Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi dan BalitaSariawan, tidak hanya diderita orang dewasa saja. Balita, bahkan bayi pun juga bisa. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

sariawan, sariawan pada bayi, balita sariawan, mengatasi bayi sariawan

Sariawan tentunya sangat menyakitkan. Apalagi bagi bayi dan balita. Tak heran bila mereka rewel dan tidak mau makan. Jika sudah demikian, sebaiknya Anda tidak menyepelekan. Sebab, bila dibiarkan berlarut-larut tentunya si kecil bisa kurang gizi. Sariawan bisa diikuti infeksi sekunder yang mengakibatkan bayi dan balita demam. Infeksi tersebut terjadi karena adanya invasi bakteri di dalam rongga mulut.

Banyak hal yang dapat menyebabkan bayi atau balita mengalami sariawan. Umumnya, karena kebersihan yang kurang dijaga. Misalnya, karena si kecil sering memasukkan segala sesuatu, seperti tangan atau mainan ke dalam mulutnya. Selain itu, sariawan juga disebabkan oleh infeksi jamur Candida Albicans, yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih di lidah dan sekitarnya. Karena itu, setelah bayi selesai minum susu, sebaiknya lidah dibersihkan dengan kain kasa lembut yang telah dibasahi. Bila sisa-sisa susu dibiarkan, tentu makin lama akan makin tebal, sehingga bayi kesulitan makan atau minum. Penyebab sariawan yang lain adalah virus. Bisa virus herpes simpleks tipe 1, virus Coxsackie (tipe 4 dan 16), virus Varicella (cacar air), dan campak. Virus tersebut ditularkan melalui percikan ludahketika bersin atau batuk, kontak langsung dengan penderita sariawan.

Selain penyebab umum seperti diatas, juga bisa karena daya tahan tubuh atau sistem imun sedang menurun, sehingga mudah sekali tertular penyakit. Sariawan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari. Namun, untuk mempercepat penyembuhannya ada beberapa cara untuk mengatasinya.

  1. Yogurt. Yogurt diketahui dapat mempercepat penyembuhan sariawan, karena dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh.
  2. Berikan Vitamin B dan C. Sariawan bisa terjadi karena kekurangan vitamin B dan C. Karena itu, cukupi kebutuhan akan vitamin tersebut. Beberapa sumber vitamin B dan C yang bisa diberikan untuk si kecil seperti tomat, apel dan sayuran hijau.
  3. Bawa ke Dokter. Bila ternyata sariawan tak kunjung membaik dalam 3 hari, dan tidak sembuh dalam 5 hari, segera bawa si kecil Anda ke dokter. Apalagi bila ada tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan cairan, karena si kecil menolak minum, seperti tidak buang air kecil selama 6-8 jam pada bayi, dan lebih dari 8 jam pada balita, tidak ada air mata saat menangis, mata cowong, serta mulut dan bibir kering.

Selain itu, jangan meremehkan bila pada lidah si kecil terdapat lapisan putih tebal akibat jamur atau yang disebut thrush. Balita yang mengalami thrush biasanya cenderung mengalami ruam popok atau ruam di lipatan paha. Itu terjadi karena jamur yang sama dengan jamur penyebab sariawan. Bila penyebabnya jamur, dokter akan memberikan obat anti jamur. Obat anti jamur ini juga perlu diberikan untuk Ibu menyusui, karena thrush juga bisa berkembang di sekitar puting payudara. Sedangkan jika mengalami demam tinggi, dokter akan memberikan obat demam untuk menurunkannya. Selain itu, sariawan pada balita juga bisa diatasi dengan minum obat anti nyeri, yang penggunaannya sesuai petunjuk dari dokter.

Tips bila Bayi atau Balita Sariawan

Agar sariawan yang diderita si kecil tak makin parah dan membuatnya rewel serta menolak makan, berikut beberapa tips mengatasinya.

  • Hindari makanan dan minuman bersoda atau jeruk, makanan pedas, asin, dan panas.
  • Berikan makanan lunak, seperti plain yogurt, puding, bubur, atau kentang tumbuk. Makanan tersebut lebih mudah ditelan balita, sehingga tidak menambah luka sariawan.
  • Suapi balita menggunakan sendok secara perlahan-lahan.
  • Berikan minuman menggunakan gelas atau sedotan. Tidak dengan botol. Sehingga tidak ada kontak dengan sariawan yang akan membuat sariawan makin nyeri.

Cara Pencegahan Sariawan pada Bayi atau Balita



Agar si kecil tidak rewel akibat sariawan, lakukan pencegahan seperti berikut ini.



Jaga Kebersihan
Jaga kebersihan tangan (Ibu dan balita), peralatan makan dan minum balita, serta mainan (terutama fase oral, dari usia 0 hingga lima tahun). Juga mulai menggosok gigi balita sejak dua tahun, karena makanannya mulai beragam. Kebersihan yang tak terjaga akan menyebabkan munculnya sariawan akibat jamur.

Jangan Pakai Bergantian
Peralatan makan/minum dan mainan terutama yang dimasukkan ke mulut balita, sebaiknya tidak digunakan secara bergantian dengan balita lain yang sedang sariawan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan.

Hati-Hati Menggosok Gigi si Kecil
Menggosok gigi si kecil sebaiknya hati-hati agar tidak menimbulkan luka yang menyebabkan sariawan. Pilihlah sikat gigi balita yang dengan bulu sikat lembut.

Hindari Kontak dengan Penderita Sariawan
Ibu sebaiknya menghindarkan balitanya kontak langsung dengan penderita sariawan agar tidak tertular.

Hindari Kondisi Lembab untuk Ibu
Khusus bagi Ibu yang masih menyusui, sebaiknya hindari kondisi yang menyebabkan kulit jadi lembab, terutama kulit payudara. Sebab, kulit payudara yang lembab bisa memicu tumbuhnya jamur yang dapat menyebabkan sariawan pada balita.

 




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."