Bagikan :

narsisme, penyakit narsistik, ciri narsisme
Gangguan Narsisme Terbuka dan TerselubungApakah Anda pernah bertemu dengan orang yang terlalu percaya diri dan menganggap dirinya paling hebat, sampai-sampai tidak mau mendengarkan atau menerima pendapat orang lain? Atau jangan-jangan, diri kita sendiri yang memiliki kepribadian itu? Nah, bisa jadi seseorang atau diri kita sedang menderita gangguan kepribadian narsisme. Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari rata-rata orang biasanya. Artikel Bramardianto.com berikut mengetengahkan topik mengenai gangguan kepribadian narsisis secara terang-terangan atau arogan dan narsis secara tertutup (rahasia atau malu). Baca terus untuk memahami orang-orang dengan kepribadian ini.

Istilah “Narsisisme” pertama kali digunakan oleh psikolog Jerman dan kriminolog Paul Näcke dalam studinya.
Meskipun Paul Näcke menggunakan istilah ini pertama, sebenarnya pertama kali diperkenalkan ke bidang psikoanalisis oleh ahli saraf Austria Sigmund Freud dalam esainya ‘On Narcissism’. Namun, istilah itu sendiri konon berasal dari nama pemburu dari mitos Yunani, Narcissus.

Memang adalah hal yang manusiawi bila kita terkadang merasa sedikit narsis, egois, dan membanggakan diri sendiri. Namun pada tingkat kondisi yang ekstrem, hal ini merupakan gangguan mental yang justru dapat merusak kesehatan psikis maupun fisik. Penyebab gangguan kepribadian ini belum diketahui secara pasti. Diduga penyebabnya adalah bagaimana seseorang mengelola stres. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa pola asuh orang tua yang terlalu memberikan anaknya pujian berlebihan dan membanggakan anak sebagai yang terhebat tanpa melihat kenyataan sebenarnya, juga dapat menciptakan bibit-bibit narsistik.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik selalu merasa dirinya sangat penting dalam semua hal, namun memiliki empati yang sangat rendah terhadap sesama. Gangguan mental ini berbeda dengan perasaan percaya diri. Orang yang mengalami gangguan ini memiliki rasa percaya diri yang tidak sehat dengan berpikir bahwa dirinya berada di atas segalanya atau seperior. Meski begitu, di balik kepercayaan diri yang terlalu tinggi itu terdapat harga diri yang begitu rapuh jika dikritik orang lain.

Dampak Gangguan Kepribadian Terhadap Kesehatan Psikis dan Fisik
Gangguan kepribadian ini bisa membuat penderitanya merasa tidak aman, malu, rapuh, dan terhina bila dikritik. Padahal, tidak semua kritik dari orang lain merupakan hal negatif. Bisa jadi, kritik dan masukan orang lain bermanfaat untuk pengembangan kepribadian yang positif. Seiring tidak bisa menerima kritik, orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik cenderung untuk merasa depresi dan moody karena senantiasa menginginkan kesempurnaan. Bila tidak ditangani dengan baik, gangguan ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan membangun hubungan sosial, bermasalah dalam pekerjaan atau sekolahnya, memiliki kecenderungan menyalahgunakan obat-obatan, konsumsi minuman keras, bahkan berkeinginan untuk bunuh diri.

Sementara itu, dampak buruk gangguan kepribadian ini terhadap kesehatan fisik adalah peningkatan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa laki-laki yang memiliki gangguan kepribadian narsistik umumnya memiliki tingkat hormon kortisol yang tinggi di dalam darahnya, bahkan ketika sedang tidak stres.

Hormon kortisol digunakan secara luas untuk mengukur stres psikis. Kadar hormon kortisol yang tinggi ketika tidak stres menunjukkan bahwa hormon ini aktif tiap saat pada mereka yang memiliki gangguan kepribadian narsistik. Akibatnya signifikan untuk kesehatan fisik jangka panjang dan meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan kardiovaskular.

Narsisme Terbuka (Overt Narcissism) dan Narsisme Tertutup (Covert Narcissism)
Psikiater Amerika James F. Masterson, mengemukakan dua jenis narsisisme patologis, yaitu, terang-terangan dan tertutup. Gangguan kepribadian ini juga disebut sebagai narsisme nyata dan rahasia. Kata ‘nyata’ berarti sesuatu yang mudah dilihat, sesuatu yang tidak tersembunyi. Di sisi lain, kata ‘rahasia’ berarti sesuatu yang tidak mudah untuk dilihat, sesuatu yang bersifat rahasia atau tersembunyi. Nama-nama itu sendiri menunjukkan kepribadian yang dimiliki narsisis terbuka dan rahasia. Narsisme terbuka sering diamati pada orang-orang ekstrovert, sedangkan narsisme tertutup bisa dikenali pada orang-orang introvert. Mari kita cari tahu lebih banyak tentang kedua jenis gangguan ini.

