istiqomah, istiqamah, cara agar istiqamah

Istiqamah itu Sulit tapi Berbuah Manis
Istiqamah jika diterjemahkan berarti ‘kelurusan hati, keteguhan, dan kebenaran. “Ini berasal dari akar kata قام (qaama) yang berarti’ bangkit ‘atau’ berdiri tegak ‘. Dan dari kata ini kita memperoleh kata-kata seperti مستقيم (Mustaqiem) seperti dalam’ Siraat al-Mustaqiem ‘(jalan yang lurus).

Untuk orang yang percaya, Istiqamah adalah kebajikan yang tidak dapat dilakukan tanpa adanya kesabaran dan semangat juang yang tinggi. Ini adalah kualitas yang harus terus kita upayakan untuk mencapai semua tujuan meskipun kita mungkin gagal pada saat tertentu. Banyak orang telah kehilangan sikap istiqamah mereka. Padahal ini adalah modal kekuatan awal untuk tetap pada jalan yang lurus. Ada masanya di mana seseorang akan merasa sangat hampa dengan hidupnya. Dia merasa sudah melakukan banyak hal tapi semua masih terasa sia-sia, sudah berdo’a bersungguh-sungguh tapi Tuhan tak kunjung memberi jalan keluar, banyak yang dilakukan tapi tidak tahu ke mana dia akan membawa hidupnya. Jika sudah begini, kita akan mudah sekali dimasuki energi negatif yang berimbas pada kehidupan kita.

Jika Anda sedang dihadapkan dalam masa-masa sulit dan tak tahu bagaimana mencari jalan keluarnya, mungkin Anda secara tak sadar sudah kehilangan sikap istiqamah Anda. Inilah beberapa tanda-tandanya.

Tanda-Tanda Hilangnya Sikap Istiqamah

1. Menghabiskan Waktu Demi Hal Yang Tak Perlu
Anda secara tak sadar menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak perlu. Internetan, main game, nonton tv, browsing, clubbing, minum alkohol dan sebagainya. Boleh saja nonton film atau browsing internet, karena itu adalah hiburan. Namun lihatlah sekeliling Anda! Jika banyak hal yang Anda korbankan hanya demi browsing berjam-jam atau melakukan aktivitas yang tak perlu, maka Anda sudah kehilangan banyak hal.

2. Banyak Mengeluh
Hidup memang tak mudah dalam beberapa hal. Namun jika hanya dihabiskan dengan mengeluh dan mengeluh saja, itu tidak akan menyelesaikan masalah dalam hidup Anda. Mengeluh gaji kurang tapi tak menambah performa kerja. Kesal karena bertahun-tahun belum bisa beli rumah tapi malas menabung dan tak mau menambah penghasilan dan hanya menggerutu sepanjang waktu. Ingat! Mengeluh tidak menyelesaikan apapun.

3. Malas Menambah Pengetahuan Dan Relasi
Hanya bermalas-malasan sepanjang hari dan hanya mau hidup enak adalah virus berbahaya. Bersantai boleh-boleh saja, tubuh juga perlu istirahat. Namun jika Anda mulai kebanyakan santai, tak memikirkan rencana masa depan, maka Anda sudah kalah dari teman-teman Anda yang berlari kencang. Buka pengetahuan Anda dengan membaca berita, bergabung dengan komunitas tertentu dan sebagainya. Bila hanya santai, tidak mau rintangan dan tantangan, ini akan menjadikan diri kita merosot dan tidak berguna. Hidup ibarat mendaki gunung, semakin tinggi semakin sulit. Menandakan semakin dekat dengan puncaknya. Berpikirlah bahwa dengan banyaknya rintangan, malah akan mendidik hingga menjadi bijaksana.

4. Hanya Melihat Sisi Negatif Diri Sendiri
“Aku kan nggak cantik,” “Aku kan nggak seganteng dia,” “Aku kan nggak teliti, nggak punya relasi,” dan masih banyak hal negatif lain yang Anda tonjolkan dari diri Anda. Jika sudah begini, bagaimana orang lain mempercayai Anda, Anda saja tak percaya diri. Setiap orang punya kemampuan dan sisi positif, maka temukan sisi positif itu dengan mencoba banyak hal yang juga positif. Maka Anda akan menemukan satu atau beberapa hal yang menjadi kelebihan dan bisa dibanggakan.

