Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Berkata KasarAnak-anak dengan mudah meniru dan belajar kata-kata yang tidak semestinya diucapkan. Bagi orang tua, masalah dimulai ketika anak-anak mulai mengucapkan kata-kata kasar, memaki, atau mengumpat. Dan parahnya, mengulanginya ketika mereka marah atau di depan orang lain. Beberapa panduan dalam artikel ini diharapkan akan berfungsi sebagai pemecahan yang ideal. Bramardianto.com menuliskannya untuk Anda.



anak suka mengumpat, anak bicara kotor

Memang benar bahwa kebiasaan baik sulit untuk dipelajari tetapi kebiasaan buruk sangat mudah. Berapa kali dalam sehari kita memaki? Saya yakin kebanyakan dari kita ingin mengatakan jarang tetapi dalam kenyataan sebenarnya kita seringkali mencaci maki – sengaja atau tidak sengaja. Kita benar-benar cenderung menyerahkan diri pada kemarahan kita dan lupa bahwa kita memiliki anak-anak kecil yang bisa meniru kata-kata dengan mudah. Anak-anak merasa dengan mengumpat adalah cara yang baik untuk melampiaskan amarah, mereka merasa itu adalah jalan keluar yang mudah. Para orangtua merasa tayangan televisi-lah yang harus disalahkan hingga telah meracuni pikiran anak kecil. Tapi ada faktor lain selain televisi yang bertanggung jawab atas degradasi bahasa anak-anak yang masih belia ini.

Anak-anak sering mendengar kata-kata makian dari kita ketika kita sibuk mengobrol. Anak juga bisa memilih kata dari teman sekolah, di tempat penitipan anak atau saudara kita dapat mengucapkannya. Apapun alasannya, itu penting bahwa kita menghindari menggunakan kata-kata merendahkan. Kita perlu untuk membentuk anak-anak kita yang masih polos menjadi dewasa yang lebih baik demi masa depan mereka. Meskipun Anda sendiri mungkin merasa malu ketika dia mulai menggunakan kata-kata kasar ketika marah. Sebagai orangtua, Anda perlu menjelaskan kepadanya tentang dampak dari penggunaan kata-kata kotor tersebut. Berikut tips yang dapat memberikan bantuan kepada para orang tua bermasalah :

Alihkan Kemarahan
Dalam memecahkan masalah ini, cobalah mengalihkan kemarahan dengan cara yang positif. Kemarahan mengeluarkan emosi negatif, ide dan pemikiran yang sakit menguras energi seseorang secara mental dan fisik. Kemarahan menyebabkan ketegangan dan tidak meningkatkan gaya hidup sehat. Untuk menurunkan kemarahan anak Anda, penting untuk membantunya mengingat saat-saat bahagia atau mengajaknya bercanda. Hal terbaik yang disarankan oleh psikolog untuk mengurangi kemarahan adalah menghitung angka-angka sampai Anda merasa normal. Menjadi marah bukanlah solusi untuk memperbaiki masalah, tetapi pemecahan secara damai itu adalah cara yang lebih baik. Semakin Anda mulai untuk mengambil hal-hal berat dengan ringan maka akan lebih bahagia Anda rasakan. Ini penting bahwa dalam situasi yang berat seperti itu, sebagai orangtua Anda disarankan tetap tenang, yang akan membantu Anda mengatasi masalah ini.

Berikan Konsekuensi
Satu hal yang pasti Anda tidak bisa mengendalikan atau mengubah keinginannya untuk menggunakan bahasa tersebut. Banyak orang tua gagal untuk memahami hal ini dan justru akan membuat anak keras kepala untuk tetap menggunakan bahasa tersebut. Sebagai orangtua, Anda perlu menjadi teman serta gurunya yang harus menjelaskan tentang konsekuensi dari menggunakan kata kasar tersebut. Juga, jelaskan kepada anak Anda bahwa menggunakan kata-kata menghina tidak akan membantu dia mendapatkan bantuan dari teman-temannya, tetapi akan membuatnya mendapatkan reputasi negatif di sekolah atau di lingkungan sekitarnya.

