Bagikan :

chakra mahkota, penyembuhan chakra mahkota, ketidakseimbangan chakra mahkota, membuka chakra mahkota, chakra mahkota tersumbat
Chakra Mahkota Tersumbat : Gejala dan Cara MengatasiChakra Mahkota, atau Sahasrara, adalah chakra ketujuh dan terletak di bagian atas kepala (ubun-ubun). Ini adalah pintu gerbang kebijaksanaan spiritual. Chakra ini juga merupakan alat yang menghubungkan individu dengan alam semesta yang lebih luas, membantu setiap orang merasa terhubung dengan energi universal. Tersumbatnya chakra mahkota dapat membatasi pertumbuhan rohani dan menyebabkan tekanan emosional.

Chakra Mahkota (Sahasrara)
Chakra mahkota adalah chakra ketujuh yang terletak di bagian ubun-ubun. Nama Sansekerta “Sahasrara” dapat diterjemahkan sebagai “bunga teratai 1000 kelopak”. Pintu gerbang yang memberi kita akses ke dalam kesadaran lebih tinggi (kesadaran ilahi). Fungsi dari chakra mahkota didorong oleh kesadaran dan membuat kita berhubungan dengan kesatuan universal.

Chakra mahkota memiliki panjang gelombang (interval) 400+nm, dan frekuensi (interval) 680+THz. Chakra mahkota paling sering diwakili dengan warna putih, meskipun juga dapat digambarkan berwarna ungu tua. Warna aura energi cakra mahkota juga dapat dilihat berwarna emas, putih, atau cahaya yang jernih. Menurut para penyembuh energi, jika chakra ini sedang tersumbat maka dapat dikaitkan dengan warna coklat, hitam, atau abu-abu keruh yang mempengaruhi warna aura chakra mahkota.

Lokasi chakra mahkota
Chakra mahkota terletak di bagian atas kepala atau sedikit di atas kepala. Sesuai namanya, seperti mahkota, menghadap ke atas.

Chakra ini terkait dengan kelenjar pituitari, dan yang terhubung dengan pineal dan hipotalamus. Kelenjar hipotalamus dan hipofisis bekerja untuk mengatur sistem endokrin. Karena lokasinya, chakra mahkota sangat erat kaitannya dengan otak dan sistem saraf secara keseluruhan.

Karakteristik perilaku chakra mahkota
Chakra mahkota dikaitkan dengan karakteristik psikologis dan perilaku seperti :

  • Kesadaran sejati
  • Kesadaran yang lebih tinggi
  • Koneksi dengan yang tak terbatas
  • Realisasi, pembebasan dari pola membatasi
  • Kebijaksanaan
  • Pencerahan

Sangat sedikit orang yang memiliki chakra mahkota yang seimbang dan benar-benar terbuka di jaman sekarang, sebenarnya orang-orang ini adalah mereka yang kita anggap “tercerahkan”. Manusia yang tercerahkan sudah berhasil mengalami satu kesatuan dengan semua isi alam semesta, mereka memahami bahwa menyakiti mereka sama halnya menyakiti diri sendiri. Orang dengan chakra mahkota terbuka hidup dalam keadaan kebahagiaan tak terbatas, damai, bebas dari rasa sakit atau rasa takut, dan bahkan mereka sudah mengetahui kebenaran sejati melampaui dualitas dari realitas fisik.

Penyumbatan chakra mahkota dan gejalanya
Ketika chakra mahkota tersumbat, menyebabkan masalah stres secara spiritual. Gejala non-fisik penyumbatan di chakra ketujuh meliputi :

  • Mengurung diri dan merasa kesepian, ketidakmampuan untuk memahami atau terhubung dengan orang lain
  • Kurangnya semangat dalam menentukan arah hidup
  • Pikiran tertutup, mengabaikan pendapat orang lain
  • Ketidakmampuan untuk mengatur atau mempertahankan tujuan
  • Merasa terputus rohani
  • Menganggap diri lebih baik dari orang lain

gejala fisik dari chakra mahkota tersumbat meliputi :



  • Kelainan saraf
  • Nyeri saraf
  • Tiroid dan gangguan kelenjar pineal
  • Alzheimer
  • Autisme
  • Sakit kepala berulang, migrain
  • Skizofrenia dan delusi, penyakit mental
  • Insomnia
  • Depresi

Cara menyembuhkan penyumbatan chakra mahkota
Ada banyak cara untuk membantu menyeimbangkan chakra ketujuh. Bagi yang muslim, cara sederhananya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat atau berdzikir. Meditasi adalah salah satu metode yang paling efektif untuk menyeimbangkan chakra. Untuk membuka chakra mahkota agar seimbang, Anda dapat memvisualisasikan cahaya putih, emas, atau ungu mengalir ke bagian atas kepala Anda, fokuskan membasuh semua penyumbatan. Meditasi biasa atau do’a adalah faktor yang paling utama dalam penyembuhan chakra ini.



Aromaterapi untuk chakra mahkota
Aromaterapi adalah alat yang berguna untuk menyeimbangkan titik chakra, termasuk chakra mahkota. Untuk menyembuhkan chakra mahkota, pertimbangkan untuk menggunakan minyak esensial seperti cedarwood, melati, lavender, mawar, atau cendana. Ini dapat Anda gunakan kapanpun, saat meditasi, atau sebagai wewangian yang diletakkan di rumah atau pengharum kamar pribadi.

Makanan untuk chakra mahkota
Perubahan pola makan juga dapat membantu membersihkan chakra ketujuh. Semakin tinggi kesadaran kita naik, maka sangat berpengaruh pada energi dan frekuensi. Jelas pola makan juga harus disesuaikan. Menghindari makan banyak produk hewani (daging), makanan olahan/terproses, dan memperbanyak menyertakan sayuran mentah organik yang akan mendukung vibrasi dari energi Anda. Juga, Anda perlu mengurangi asupan yang mengandung fluoride (pasta gigi, air), karena akan menutup kelenjar pineal dan tidak mampu menerima bimbingan dari entitas yang lebih tinggi. Anda harus menghabiskan waktu berdiam diri (puasa batin) sebanyak mungkin untuk melatih chakra mahkota ini.

Kristal untuk chakra mahkota
Penggunaan kristal chakra dan batu penyembuhan untuk pembersihan chakra juga umum dilakukan praktisi penyembuhan energi. Frekuensi getaran batu penyembuhan dapat membantu mengembalikan keseimbangan ketika ada kekurangan atau kelebihan energi. Seperti chakra, masing-masing batu memiliki frekuensi sendiri. Kristal penyembuhan untuk chakra mahkota termasuk kecubung, moldavite, safir biru, atau kristal kuarsa bening.

Frekuensi solfeggio untuk chakra mahkota (963 Hz)
Nada solfeggio merupakan medan magnet sangat kuat yang bisa menyeimbangkan masing-masing chakra dengan frekuensi tertentu. Frekuensi solfeggio ini membangkitkan untuk kembali terhubung dengan jalan cahaya keilahian dan merangkul kesatuan semesta. Frekuensi 963 Hz menghubungkan Anda dengan dunia roh, atau energi dari dunia spiritual. Memungkinkan Anda untuk menemukan sifat sejati kita.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."