekuningan, atau hijau. Batuk yang disebabkan oleh bronkitis akut dapat menetap selama beberapa hari, setelah semua gejala lainnya telah dilewati.

  • Dalam kasus bronkitis kronis, batuk dapat berlangsung selama berbulan-bulan, dan memburuk di pagi hari atau dalam cuaca basah. Batuk berlebihan kadang-kadang dapat mengiritasi dan merusak pembuluh darah kecil dari saluran udara dari paru-paru, yang dapat menyebabkan munculnya darah dalam dahak (hemoptysis). Mengi, kelelahan, dan demam ringan sampai sedang dan menggigil, adalah beberapa gejala lain dari bronkitis.
  • Pneumonia juga menyebabkan batuk. Batuk kering atau non-produktif biasanya diamati dalam kasus radang paru-paru, yang mungkin secara bertahap memburuk menjadi batuk produktif. Dalam kasus pneumonia bakteri, seseorang bisa mengalami batuk yang menghasilkan dahak berwarna hijau, seperti nanah, atau berwarna seperti karat. Nyeri dada juga bisa dialami saat batuk. Pada tahap awal, pneumonia memiliki gejala seperti flu.

Demam tinggi adalah gejala umum lain dari pneumonia, karena ada infeksi di paru-paru. Demam dapat disertai dengan menggigil dan gigi gemeretak. Gejala lain termasuk, kesulitan bernafas, nyeri dada saat mengambil napas dalam-dalam, berkeringat, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, palpitasi, mual dan muntah. Pada kasus yang parah, warna kulit bisa berubah, karena oksigenasi darah yang buruk.

Diagnosa
Diagnosa dari kedua penyakit dimulai dengan pemeriksaan sampel dahak dari pasien, untuk mendeteksi apakah penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus. Selain ini, CT-Scan dada juga dilakukan, jika ditengarai adanya indikasi pneumonia. Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah putih, karena menyediakan informasi penting mengenai tingkat keparahan dan jenis infeksi. Tingkat neutrofil yang lebih tinggi menunjukkan infeksi bakteri, sedangkan peningkatan tingkat limfosit dapat menunjukkan infeksi virus.

Tes fungsi paru adalah tes lain, yang digunakan untuk diagnosa bronkitis. Tes ini mengukur seberapa baik paru-paru bekerja. Kadang-kadang, bronkoskopi dilakukan dalam kasus pneumonia untuk memeriksa saluran udara. Tes invasif ini biasanya dilakukan jika kondisi pasien memburuk selama pengobatan, atau jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang terancam, karena kondisi medis tertentu yang mendasari.

Pengobatan
Jika bronkitis disebabkan oleh bakteri, maka dapat diobati dengan antibiotik. Namun, jika disebabkan oleh infeksi virus, maka infeksi biasanya hilang dengan sendirinya. Dalam kasus bronkitis kronis, inhaler dan obat-obatan untuk mengurangi peradangan pada saluran udara dapat diresepkan oleh dokter Anda. Rehabilitasi paru, yang merupakan program latihan pernapasan, juga dianjurkan untuk penderita bronkitis kronis.

Pneumonia bakteri diobati dengan bantuan antibiotik, sedangkan untuk radang paru-paru, dokter dapat meresepkan obat antivirus. Jika pneumonia menyebabkan demam tinggi, maka antipiretik digunakan untuk mengurangi suhu tubuh. Obat batuk juga dianjurkan untuk mengurangi dada sesak.

Meskipun bronkitis dan pneumonia adalah penyakit umum di antara semua kelompok usia, gejala ditemukan lebih parah pada orang tua dan menderita penyakit kronis. Pengobatan dan pemulihan yang tepat sebagian besar tergantung pada penentuan penyebab pasti, yaitu apakah disebabkan oleh bakteri, virus, atau faktor lainnya.

Disclaimer : Artikel Bramardianto.com ini adalah untuk tujuan informatif saja, dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti saran medis profesional.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."