Pendekatan Rasional
Setiap kali anak Anda menggunakan kata-kata kasar, cobalah untuk tidak menegurnya di depan umum, tetapi berbicaralah dengannya tentang hal itu ketika kondisi sudah mulai dingin. Di mal, saya pernah melihat orang tua marah pada anak-anaknya di depan umum. Pendekatan ini tidak membantu anak-anak tetapi justru memperkuat resolusi mereka untuk menggunakan cara Anda ketika marah dan ini membuat mereka beranggapan bahwa Anda sudah ‘mempermalukan’ mereka di depan publik. Bahkan, ketika suasana telah tenang coba berbicara dengan anak Anda dan mengenal permasalahannya. Seringkali, saya melihat anak-anak marah ketika orangtuanya tidak membelikan barang favorit mereka, tetapi jika Anda bersedia untuk berbicara dari hati ke hati tentang hal ini, maka saya yakin anak Anda tidak hanya akan memahami, tetapi juga ia akan menghargai kepercayaan Anda di dalam dirinya.

Jangan Mengeluhkan Perilaku Anak
Anak-anak sangat benci ketika mereka mendengar orangtua mereka menceritakan tentang perilaku mereka kepada kakek-nenek atau saudara Anda. Mereka merasa sudah dipermalukan. Sebaiknya bicarakan masalah ini secara pribadi dan jelaskan kepada saudara untuk tidak berbicara kepada anak-anak tentang hal ini secara langsung, tetapi menjelaskan kepada mereka secara tidak langsung. Dengan cara ini, anak Anda akan belajar untuk menggunakan bahasa yang baik dan akan menghargai Anda untuk tidak mengungkapkan perilaku buruk mereka kepada orang lain. Katakan kepada mereka bahwa ketika mereka mengutuk dan berkata kotor itu membuat Anda merasa sedih dan terluka. Hal ini juga membuat orang lain bertanya tentang cara mendidik dan pengajaran budi pekerti dalam keluarga.



Hargai untuk Setiap Perilaku Baiknya
Menetapkan peraturan rumah untuk tidak menggunakan bahasa kotor benar-benar dapat membawa banyak perubahan positif dalam perkembangan anak Anda. Anak Anda pasti akan tergoda jika ada hadiah ketika dia mampu menjaga perilaku yang baik seperti membawanya jalan-jalan ke taman atau memuji dia di depan teman-teman Anda. Juga, jika anak Anda melanggar aturan, buatlah sebuah hukuman dengan mendiamkan atau membuatnya melakukan tugas rumah tambahan. Aturan harus diikuti oleh semua orang rumah dan jujur​​, maka pasti akan berjalan lancar Sebuah cara inovatif untuk menghargai perilaku yang baik adalah dengan membuat grafik kebaikan dan menempelkannya di lemari pendingin supaya anak Anda mudah mengingatnya.

Jadilah Orang Tua yang Tanggap
Poin ini saya ingin menekankan karena saya merasa kadang-kadang orang tua cenderung membiarkan saja, entah karena anak menangis atau mereka sulit diatur. Saya ingat salah satu kerabat saya melakukan hal yang sama. Setiap kali anaknya mengamuk, ibunya tidak segera melindungiinya dan mengabaikan perilakunya. Hal ini semakin membuat masalah ketika ia tumbuh dewasa nanti, ia akan membawa kebiasaan yang sama dengan kata-kata memaki,  dan itu jelas mengakibatkan orang lain menolak untuk dekat dan berbicara dengannya. Dari kejadian ini, satu hal yang jelas – orang tua mungkin mentolerir perilaku buruk anak, tetapi orang lain tidak akan. Tetap harus berpegang pada aturan Anda, meskipun berarti Anda mungkin sementara dimusuhi anak tetapi nanti, ia akan memahami pentingnya dan akan berterima kasih untuk pola asuh yang Anda terapkan selama ini.

Meskipun kadang kita sering tidak sengaja mengeluarkan kata umpatan, penting untuk melakukan kontrol diri. Agar kemudian anak-anak kita akan menerima kita sebagai model peran atau panutan yang baik.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."