Narsisme Terbuka



  • Narsisme jenis ini lebih mudah ditemukan pada kebanyakan orang. Cirinya seperti perilaku yang suka pamer, menuntut perhatian, dan mudah tersinggung terhadap setiap kritik bersifat nyata atau imajiner.
  • Narsisme jenis ini memiliki ciri kepribadian terlalu percaya berlebihan, bahwa mereka berhak untuk mencapai keberhasilan yang luar biasa. Mereka tak segan menuntut segala sesuatu pada skala megah. Mereka juga memiliki ambisi yang kuat tentang segala hal.
  • Tipe kepribadian ini mungkin memiliki hubungan yang renggang atau tidak pernah bertahan lama. Alasan utamanya adalah mereka selalu membayangkan diri mereka selalu lebih baik daripada orang lain. Meskipun mereka terkadang menunjukkan kerendahan hati, tapi sebenarnya mereka kekurangan empati terhadap orang lain. Mereka benar-benar tidak dapat berpartisipasi dalam kelompok.
  • Karakteristik positif dari narsisme terbuka adalah mereka adalah tipe orang-orang pekerja keras. Namun, sebagian besar waktu, kerja keras yang dilakukan hanya demi mencari penghargaan orang. Mereka juga dapat dikenali lewat sifatnya yang sibuk menilai penampilan seseorang.
  • Berharap untuk dikenal sebagai sosok yang superior, bahkan tanpa memiliki prestasi atau pencapaian yang mendukung.
  • Narsisis ekstrovert mencari jalan pintas untuk memperoleh pengetahuan mereka. Selain itu, mereka sangat mendominasi dan memiliki pendapat mereka sendiri. Mereka mengartikulasikan pendapat mereka setiap kali mereka mendapatkan kesempatan. Mereka dianggap memiliki persepsi yang sangat egosentris.


Narsisme Terselubung

  • Meskipun narsisis terselubung atau rahasia disebut pemalu, tapi kepribadian mereka mirip dengan narsisis terbuka. Tapi, hanya saja mereka kurang percaya diri.
  • Sebaliknya, mereka penuh dengan keraguan diri dan malu. Meskipun mereka sebenarnya lapar untuk kekuasaan dan kemuliaan, tapi mereka tidak percaya diri untuk mencapainya. Mereka juga sensitif terhadap kritik.
  • Mereka menderita rasa iri terus-menerus dengan harta orang lain, bakat, hubungan, dll. Tapi, kecemburuan ini lebih banyak disimpannya dalam hati.
  • Mereka tak punya arah dan tujuan jelas, karena itu selalu merasa bosan dalam kesendiriannya. Narsisis tertutup ini mudah bosan dengan apapun yang mereka lakukan. Tak jarang, hal ini menyebabkan dirinya tak mampu meraih sebuah prestasi.
  • Jenis kepribadian ini menderita kebohongan patologis kronis. Akar dari semua kebohongan itu bersumber dari rasa malu, sifat meragukan diri, dan dorongan untuk menyembunyikan diri dari orang lain. Bahkan meski mereka tidak menunjukkan, tapi jauh didalam pikirannya, mereka mencintai gaya hidup materialistis.
  • Kepribadian narsisis introvert memiliki ketidakmampuan untuk benar-benar terhubung dengan orang-orang. Sejauh ini, sikap acuh tak acuhnya berfungsi sebagai mekanisme defensif dari orang-orang. Beberapa narsisis introvert terlalu berfokus pada pekerjaan, teknologi, jaringan sosial, kelompok kecil, buku, game, fantasi, atau usaha lain untuk meminimalkan interaksi dengan orang lain. Cara ini juga dapat membantu mereka menyembunyikan persona diri mereka.

Pengobatan gangguan kepribadian
Cara utama dalam menangani gangguan kepribadian adalah melalui terapi psikologis atau kejiwaan di bawah bimbingan psikiater dengan tujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan emosi serta pikirannya secara lebih baik. Penggunaan obat hanya disarankan apabila gejala-gejala yang terkait dengan gangguan kepribadian, seperti gejala psikotik, kecemasan, dan depresi, sudah memasuki level menengah atau parah. Sejumlah obat yang mungkin dipakai adalah obat-obatan penstabil suasana hati dan obat penghambat pelepasan serotonin (antidepresan).

Untuk terapi psikologis sendiri ada ragam jenisnya. Beberapa metode terapi yang mungkin dipakai untuk menangani gangguan kepribadian adalah :

  • Terapi perilaku kognitif : Terapi ini bertujuan mengubah cara berpikir dan bertindak pasien ke arah yang positif. Terapi ini didasarkan kepada teori bahwa perilaku seseorang merupakan wujud dari cara berpikirnya. Artinya, jika pikiran orang tersebut negatif, maka perilakunya akan negatif, dan begitu pula sebaliknya.
  • Terapi psikodinamik : Terapi ini bertujuan mengeksplorasi dan membenahi segala bentuk penyimpangan pasien yang telah ada sejak masa kanak-kanak. Kondisi semacam ini terbentuk akibat pengalaman-pengalaman yang negatif.
  • Terapi interpersonal : Terapi ini didasarkan kepada teori bahwa kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh interaksi mereka dengan orang lain. Artinya jika interaksi tersebut bermasalah, maka gejala-gejala yang merupakan bagian dari gangguan kepribadian, seperti rasa cemas, ragu, dan tidak percaya diri, bisa terbentuk. Karena itulah tujuan utama terapi ini adalah membenahi segala macam masalah yang terjadi di dalam interaksi sosial pasien.


Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."