kesemutan, penyakit saraf, neuropati, tanda neuropati, gejala neuropati
Kaitan Antara Kesemutan dan Kerusakan SarafPernahkah Anda mengalami kram atau kesemutan tiba-tiba pada kaki ketika menjelang tidur? Atau mengalami kelemahan saat ingin memegang gelas? Ketahuilah bahwa tanda-tanda tersebut merupakan gejala yang umum terjadi pada pasien neuropati.

Kesemutan atau rasa kebas setelah tubuh diam dengan posisi dan jangka waktu tertentu selama ini dianggap wajar patut. Namun hati-hati, kondisi ini bisa jadi tanda-tanda awal neuropati atau penyakit kerusakan saraf.

Neuropati merupakan kondisi kerusakan saraf yang dialami oleh manusia yang sering diabaikan. Padahal, penyakit ini memiliki dampak jangka panjang yang tidak main-main. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai neuropati juga berimbas pada penanganan yang seadanya seperti pijat, menggunakan balsem, membengkokkan atau meluruskan area yang sakit, dan relaksasi. Padahal, tindakan tersebut tidak mengatasi masalah.

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Pusat mengatakan, bahwa banyak masyarakat yang tidak menyadari dan memiliki pengetahuan mengenai neuropati. Penyakit neuropati ini dapat muncul pada usia muda, meskipun gejala awal yang muncul tampak ringan namun jika dibiarkan akan semakin parah.

Jika kondisi ini dibiarkan itu akan semakin berat, bisa lumpuh. Jadi pada awalnya merasakan kesemutan misalnya kalau duduk bersila lama, banyak orang mengatakan itu karena aliran darah terganggu tapi sebenarnya itu karena saraf dibelakang lutut kita tertekuk.

Gejala dan Penyebab Neuropati

Beberapa gejala dan penyebab timbulnya neuropati.

Berikut merupakan gejala yang dapat dialami oleh pasien neuropati:
1. Kram dan kesemutan
2. Mati rasa dan kaku otot
3. Rasa baal atau kebas
4. Rasa terbakar ditangan atau kaki
5. Kehilangan kontrol kandung kemih

Kulit mengkilap dan rambut rontok di area tertentu juga merupakan gejalanya. Dan gejala ini akan berakhir dengan adanya kelemahan anggota gerak serta penyusutan otot. Salah satu contoh ekstremnya adalah ketidakmampuan ereksi pada laki-laki.



Lalu apa penyebab neuropati? Penyebab neuropati dapat diketahui. Salah satunya pola hidup saat ini, selain itu yang berperan penting adalah kurangnya vitamin (B1, B6, B12, dan D) atau defisiensi vitamin. Penyakit keturunan, efek kemoterapi dan efek samping obat, gangguan ginjal, diabetes, dan trauma pada saraf seperti carpal tunnel syndrome juga dapat menyebabkan neuropati.

Gejala awal neuropati biasanya dimulai dari ujung kaki. Hal ini terjadi karena saraf terpanjang di dalam tubuh terdapat di kaki. Semakin panjang saraf maka akan semakin rentan terkena neuropati.



Untuk mencegah penyakit semakin parah, penderita disarankan mengkonsumsi sayur dan biji-bijian secara seimbang dan jika perlu konsumsi suplemen vitamin B. Disarankan gunakan beras merah, karena beras merah banyak kandungan vitamin B dan baik untuk penderita diabetes.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."