Bagikan :

hati dan pikiran, mendengarkan hati atau pikiran
Manakah yang Harus Anda Ikuti, Hati atau Pikiran?Sebagian besar dari kita sering terjebak dalam menentukan keputusan penting manakah yang yang harus diikuti, hati atau pikiran untuk mendapatkan hasil yang paling diinginkan. Tentu saja, ini adalah tugas yang sangat rumit. Sebelum Anda memikirkan hal ini lebih jauh, ada baiknya Anda harus memahami bahwa Anda memiliki pikiran dan hati karena suatu alasan. Mereka berdua memiliki peran untuk membantu Anda dengan cara mereka sendiri. Jadi, manakah yang harus dipilih? Baca terus untuk menemukan jawabannya.



Hati berpikir secara emosi, mengungkapkan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis. Sedangkan pikiran lebih cenderung rasional dan praktis. Mendapatkan jawaban saat menentukan pilihan seringkali terletak pada situasi dan pengalaman seseorang. Namun, hal ini sering lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Hati dan pikiran Anda ibarat dua penasehat, terkadang berbeda pendapat. Mereka memainkan perannya dengan cara yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda.

Setelah Anda mampu memahami keduanya, dan bagaimana cara memanfaatkan kekuatan mereka, Anda tidak akan ragu lagi dalam membuat keputusan penting. Berikut tipsnya.

1. Bicaralah dengan hati dan pikiran sesuai peran masing-masing Pemikiran logis Anda mungkin mencoba untuk memberikan jawaban yang paling rasional, tetapi harus sama pentingnya mempertimbangkan alasan dengan menggunakan hati Anda. Meskipun mungkin membingungkan untuk memulainya saat dilanda kebingungan, berilah sedikit waktu untuk menarik napas halus dan panjang. Di saat seperti inilah jawaban Anda seketika akan muncul.

2. Ikuti isyarat tubuh Anda dan berbagai tanda yang dipancarkan terhadap situasi atau orang
Tanpa sadar atau secara tidak sengaja, tubuh kita memiliki mekanisme tersendiri seperti memancarkan sinyal vibrasi setiap kali kita dihadapkan pada situasi, orang, atau kesempatan tertentu. Amati saja tanda yang diberikan tubuh Anda, ini adalah cara yang bagus untuk mengidentifikasi pemikiran yang tepat atas subjek. Misalnya, dada terasa sesak atau perut tiba-tiba terasa mual bisa berhubungan dengan rasa takut.



3. Tanyakan batin Anda
Pikiran selalu memicu perasaan takut dan mencegah Anda untuk mengambil risiko atau menerima tantangan. Itulah sebabnya antara pikiran dan hati selalu bertolak belakang. Kebanyakan orang hidup hanya didasarkan pikiran logis mereka, tetapi ketika Anda mampu ‘mendamaikan’ hati dan pikiran, maka segala hal yang sedang Anda hadapai menjadi lebih mudah untuk diatasi. Memang hal ini tidak segera, tapi seiring dengan waktu.

4. Tentukan tantangan dan kendala
Anda pasti akan mengundang pengaruh eksternal, baik positif maupun negatif ketika Anda membuat keputusan besar. Ini bisa datang dalam bentuk orang, sumber daya, atau situasi. Jika memang Anda dihadapkan pada situasi seperti ini, lebih baik tuliskan semuanya dan membacanya berulang-ulang dalam hati, sampai Anda yakin telah menemukan jawaban terbaik.

Pada kenyataannya, sebenarnya tidak ada langkah-langkah spesifik. Jika Anda ingin mengikuti kata hati Anda, Anda harus mulai mendengarkan diri sendiri dan memiliki keyakinan pada ‘sinyal GPS’ batin Anda sendiri. Anda mungkin perlu mencoba beberapa cara berbeda yang dihasilkan dari pengalaman Anda sendiri. Ingatlah bahwa Anda sendirilah yang memegang semua jawaban. Jadi, sebaiknya harus bagaimana? Mengikuti kata hati atau pikiran? Jawabannya adalah keduanya. Belajarlah untuk menghormati keduanya. Mereka adalah dua penasehat yang membantu Anda menjalani hidup Anda.

Ingat, jangan terburu-buru. Sebagian besar dari penderitaan yang Anda rasakan itu karena Anda mencoba terlalu keras memaksakan kemajuan. Ambil napas dalam-dalam dan rileks saja. Nikmatilah petualangan yang kita sebut kehidupan ini, memang akan selalu ada tantangan. Anda akan selalu terus berkembang dalam rintangan itu, sehingga mau tidak mau Anda mungkin harus menikmatinya.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."