Cara Hindari Smart Pricing Google Adsense – Hari ini saya ingin membahas topik yang belum saya bahas sama sekali, Smart Pricing Google Adsense. Jadi, apa sebenarnya “Smart Pricing” itu? Pada dasarnya, Smart Pricing adalah fitur dari Google AdSense yang dapat mengurangi pendapatan cost per click (CPC) Anda. Jadi, jika Anda telah menghasilkan rata-rata $ 0,75 per klik untuk waktu yang lama, dan kemudian tiba-tiba Anda mendapati penurunan hanya $ 0,01 per klik, bisa dipastikan account AdSense Anda mungkin telah terkena smart pricing. Saya ingin membahas secara rinci mengapa hal ini terjadi dan bagaimana untuk menghindari smart pricing di situs niche Anda.

Smart Pricing. Menghindari Smart Pricing, Google AdSense

Untuk memahami apa sebenarnya “Smart Pricing” itu, Anda perlu memahami dari segi pengiklan. Iklan yang ditampilkan di situs Anda melalui Google Adsense berasal dari pengiklan yang menawar berdasar kata kunci yang relevan. Penghasilan utama Google berasal dari pengiklan ini sehingga mereka sangat peduli dengan kepuasan pengiklan ini. Oleh karena itu, jika klik yang pengiklan dapatkan dari situs Anda tidak di konversi menjadi penjualan pada website pengiklan tersebut, maka mereka akan segera menghentikan iklan.

Jika mereka menghentikan iklan, Google akan kehilangan uang. Jadi, untuk menjaga pengiklan “tidak kabur”, Google akan mengurangi secara drastis biaya yang harus dibayar pengiklan pada website penayang yang tidak terkonversi menjadi penjualan bagi pengiklan. Penurunan ini berarti lebih sedikit uang untuk Anda dari klik Google Adsense. Dengan kata lain, jika website Anda tidak berkinerja baik bagi pengiklan, Anda beresiko mendapatkan “smart pricing” atau lebih parah lagi Google AdSense Anda akan dinonaktifkan.
Untuk itu, saya sarankan Anda membaca tentang apa yang Google tuliskan pada subjek terkait. Baca di sini untuk ketentuan dari layanan Google Adwords : Apakah Smart Pricing itu?. Baca di sini dari ketentuan dari Google AdSense : Fakta Tentang Smart Pricing, dan di sini : Tentang Smart Pricing.

Jadi, seringkali banyak sekali dari para pemilik website atau blog penayang iklan yang mengeluhkan masalah smart pricing ini, tapi jika Anda menargetkan kata kunci, konten yang relevan dan berkualitas – Anda mungkin tidak perlu khawatir. Saya akan membahas secara rinci bagaimana menghindari smart pricing. Selain itu, jika account Anda terkena smart pricing, itu dapat diatasi! Cukup ikuti panduan di bawah ini.

Rasio Konversi Pengiklan

Pada dasarnya, alasan utama Google akan mengurangi jumlah pendapatan per klik adalah bahwa iklan di situs Anda tidak menghasilkan hasil apapun bagi pengiklan. Hal ini sudah saya paparkan diatas baik dari Google Adsense dan Google Adwords. Jelas, seberapa efektif pengiklan dalam menulis iklan, bagaimana mengoptimalkan halaman arahan mereka, dan faktor-faktor lain di luar kendali Anda akan mempengaruhi tingkat konversi. Namun, Google tidak akan menghukum Anda untuk iklan yang ditulis dengan buruk atau hal-hal lain yang tidak dapat Anda kendalikan.

Namun ada hal-hal yang dapat Anda kendalikan. Anda dapat mengontrol:

  • Sumber lalu lintas ke situs Anda
  • Bagaimana menargetkan konten yang berkualitas dan relevan
  • Rasio klik iklan Anda
  • Dan bagaimana iklan Anda bekerja secara relevan

Kendalikan Sumber Lalu Lintas Anda

Lalu lintas organik dari mesin pencari alami dipandang terbaik! Saya selalu membangun situs saya seoptimal mungkin agar memperoleh peringkat yang baik dalam mesin pencari, dan lalu lintas ini adalah sumber utama saya. Namun, jika Anda mengarahkan lalu lintas ke situs Anda menggunakan cara lain seperti forum, email, komentar blog, sosial media atau metode lain, sangat mungkin pendapatan lebih kecil dari yang ditargetkan. Pengunjung yang baru saja berkunjung pada situs Anda kecil kemungkinannya untuk mengkonversi dari pengunjung yang secara aktif mencari dan menemukan situs Anda berdasarkan isi yang relevan. Berikut ini adalah artikel lain yang berbicara tentang pentingnya lalu lintas mesin pencari dalam kaitannya dengan Smart Pricing.



Jika Anda seperti saya dan membangun situs yang menargetkan kata kunci spesifik dan mengincar peringkat di Google untuk kata kunci tersebut, maka Anda mungkin sudah mendapatkan lalu lintas dari mesin pencari dan kemungkinan memiliki sedikit rasa khawatir. Inilah sebabnya mengapa riset kata kunci adalah bagian yang paling penting dan paling sulit membangun website sesuai niche.

