pernapasan, latihan pernapasan

Latihan Pernapasan untuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sering menemui kendala dalam melakukan kegiatan sederhana seperti makan, atau naik turun tangga. Latihan pernapasan ini mampu dalam membantu meredakan kondisi ini.

Ketidaknyamanan yang disebabkan karena sesak napas (dyspnea) terkait dengan gangguan di paru-paru yang disebabkan oleh PPOK. Pasien yang menderita kondisi ini membutuhkan bantuan dalam mengelola masalah yang terkait dengan itu, dan latihan pernapasan ini sangat berguna. Latihan khusus ini juga disebut sebagai latihan diafragmatik.

Metode Latihan Pernapasan untuk PPOK

Bagi mereka yang terbiasa latihan pernafasan tentunya sudah tahu manfaat dari pernafasan diantaranya untuk kesehatan baik fisik maupun mental, menyembuhkan berbagai penyakit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Nah, berikut adalah jenis- jenis latihan pernapasan yang bisa Anda coba.

Penafasan Mengerutkan Bibir
Teknik pernafasan mengerutkan bibir yang dimaksud disini adalah teknik bernapas dengan membuka sedikit lubang pada bibir Anda untuk tempat keluarnya udara yang Anda hembuskan melalui mulut. Teknik pernafasan ini dimulai dengan menghirup udara dari hidung lalu hembuskan udara yang Anda hirup dengan perlahan mengeluarkannya melalui bibir yang Anda kerutkan. Dengan menghembuskan udara sedikit lama akan membuat saluran udara pada paru-paru Anda terbuka lebih lama. Hal ini juga akan meningkatkan aliran sirkulasi udara dalam tubuh Anda dan memperlambat tingkat kecepatan pernafasan Anda. Lakukan teknik pernafasan ini 10 kali untuk membantu memperkuat paru-paru Anda.

Pernapasan Diafragma
Pernapasan diafragma juga dikenal sebagai pernapasan perut. Ini akan membantu paru-paru berkembang, dan membantu Anda menghirup lebih banyak udara. Untuk melakukan latihan ini, duduklah dengan nyaman di kursi, dan usahakan bahu Anda rileks. Letakkan satu tangan di perut Anda. Mulailah menghirup udara pelan, dan ketika Anda mulai bernapas dalam, dorong perut Anda kedalam, tujuannya untuk mengakomodasi lebih banyak udara. Sekarang mulai menghembuskan napas dengan mendorong keluar otot perut Anda. Gunakan teknik pernapasan mengerutkan bibir untuk latihan napas, dan merasakan otot perut Anda berkontraksi. Ulangi latihan ini tiga kali sehari. Hal ini juga dapat dilakukan sambil berbaring. Tujuannya adalah untuk mencapai tahap dimana Anda akan dapat melakukan pernapasan diafragma ketika Anda naik tangga.

Pernapasan Dalam
Duduk dengan punggung, leher, dan kepala tegak tetapi rileks. Tarik napas perlahan-lahan melalui hidung sambil menghitung 1-4 (secara bertahap tingkatan sampai 10 atau lebih) sampai paru-paru terasa mengembang. Lalu keluarkan napas lewat hidung pada hitungan yang sama. Selesai mengeluarkan napas, istirahat dulu 1-2 detik. Ulangi 8 kali dengan rileks dan berirama.

Mengendalikan Batuk
Masalah pernapasan terkait dengan PPOK terutama disebabkan oleh obstruksi saluran udara oleh lendir. Oleh karena itu, untuk membersihkan saluran udara dengan bantuan pernapasan diafragma, Anda harus menggunakan langkah-langkah berikut.



1. Duduk tegak di kursi, tetapi usahakan kepala Anda untuk ke depan sedikit. Pijakkan kaki Anda dengan kuat di tanah.
2. Sekarang gunakan teknik pernapasan diafragma, ambil napas dalam-dalam. Tahan napas selama minimal 3 detik.
3. Buka mulut Anda, dan seperti pada pernapasan diafragma, tekan tangan Anda ke perut dan batuklah sekali. Hal ini akan membantu untuk memudahkan lendir menuju tenggorokan Anda. Setelah hal ini terjadi, batuk akan keluar dengan sendirinya.
4. Jika diperlukan, Anda dapat mengulangi latihan ini seterusnya agar benar-benar sembuh.



Berikut adalah beberapa saran sebelum Anda memulai semua latihan pernapasan untuk PPOK. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk memastikan latihan pernapasan mana yang lebih tepat untuk kasus Anda. Dokter Anda mungkin menyarankan beberapa perubahan latihan ini, untuk membuat agar lebih cocok untuk mengobati kondisi Anda. Ingat, latihan ini hanya akan membantu Anda berurusan dengan PPOK, dan tidak boleh dihentikan pengobatannya.

Disclaimer : Artikel ini semata-mata untuk tujuan informatif dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat dari ahli medis.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."