prana, melatih prana, energi prana

Sejarah penyembuhan Prana diselimuti misteri. Selama berabad-abad lamanya praktek dan metodologi penyembuh Prana dirahasiakan oleh orang-orang tertentu yang menguasai demi praktek pengobatan dan mencegah penyalahgunaannya. Namun, di era modern kini, penyembuhan Prana sudah menjadi bagian dari pengobatan holistik dan penyembuhan spiritual di seluruh belahan dunia.

Nafas adalah talinya jiwa. Karena nafaslah yang dapat membuat makhluk tetap dapat hidup sebagaimana mestinya. Tanpa nafas, tubuh ini hanyalah seonggok sampah tanpa guna. Dibalik nafas, ada energi Prana (energi hidup), dan Prana ini yang terpenting kita kenali karena Prana bukanlah nafas, namun Prana-lah yang mendasari semuanya termasuk yang mengalir di setiap chakra-chakra. Sangat sulit membuktikan keberadaan Prana, akan tetapi kita dapat merasakan dan memanfaatkan keberadaannya yaitu dengan mengolah aliran nafas.

Istilah Prana sendiri asalnya dari filsafat Hindu Kuno. Di Cina dikenal dengan ‘Chi’, dan Jepang mengenalnya dengan sebutan ‘Ki’. Karena dalam tradisi Hindu kuno, alam dipercaya menyimpan berbagai macam energi yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, demikian juga tubuh manusia dipercaya sebagai alam semesta mikro (jagad alit) yang menyimpan berbagai macam energi.

Daya Prana sendiri terbagi atas beberapa unsur energi utama. Selain Prana bumi dan matahari, terdapat juga Prana udara. Yang terakhir ini termasuk yang populer di tanah air. Selain karena lebih mudah dalam penguasaannya. Efektifitas penggunaannya lebih bermanfaat bagi umat manusia. Khususnya dalam hal penyembuhan penyakit. Prana bumi diserap melalui proses respirasi oleh paru-paru melalui teknik pernafasan, dalam yoga teknik pernafasan yang digunakan untuk menyerap tenaga Prana adalah Pranayama.

Dalam dunia kanuragan, tenaga Prana adalah hal yang dipelajari melalui latihan pernafasan secara berulang-ulang untuk menghasilkan kemampuan tenaga dalam. Untuk pengobatan daya Prana dipergunakan dalam melakukan deteksi dan penghancuran energi negatif dalam tubuh. Bagaimana proses penyembuhannya dilakukan? Biasanya jika menggunakan media orang lain, ada istilah transfer energi, yaitu menyalurkan energi Prana dari seorang ahli Prana (Pranic Healer) kepada pasien yang hendak diobati. Tata cara yang digunakan biasanya dengan cara menghadapkan telapak tangan ahli Prana kepada tubuh pasien atau melaui sentuhan pada titik tertentu.

Pertama-tama seorang ahli Prana akan melakukan deteksi sumber penyakit melalui energi si pasien. Biasanya energi pasien yang sedang sakit akan terasa lemah atau memiliki getaran yang tidak seimbang. Berdasarkan pengalaman mereka yang menjalani pengobatan menggunakan metode energi Prana, sudah banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan teknik ini, seperti darah tinggi, penyakit paru, lemah syahwat, asam urat, maag, penyakit psikis, bahkan kanker!

Daya Prana sebenarnya dimiliki oleh setiap orang, dan setiap orang bisa mengolah kemampuannya untuk melakukan penyembuhan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Asal mengetahui rahasianya dan mau mencoba untuk mempelajarinya. Daya Prana dan metafisika memang saling berhubungan. Tapi dalam hal ini, daya Prana tidak mengandung unsur-unsur kemusyrikan. Sebab energi yang digunakan berasal dari kekuatan alam yang mampu kita olah sendiri dan bukan dari bantuan gaib berupa jin atau khodam.

Cara Melatih Prana Dasar

Berikut adalah cara menghimpun energi Prana dasar, terutama menghimpun Prana udara.



1. Anda bisa melakukan latihan ini pada pagi, siang, atau malam, dalam kamar Anda yang penting ketika melakukan latihan ini konsentrasi Anda jangan sampai terganggu.
2. Posisi Anda bisa berbaring, bersila, atau duduk di kursi, terserah Anda yang penting Anda tidak tegang dan nyaman dalam posisi tersebut, kalau bisa hindari juga kontraksi otot. Ambil posisi yang membuat nyaman otot Anda tanpa tekanan.
3. Berdo’alah terlebih dahulu. Tenangkan diri Anda, pejamkan mata dan coba untuk berkonsentrasi pada latihan, jangan memikirkan apapun. Kemudian tarik nafas panjang dan pelan langsung salurkan udara ke arah perut sampai penuh, kemudian ke dada juga sampai penuh, rasakan udara tersebut adalah Prana yang Anda simpan dalam tubuh Anda.
4. Setelah nafas terasa penuh di perut dan dada Anda, keluarkan nafas dengan panjang dan pelan. Rasakan Prana telah mengendap dalam tubuh Anda, sementara Anda mengeluarkan zat kotor dalam tubuh Anda ketika mengeluarkan nafas.
5. Lakukan terus sampai beberapa kali putaran, untuk langkah awal lakukan 5 sampai 7 kali ulangan, jika Anda berkeringat biarkan saja itu berarti latihan Anda sudah cukup baik.
6. Tes energi Prana Anda dengan membuat “Psi Ball” (Bola Energi) di telapak tangan Anda. Rasakan adanya gelombang energi pada kedua telapak tangan yang saling berhadapan. Besar kecilnya energi ini bergantung pada seringnya Anda mengolahnya. Energi inilah yang nantinya dapat digunakan untuk pengobatan.

Dalam belajar Prana, semua saya kembalikan pada individu seseorang, baik faktor keyakinan dan kemantapannya. Yang perlu di pahami, jangan terlalu berambisi, karena dalam spiritual bukanlah keinginan atau pikiran yang menguasai, namun “Kesadaran”lah yang memintanya. Itulah mengapa, Anda perlu ‘berserah diri’, juga belajar melepas ego. Tujuannya agar tidak menyalahgunakan teknik ini untuk mencari kesaktian. Untuk lebih mendalaminya, saya lebih menyarankan Anda untuk mengikuti pusat pelatihannya.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."