pertengkaran saudara, perang saudara, mengatasi konflik saudara

Apakah Anda berjuang untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan menumbuhkan hubungan saudara yang kuat? Kadang-kadang, di satu titik kita seringkali berselisih paham satu sama lain. Tapi, pada akhirnya, itu adalah bentuk cinta yang mereka miliki satusama lain. Jika Anda mencoba untuk mengembangkan hubungan yang sehat antara saudara kandung dan bagaimana cara mengatasi perselisihan, berikut adalah beberapa tips yang berguna untuk membantu Anda.

Beberapa orang merasa saudara/saudarinya adalah sahabat dan anugerah. Namun beberapa lagi mengalami kesulitan untuk bisa sejalan dengan saudara mereka. Dalam hal ini, peran orang tua tentu sangat dibutuhkan. Meski begitu ketika sudah dewasa, kadang orang tua sendiri pun tak selalu bisa mengatasinya. Pada akhirnya kita sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa kita bisa melakukan kesalahan dan saudara kita juga tidak sempurna. Namun, ego membuat kita selalu ingin menang atau mengalami konflik dengan mereka.

Bagaimana Cara Mengatasi Konflik dengan Saudara?

Masa kecil kita menciptakan fondasi dari perilaku kita, kepribadian dan hubungan dengan orang-orang dimasa dewasa kelak, terutama dengan mereka yang terlibat di tahun-tahun awal kehidupan kita. Sekecil apapun konflik yang belum terselesaikan, dapat menyebabkan masalah yang lebih besar antara saudara kandung, bahkan permusuhan. Anda dan saudara Anda harus belajar memiliki kontrol atas setiap masalah. Pastikan bahwa Anda :

1. Sadari Masalah Anda
Sebagian orang membawa masalah sehari-hari ke tempat tidur, sehingga bisa kepikiran hingga tak bisa tidur tiap kali mengingat mereka punya masalah dengan saudara sendiri. Tapi, coba sadari problema yang Anda alami dengan kakak atau adik di rumah.

Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Hanya saja kadang kita sendiri yang enggan menyelesaikannya. Namun setidaknya sampai di sini Anda tahu masalah itu prinsipil atau layak diabaikan.



2. Kenali Karakternya
Kalau Anda sudah paham betul dengan sifat dan kebiasaan mereka, tentu Anda tahu apakah hal ini bisa ditanggulangi atau tidak. Apakah Anda berdua cukup demokratis untuk saling mendengarkan dan menyelesaikan masalah?

Kalau sulit, Anda bisa menggunakan dua cara. Mengikuti alurnya untuk mengalah dan melakukan pendekatan untuk bisa bicara secara baik-baik atau yang kedua adalah menghindari pemicu masalah. Dalam hal ini, Anda bisa sampai ke tahap untuk menjaga jarak. Namun, jangan kurangi kualitas persaudaraan Anda.

3. Menjaga Kualitas Dalam Perbedaan
Berbeda pemikiran dan sering berdebat boleh-boleh saja. Tapi, jangan lupa untuk tetap saling memperhatikan. Anda dan dia bukan orang asing yang akan saling berprasangka. Menjaga kebaikan tetap ada bisa mengimbangi kondisi hubungan Anda dengan kakak atau adik.

Anda juga bisa meleburkan nilai persaudaraan Anda dalam kekeluargaan. Misalnya dengan menyadari bahwa Anda sudah sama-sama besar dan tak mungkin merepotkan orang tua hingga membuat mereka sedih dengan perselisihan ini.

Tahukah Anda? Kita menghabiskan sepertiga dari masa kecil kita dengan saudara kita! Anda juga dapat mengembangkan hubungan yang sehat bahkan dengan saudara tiri atau saudara ipar Anda. Bukan tidak mungkin untuk berurusan dengan persaingan dan kecemburuan antara saudara sekandung. Mereka adalah bagian dari tumbuh dewasa dan bertindak sebagai rangsangan positif jika kita mampu mengambil dalam semangat yang sehat. Hubungan saudara yang sehat dapat membantu Anda dan saudara menangani masalah-masalah yang mungkin luput dari pengawasan oleh orang tua. Itu membuat Anda lebih sehat dan puas secara emosional.



Hubungan baik pasti bisa dipupuk, meski butuh proses untuk bisa membuat benih-benih kebaikan itu mengakar menjadi kebiasaan baik. Saat Anda melihat perihal penting yang terbelah, pikirkanlah apa memang hal itu lebih baik dibelah atau lebih indah saat menjadi satu kesatuan. Jangan lupa, dan ingatlah selalu bahwa keluarga adalah rumah tempat Anda pulang.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."