menggendong bayi, cara menggendong bayi
Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang AmanSaat bayi Anda menangis, apa yang Anda lakukan sebagai orang tua? Buru-buru menggendongnya atau membiarkannya sejenak dengan harapan bayi tidak tumbuh sebagai anak manja? Jangan biarkan bayi Anda, khususnya yang baru lahir, menangis sendirian ya Bunda. Saat menangis, mereka membutuhkan sentuhan dan pelukan dalam gendongan Anda untuk menenangkannya.

Nah, bagaimana sebenarnya cara menggendong bayi baru lahir yang aman? Dituturkan dr Wiyarni Pambudi SpA dalam ‘Smart mum media and bloggers gathering-spring/summer catalogue’ di SHY Rooftop, Jl Kemang Raya No 83H, Kemang, Jakarta Selatan, saat lahir bayi akan mengikuti posisinya saat masih di rahim, di mana tulang belakangnya masih dalam posisi huruf ‘C’.

“Posisi ini dipertahankan sampai usia 3-4 bulan, yakni meringkuk dan tangan juga masih menggenggam,” lanjut dr Wi sambil mengatakan panggul bayi tidak rapat saat bayi, karena itu jangan memaksakan panggul bayi untuk rapat.

Posisi Menggendong Bayi yang Baru Lahir

Lutut bayi juga agak tertekuk, sehingga kalau dipaksakan lurus akan ada bahaya displasia atau pindah tempat. Terkadang masih ada orang tua yang membedong bayinya dengan harapan panggul bayi rapat dan lutut lurus. Padahal membedong yang benar adalah yang masih memungkinkan bayi menggerakkan sendi panggulnya.



Cara menggendong bayi baru lahir yang baik adalah kepala bayi dekat dengan kepala si penggendong, sementara tangan penggendong menopang punggung bayi. Jika menggendong dengan kain, maka upayakan wajah bayi tidak tertutup gendongan atau tertutup payudara ibu.

Pada saat menggendong bayi, ingatlah gendongan harus cukup kuat untuk memeluk bayi sedemikian dekat dengan penggendongnya, sehingga hal itu tidak saja membuat bayi nyaman tapi juga membuat penggendongnya nyaman. Pastikan juga saat menggendong bayi, Anda dapat melihat wajah bayi sehingga bisa selalu mengecek kondisinya.

Posisi menggendong yang disarankan juga adalah dengan menempatkan kepala bayi dekat dengan dagu Anda, sehingga memungkinkan Anda untuk mencium kening atau kepalanya.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."