5. Tidak Merencanakan Masa Depan
Ada sebagian orang yang berpikir untuk apa merancang masa depan, karena masa depan sudah ditentukan Tuhan. Padahal setiap orang seharusnya punya rencana masa depan, sehingga dia tahu ke mana arah untuk melangkah. Soal apakah langkah Anda akan mulus atau harus melewati kerikil, itu akan menjadi urusan Tuhan. Orang yang tidak punya rencana masa depan seringkali tak punya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri secara maksimal.

6. Menghabiskan Waktu Dengan Orang Yang Negatif
Di mana Anda bergaul, maka besar kemungkinan Anda akan meniru gaya mereka. Jika Anda bergaul dengan orang yang kebanyakan mengeluh, maunya hidup santai dan menghamburkan uang, kemungkinan besar Anda akan mengikuti jejak mereka. Namun jika Anda bergaul dengan orang yang optimis, punya banyak hal yang menginspirasi, maka besar kemungkinan Anda mengikuti jejak mereka bahkan lebih berhasil dibanding mereka. Maka pilihlah pergaulan yang bisa membesarkan potensi Anda.

7. Tidak Peduli Tubuh Dan Kesehatan
Tubuh Anda, aset Anda, kesehatan Anda adalah masa depan Anda. Maka jika Anda tak peduli apa yang dimakan, ‘pokoknya perut kenyang’, setiap hari begadang, malas olahraga, maka suatu saat tubuh akan memberontak. Bukankah sangat disayangkan jika sejak usia muda, Anda tak merawat tubuh? Lihatlah masa depan Anda di usia 60 tahun, apakah masih tetap bisa jalan-jalan santai atau sakit? Semua bisa Anda mulai saat ini. Sayangi tubuh Anda, karena hanya satu dan tidak ada gantinya. Jangan habiskan sisa usia Anda hanya untuk berobat.

Jika Anda mulai merasa beberapa poin diatas begitu dekat dengan hidup Anda, tak ada kata terlambat untuk memulai lagi sikap istiqamah sedikit demi sedikit untuk merancang hidup ke arah yang lebih baik.



Cara Menumbuhkan Sikap Agar Tetap Istiqamah



1. Kerjakan apa yang bisa membuat Anda bahagia. Kondisi hati dan pikiran menentukan sikap kita. Jika hati kita dipenuhi sikap galau, bosan, mudah emosi, dsb tentunya akan menghambat langkah kita dalam meraih tujuan.
2. Tanyakan kepada diri sendiri apakah yang sedang Anda kerjakan saat ini memang betul-betul merupakan hal yang diinginkan dan perlu. Tetapkan tujuan awal agar Anda lebih mudah mengerjakannya. Seberat apapun pekerjaaan, jika Anda mampu berkomitmen pada awalnya, pasti akan terasa ringan. Karena Anda mengerjakan dengan ikhlas.
3. Do’akan apa yang Anda kerjakan agar bermanfaat bagi banyak orang.
4. Tersenyumlah, walaupun awalnya terasa susah.
5. Selalulah memberi respon positif untuk setiap hal atau masalah yang dialami.Energi positif yang Anda ciptakan, akan menarik energi positif lain yang akan memberikan nilai positif untuk Anda.
6. Bersyukurlah atas apa yang didapatkan saat ini meski belum sesuai harapan, karena mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.
7. Ingatlah selalu hari esok tidak akan sama dengan hari kemarin. Kegagalan di masa lalu bukan berarti kegagalan dimasa yang akan datang.
8. Banyak-banyaklah menenangkan diri. Anda perlu ketenangan saat Anda dihadapkan pada cobaan hidup, hal ini bertujuan untuk mengendapkan kondisi psikis Anda yang kacau. Tak perlu keluar uang untuk rekreasi dan bepergian demi menenangkan diri. Cobalah berdzikir di dalam hati setelah sholat, atau bermeditasi. Awalnya berat, bagi yang belum terbiasa. Percayalah, cara ini sangat efektif untuk menghadapi hari-hari terberat Anda sekalipun jika Anda mampu fokus dan bersungguh-bersungguh.

Seperti halnya kesuksesan, kebahagiaan adalah hak bagi setiap orang. Tidak ada orang atau hal lain yang bisa membuat kita menderita, kecuali diri kita sendiri yang mengizinkannya. Jika Anda mampu menjalankan poin cara menumbuhkan sikap agar tetap istiqamah yang saya sebutkan diatas, bukan tidak mungkin, Anda akan terkejut dengan sendirinya dengan perubahan drastis dalam diri Anda. Semoga Anda selalu diberikan sikap Istiqamah demi meraih kesuksesan di dunia maupun akhirat. Amin.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."