Bagikan :

jiwa, reinkarnasi

Cara Mengetahui Usia Jiwa AndaSebetulnya banyak sekali roh dari manusia di kehidupannya yang sekarang ini menjalani kehidupan ke sekian ratus atau bahkan ke sekian ribu kalinya sebagai wujud manusia. Memori kehidupan-kehidupan di masa lalu dari setiap manusia sebenarnya telah ada tersimpan dengan rapi di dalam labirin otaknya. Hanya saja, tidak semua manusia bisa dengan mudah atau mampu untuk mengakses memori kehidupan masa lalunya (seolah-olah ada semacam tirai/hijab yang menyelimuti memori ini).

Dalam melakukan penjelajahan mencari sebuah pencerahan spiritual, manusia akan menempuh jalan yang berbeda-beda karena memang spiritualitas bersifat individualistis. Setiap manusia mempunyai sejarah hidup yang berbeda sejak dilahirkan, dan lingkungan adalah salah satu sebab terjadinya perbedaan tersebut. Hukum reinkarnasi akan menempatkan manusia pada perbedaan lingkungan sesuai karmanya. Walau demikian, perbedaan adalah sebuah keunikan. Setiap individu mempunyai kehendak bebas yang tidak bisa dipaksakan. Setiap manusia mempunyai cara masing-masing dalam mencari pencerahan batinnya. Jalan yang telah ditempuh orang lain belum tentu baik untuk orang lain, karena kegelisahan seseorang dalam pencarian jati diri tentu berbeda-beda.

Melalui terapi ilmiah psikologi, memori masa lalu di otak ini bisa diakses dengan cara hipnoterapi dengan metode Past Life Regression (regresi kehidupan masa lalu). Beberapa atribut kelebihan dan kekurangan yang Anda bawa dalam kehidupan ini berasal dari kehidupan Anda sebelumnya. Karena semuanya merupakan pengalaman yang akan bisa membuat Jiwa belajar dan berpengalaman supaya menjadi ‘bijaksana’. Berikut adalah cara untuk menentukan usia jiwa Anda.

1. Jiwa baru lahir
Jiwa yang baru lahir adalah jiwa baru yang masih baru menjalani hidup pertama kali. Dalam hidup ini, jiwa difokuskan pada kelangsungan hidup, kematian, dan dalam beberapa kasus, mementingkan kecantikan/penampilan.

Jiwa baru lahir cenderung lucu, bersemangat, lugu, dan kadang liar, namun pada saat yang sama sangat berorientasi pada keluarga dan berhati-hati.



2. Jiwa bayi
Jiwa-jiwa bayi yang telah hidup dalam beberapa kehidupan sangat banyak berfokus pada perasaan saling memiliki, berkumpul bersama teman/berkelompok mereka. Mereka ingin belajar tentang aturan, peran, hubungan serta struktur sosial. Mereka cenderung mematuhi, disiplin, dan memiliki nilai yang kuat.

3. jiwa muda
Sifat jiwa muda, sama seperti kita saat remaja berusia 20 tahunan, berfokus pada kemerdekaan dan kemajuan pribadi. Jiwa muda memiliki keinginan untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengekspresikan kehendak bebas mereka. Mereka ambisius, inovatif, giat, kadang-kadang egois dan berapi-api.

4. jiwa dewasa
Sifat Jiwa dewasa seperti orang yang sudah berumur setengah baya. Mereka mencari keharmonisan dalam hidup mereka dan memiliki fokus pada hubungan, kesadaran diri, dan berempati dengan orang lain. Mereka sensitif, diplomatik, dan kadang-kadang sedikit neurotik.

5. Jiwa tua
Orang yang berjiwa tua memiliki sifat lebih mencari spiritualitas, kedamaian batin, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau mementingkan perasaan kesatuan universal dan saling keterkaitan dengan sesama makhluk. Mereka bijaksana, sadar lingkungan sekitar, dan tidak terikat dengan hal-hal. Mereka cenderung soliter, pendiam, dan filosofis. Mereka adalah akhir dari siklus reinkarnasi.

Reinkarnasi merupakan sebuah sistem maha dahsyat, yang diciptakan oleh otoritas tertinggi alam semesta (Tuhan YME), yang mengikat secara pasti bagi semua entitas roh untuk terus-menerus berevolusi menuju kesempurnaan dengan menempati makhluk-makhluk berdimensi ruang dan waktu di alam semesta ini. Reinkarnasi adalah hukum yang sangat sulit dijangkau oleh akal pikiran biasa manusia. Reinkarnasi hanya bisa dipahami oleh kesadaran tinggi manusia yang telah memahami hakikat kehidupan. Tuhan Yang Maha Pengampun, telah berkehendak terhadap tiap-tiap makhluk untuk masuk dalam mekanisme reinkarnasi. Mekanisme ini merupakan pemakluman Tuhan atas perilaku manusia yang memiliki kecenderungan lalai. Semua ini adalah kehendak Tuhan, dan hanya kepadaNya-lah segala sesuatu kembali.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."