mainan anak, mainan untuk anak
Mainan Dapat Mempengaruhi Karir dan Masa Depan AnakMelihat bocah laki-laki bermain dengan mobil-mobilan dan bocah perempuan bermain dengan boneka memang hal yang lazim. Seakan sudah menjadi norma, laki-laki tak pantas bermain boneka, pun begitu dengan perempuan yang dinilai aneh jika main mobil-mobilan.

Mainan yang selama ini banyak diketahui memang hanya mainan. Sesuai definisi katanya, mainan adalah alat untuk bermain atau barang yang dipermainkan. Akan tetapi tahukah Anda bahwa mainan bukan hanya sekadar alat bermain?

Becky Francis, profesor bidang pendidikan di Roehampton University percaya bahwa mainan dapat mempengaruhi pilihan karir dan masa depan anak. Pemilihan karir tersebut dipengaruhi oleh stereotip jenis kelamin yang juga berlaku pada mainan anak.

“Jenis mainan yang berbeda tentunya mempunyai pesan yang berbeda pula tentang apa yang pantas dan tidak untuk laki-laki dan perempuan. Tentunya hal tersebut mempengaruhi pendidikan dan berdampak pada pemilihan karir di masa depan,” ujarnya.

Mainan Sangat Berpengaruh Terhadap Perkembangan Anak di Masa Depan



Ia menuturkan bahwa mainan laki-laki yang mengedepankan aksi dan konstruksi seperti Lego menyampaikan pesan bahwa laki-laki diharuskan untuk membuat sesuatu atau memecahkan masalah. Sementara boneka pada perempuan membuat mereka diharuskan mempunyai sifat perhatian dan lemah lembut.

“Mainan laki-laki lebih banyak mengandung informasi dan instruksi seperti bagaimana membangun bangunan yang kuat dari Lego. Sementara boneka atau Barbie pada perempuan cenderung menuntut mereka untuk bermain lebih kreatif dan imajinatif,” sambung Francis lagi.

Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Argos, salah satu perusahaan retail mainan terbesar di Inggris. Hasil penelitian mereka mengatakan bahwa 60 persen orang dewasa yang bekerja di bidang arsitektur dan desainer mengaku senang bermain balok kayu dan membuat bangunan ketika kecil.

Hasil lainnya menunjukkan bahwa 66 persen orang dewasa yang pekerjaanya berhubungan matematika dan hitung menghitung seperti akuntan dan bankir menggemari menyusun gambar pada permainan puzzle. Psikolog tumbuh kembang anak dr Amanda Gummer yang diminta pendapatnya mengatakan bahwa sebenarnya, bukan mainan yang berpengaruh terhadap karir dan masa depan anak.

“Sebenarnya bukan Lego atau mainan balok yang membuat anak dapat membangun rumah atau gedung bertingkat ketika mereka dewasa. Faktor terpenting dari bermain dengan Lego adalah membangun kepercayaan diri dan terbiasa membangun balok yang tidak beraturan menjadi bangunan yang stabil dan terstruktur dengan rapi,” lanjut
Francis.

“Orang tua harus mampu mengenalkan berbagai macam pengalaman kepada anak, salah satunya adalah dengan mainan. Memilih mainan yang tepat bukan berdasarkan apa jenis kelamin anak Anda, tetapi berdasarkan minat mereka,” pungkasnya.






About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."