Herbal untuk Mengatasi Sakit MaagBukan saja obat kimia, obat-obatan yang berasal dari tumbuhan pun dimanfaatkan untuk mengatasi sakit maag. Beberapa tanaman yang diyakini bisa mengatasi maag antara lain jahe dan kunyit.

maag, obat maag, herbal untuk maag, obat alami maag

Menurut Abdul Mun’im, MSi, PhD dari Program Pascasarjana Herbal Departemen Farmasi FMIPA UI, yang paling umum untuk mengatasi maag adalah kunyit. Bahkan kunyit juga sudah digunakan sampai ke luar neger. Demikian pula dengan jahe yang juga bisa membantu menghilangkan kembung dan mual yang biasa dirasakan orang yang sakit maag.

“Kunyit sendiri ini berguna untuk penyembuhan luka. Karena kan biasanya maag juga ada yang disebabkan oleh peradangan, terus bisa mengakibat luka di lambung bahkan pembengkakan. Nah kegunaan kunyit inilah yang berguna untuk menyembuhkan luka tersebut,” terang Mun’im.

Obat Herbal Alami untuk Mengurangi Sakit Maag

Selain itu kunyit juga bisa membantu mengurangi produksi asam lambung dan mengurangi gejala-gejala maag itu sendiri. Ini semua dikarenakan zat aktif yang ada di dalam kunyit mampu membantu mengurangi nyeri dan sebagainya.

“Tapi sebenarnya ada obat herbal yang sudah diakui secara ilmiah karena sudah lolos uji klinis, yaitu tanaman mimba yang dimanfaatkan batangnya. Batang mimba ini sudah lolos uji klinis, di mana penelitiannya dilakukan di India, namun hak patennya itu Amerika,” sambung Mun’im.



Batang mimba, tambahnya, bermanfaat dalam mengatasi maag karena mampu menghambat produksi asam lambung. Namun di Indonesia belum banyak yang menggunakan batang mimba ini sebagai obat untuk maag. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat Indonesia yang takut akan tanaman mimba ini.

“Buah dari tanaman mimba kan beracun, makanya itu masyarakat belum banyak menggunakan mimba. Padahal kan yang digunakan itu batangnya, jadi tidak akan terkena racunnya. Tanaman mimba ini berada di daerah-daerah yang gersang, karena manfaat utamanya memang untuk penghijauan di daerah yang gersang,” lanjut Mun’im.

“Kalau sejauh mana obat herbal dari mengatasi maag ini, mungkin hanya sanggup mengatasi sampai ke tingkat moderat ya. Jika sudah sampai maag tingkat berat atau parah, obat herbal ini tidak akan kuat, karena memang sifat dari herbal itu hanya mampu sampai tingkat keparahan sedang saja,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Unit Complementary Alternative Medicine (CAM) RS Kanker Dharmais, dr Aldrin Neilwan, MD, MARS, M.Biomed, M.Kes, SpAK menuturkan tanaman yang dipercaya dapat mengatasi maag itu sebenarnya banyak. Karena tanaman mempunyai zat aktif yang banyak, di mana hal itu berbeda dengan obat dari bahan dasar kimia.

Bisa saja satu penyakit diobati dengan banyak tanaman, atau satu tanaman bisa mengobati banyak penyakit. Namun sebenarnya sejauh mana manfaat itu tergantung kepada pembuktiaannya.

“Pembuktian pengobatan tanaman untuk maag itu kan selama ini berdasarkan kepada pendapat masyarakat, pengetahuan tradisional masyarakat, ataupun hasil pengamatan masyarakat tertentu. Akan tetapi, diperlukan juga pembuktian yang melalui metode penelitian. Metode penelitian ini bisa membuktikan sejauh mana tanaman bisa menjadi obat, baik secara objektif atau pun subjektif,” papar dr Aldrin.



Parameter dalam pembuktian tanaman obat, sambungnya, dapat dilihat secara kuantitatif maupun kualitatif. Jika tanaman obat dipercaya bisa mengatasi maag dalam hal permasalahan lambung, seperti mengatasi bakteri Helicobacter pylori di dalam lambung, itu berarti manfaatnya dilihat berdasarkan parameter kuantitatif. Tapi jika tanaman obat bermanfaat dalam mengobati rasa nyeri dan mengurangi masalah gangguan aktivitas yang biasanya dialami penderita maag, berarti manfaatnya berdasarkan kualitatif.

“Sejauh ini, manfaat dengan parameter kualitatiflah yang biasanya terjadi di masyarakat. Masyarakat yang biasanya ketika diserang maag, dengan menggunakan tanaman obat, nyeri di lambungnya akan berkurang atau tidak sesakit biasanya. Atau juga bisa juga ketika maag mengganggu aktivitas, tapi dengan menggunakan tanaman obat mereka masih tetap bisa beraktivitas. Dan kadang juga bisa mengurangi frekuensi serangan maag yang sering menyerang sebelumnya. Itu yang biasanya terjadi di masyarakat,” tutur dr Aldrin.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."