Menghasilkan Konten Relevan dan Sesuai Target

Konten yang relevan, dan yang ditargetkan tentu sudah jelas, tetapi beberapa situs berjuang dengan ini. Saya katakan bahwa untuk situs niche, Anda harus sangat ketat dalam pilihan kata kunci Anda dan menargetkan satu kata kunci tertentu terutama pada situs Anda. Ya, Anda harus juga menargetkan kata kunci sekunder – ini juga menjadi sasaran. Memilih kata kunci tertentu yang telah Anda teliti memungkinkan Anda untuk kemudian menciptakan sebuah konten yang relevan. Tidak hanya konten yang relevan dan yang ditargetkan yang berkaitan dengan kata kunci tertentu membuat blog Anda lebih baik dalam mesin pencari, tetapi juga akan memastikan bahwa Anda tidak mendapatkan Smart Pricing dari Google Adsense.

Sebagai contoh, blog pribadi seseorang yang menulis tentang kehidupan sehari-hari di mana mereka tidak sengaja menulis kata kunci “lowongan kerja” di tengah-tengah diskusi tentang mencari pekerjaan setelah lulus kuliah adalah kurang memungkinkan untuk mengkonversi pengunjung menjadi penjualan dari penargetan niche “lowongan kerja” dengan meneliti setiap keyword dari artikel dan yang ditargetkan. Jadi, blog campuran mungkin mendapatkan pendapatan iklan adsense tentang “lowongan kerja”, tapi situs niche atau artikel yang sesuai niche lebih mungkin untuk mendapatkan pengunjung yang utama dan siap untuk mengklik iklan dan memang benar-benar mencari kerja.

Menggunakan Opsi Izinkan & Memblokir Iklan



Namun, ada langkah lain untuk memastikan Anda mendapatkan iklan yang paling relevan di situs Anda. Anda dapat menggunakan opsi Izinkan & Blokir Iklan dalam akun Adsense. Saya akan merekomendasikan untuk menggunakan cara ini di pengaturan default kecuali Anda yakin bahwa Anda telah di-smart price. Pada saat itu, saya akan merekomendasikan bereksperimen dengan beberapa pilihan ini untuk mencoba dan mendapatkan nilai klik Anda kembali.

Google AdSense, Opsi Izin dan Blokir

Anda dapat mematikan Preferensi Iklan Menurut Minat, Preferensi Iklan Pihak Ketiga, dan Preferensi Iklan Sosial dibawah Setelan Lanjut. Aturan Google Adsense sangat rumit dan Anda harus mengatur sendiri kategori iklan yang sesuai untuk setiap artikel Anda, tetapi pada dasarnya ini memungkinkan Anda untuk mengontrol jenis iklan dan sumber iklan-iklan yang ditampilkan pada situs Anda.

Anda bahkan bisa lebih spesifik dengan memblokir seluruh kategori iklan juga. Sebelum Anda mulai mematikan semua kategori yang tidak sesuai dengan situs web Anda sekalipun, Anda harus mempertimbangkan bahwa Google memiliki rumus kompleks terbentuk didalamnya untuk menampilkan penargetan iklan ulang untuk pengguna yang mungkin telah pernah mencari sesuatu dari apa yang ada di situs Anda sebelumnya.

Kategori Iklan Adsense, Google AdSense

Jadi, Google mungkin menampilkan iklan yang terkait dengan “Mobil Bekas” untuk pengunjung yang mencari mobil berkas meskipun situs Anda membahas tentang “Resep Masakan”. Rumus penargetan-ulang Google telah menghitung bahwa pengunjung ini cenderung mengklik iklan yang berhubungan dengan “Mobil Bekas” karena pencarian sebelumnya mereka. Jadi, bukan keputusan yang mudah untuk menentukan kategori atau iklan untuk dimatikan. Ini mengapa saya sangat merekomendasikan untuk mengubah pengaturan standar Google AdSense bagi Anda yang terkena smart pricing.

Menghapus Iklan Adsense

Pilihan lain Anda dapat mencoba untuk menghindari smart pricing pada account Adsense Anda adalah tidak memasang iklan Adsense dari situs-situs yang berkinerja buruk. Jika Anda hanya memiliki beberapa situs, saya akan merekomendasikan menghapus adsense dari salah satu situs Anda dan membiarkan terpasang di situs lain yang lebih sesuai niche. Dengan pengujian menghapus Adsense dari situs satu per satu, Anda mungkin dapat mengetahui mana situs yang berpotensi smart pricing dan tidak menguntungkan untuk Anda.

Secara keseluruhan, Smart Pricing jauh lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi jika Anda melakukan riset kata kunci yang tepat, membangun konten yang relevan, dan sebagian besar lalu lintas berasal dari mesin pencari. Namun, jika akun Google Adsense Anda pernah dipengaruhi oleh Smart Pricing, saya berharap bahwa pedoman ini akan berguna.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."