secang, kayu secang, manfaat secang, khasiat secang

Manfaat dan Kegunaan Kayu Secang
– Kayu secang/sepang, juga dikenal sebagai Caesalpinia sappan L untuk nama ilmiahnya, adalah tanaman obat dan pewarna alami. Sebagai obat yang menghasilkan brazilin dan minyak atsiri, diekstrak dari kayu batang pohon ssecang, dapat membunuh bakteri, mengurangi pembengkakan, dan mengurangi rasa sakit. Hasilnya, obat alami ini secara luas digunakan dalam pengobatan tradisional. Selain itu, dalam beberapa penelitian terakhir ramuan ini juga ditemukan memiliki efek meningkatkan kontraksi kardiovaskular, sirkulasi darah, dan khasiat anestetik saraf pusat. Jadi, Anda tidak boleh memandang remeh obat alami ini.

Tentang Tanamam Secang

Secara medis obat-obatan dihasilkan mengacu pada kayu batang kering yang didapat dari Caesalpinia sappan L, yang merupakan jenis pohon berbunga milik keluarga legum atau polong-polongan (Fabaceae). Ini juga merupakan kerabat Brazilwood (Caesalpinia echinata) dan berada di bawah genus yang sama. Oleh karena itu, nama-nama umum lainnya di berbagai negara adalah kayu sappan, kayu Brezel, redwood India Timur, Sapanwood, Suou, Chekke Sappanga, Sumu, lignum sappan, dan sebagainya. Di Cina, tanaman ini dibudidayakan di provinsi Guangxi, Guangdong, Yunnan, dan Taiwan.

Ini adalah pohon cemara kecil, dengan sedikit duri kecil dan daunnya menyirip pada batang yang tumbuh berlawanan satu sama lain pada batang utama. Tanaman ini mekar dari bulan Juni sampai September setiap tahun, dapat dipanen setelah 8 tahun tanam. Inti kayu sappan yang lebih dipilih adalah yang lebih tua dan lebih pekat warnanya.

Kandungan kimia utama dari lignum sappan adalah : 3-deoxysappanone, sappanone, 3′-deoxysappanone, sappanol, episappanol, 3′-O-metil brazilin, brazilin, turunan brazilin, ombuin, rhamnetin, quercetin, sappanchalcone, 4-4′-Dihydroxy- 2′-metoksi-chalcone, protosappanin, 10-O-methylpro-tosappanin, calsalpin, octacosanol, β-sitosterol, taraxerol, dan sebagainya.

Manfaat Kayu Secang

Membicarakan tentang manfaat secang, ada dua aspek utama : sebagai pewarna alami dan sebagai obat. Warna merah ekstrak dari kayu secang dapat digunakan sebagai campuran bahan pembuat pewarna tekstil. Manfaat kesehatan utama adalah mengaktifkan sirkulasi darah untuk menghilangkan darah stasis, yang membuatnya menjadi ramuan yang ideal untuk gangguan ginekologi dan masalah lain akibat stasis. Dari penelitian pengobatan barat, ini merupakan obat antibakteri dan antioksidan. Berikut adalah bukti yang diambil dari farmakologi modern.

1. Meningkatkan kontraksi jantung.
2. Dapat meningkatkan aliran darah koroner dan meningkatkan sirkulasi mikro.
3. Brazilin dan hematoxylin dapat menghambat agregasi platelet yang diinduksi ADP.
4. Memiliki efek sebagai obat penenang dan bius. Selain itu, dapat menentang efek rangsang pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh stimulan strychnine dan kokain.
5. Memiliki efek penghambatan pada difteri bacillus, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, dan lain-lain.
6. Memiliki efek anti-inflamasi dan anti-kanker.
7. Mengatasi nyeri menstruasi, dysphoria dengan sensasi sesak nafas, dan sebagainya.
8. Menyembuhkan asma yang disebabkan oleh macetnya aliran Chi.
9. Menyembuhkan memar dan tetanus. Selain itu juga berguna untuk menyembuhkan sakit campak.
10. Mengatasi kejang mulut dan luka terbuka.

Rasa asli dari kayu secang ini adalah campuran antara manis dan asin. Efek pengobatannya melalui meridian jantung, hati, dan limpa. Sehingga, fungsi utamanya sebagai pengencer darah, mempromosikan sirkulasi, anti koagulan, dan mengurangi pembengkakan untuk menghilangkan rasa sakit. Pengobatan lainnya termasuk amenore, dismenore, stasis darah pasca melahirkan, rasa sakit menusuk di perut dan dada, dan pembengkakan traumatis. Dosis yang dianjurkan adalah 3-9 gram rebusan. Dan banyak produk herbal secang yang sudah diperjualbelikan di pasaran, seperti sirup, teh secang, serbuk, atau ekstrak.



Membuat Minuman Secang
Minuman dari secang sangat cocok diminum sehari-hari untuk minuman kesehatan. Bisa disajikan dalam keadaan panas maupun ditambahkan es batu agar rasanya lebih segar.



Bahan :
• Kayu secang kering 25 gram
• Jahe 250 gram, bakar, memarkan
• Serai 2 batang, memarkan
• Cengkih 2 buah
• Kayu manis 4 cm
• Gula pasir 1 kg
• Air 1 liter

Cara Membuat :
1. Campur air, kayu secang, jahe, kayu manis, serai dan cengkih. Rebus hingga mendidih sampai aroma rempahnya harum.
2. Tambahkan gula pasir, masak di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih dan kental. Angkat dan biarkan uap panasnya hilang.
3. Tutup dan diamkan semalam. Saring. Sirup siap digunakan.

*) Sebaiknya sirup disimpan di kulkas.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."