Cara Menghargai Diri Anda SendiriTerkadang, kita tidak menghargai apa yang telah kita dapat, karena kita terlalu berfokus pada apa yang kita inginkan. Ya, kalimat itu memang ada benarnya. Sebuah studi tahun 2003 menunjukkan bahwa orang yang mampu bersyukur dan menghargai dirinya sendiri, umumnya lebih bahagia dan lebih sehat daripada orang yang tidak. Artikel berikut memberi sedikit inspirasi dan motivasi tentang pentingnya makna bersyukur dan menghargai diri sendiri.



bersyukur, cara bersyukur, menghargai, cara menghargai

Pernahkah Anda mendengar kisah Helen Keller? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam keadaan buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Keller dilahirkan. Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Keller diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa yang menyangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang penulis, aktivis politik dan dosen Amerika legendaris. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Keller :

    “It would be a blessing if each person
     could be blind and deaf for a few days
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to
     experience the joy of sound”.

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugerah bila setiap orang mampu merasakan buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, mungkin setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara! Sekarang, coba Anda bayangkan sejenak, Anda menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio, internet, dan acara tv kesayangan!

Bagaimana menurut Anda? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja? Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita! Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan…Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.

Hargai Apa Yang Sudah Kita Miliki, Syukurilah Apa yang Ada

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain di luar sana.  Ya! Kemewahan untuk orang lain! Coba Anda renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya. Helen Keller pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.



Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik (baca : Cara Menjadi Orang yang Lebih Baik). Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi manusia yang lebih baik.

“Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tapi rasa syukur itulah yang membuat hidup kita bahagia.”

Berikut saya sertakan audio terapi kebahagiaan. Frekuensi 528 Hz ini khusus dibuat untuk menciptakan vibrasi kebahagiaan, mendatangkan rasa kebercukupan, keberlimpahan, dan bersyukur apapun kondisi Anda. Sehingga akan lebih mudah menjalani hari-hari Anda penuh semangat dan keceriaan. Sangat cocok jika diputar saat bersantai sebagai audio terapi ketika mood Anda sedang tidak berbahagia atau dilanda kebosanan.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."