Memaknai Rasa Syukur Lebih DalamApabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat Allah yang telah kita terima dan gunakan dalam hidup ini. Demikian banyaknya sehingga kita tidak mampu menghitungnya.

syukur, bersyukur, cara bersyukur, mengucap syukur, bagaimana cara bersyukur

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Pada dasarnya, semua bentuk syukur ditujukan kepada Allah. Namun, bukan berarti kita tidak boleh bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara nikmat Allah. Ini bisa dipahami dari perintah Allah untuk bersyukur kepada orang tua yang telah berjasa menjadi perantara kehadiran kita di dunia. Firman Allah SWT, ”Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali.” (QS 31: 14).

Bagaimana Cara untuk Bersyukur?

Ada beberapa cara mensyukuri nikmat Allah SWT. Pertama, syukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Allah yang diperolehnya.

Kedua, syukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah melalui ucapan Alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan. Hal ini dengan menggunakan nikmat Allah pada jalan dan perbuatan yang diridhoiNya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta’ati aturan Allah dalam segala aspek kehidupan.

Menyikapi Kesalahpahaman dalam Bersyukur



Banyak orang yang salah paham dalam hal memaknai cara bersyukur. Kita sering kali lupa sering bernafas, bisa melihat, bisa tidur nyenyak, bisa bergerak, dan lain sebagainya. Hal seperti ini sering kali lupa kita syukuri, karena menurut kita, ini adalah hal-hal sepele.

Ada 5 kesalahpahaman dalam bersyukur. Pertama, kita tidak pernah lupa bersyukur untuk hal-hal besar, tetapi lupa bersyukur untuk hal-hal kecil. Kedua, kita bersyukur kalau kita senang, tetapi lupa ketika sedih. Seharusnya kita bersyukur dalam keadaan senang walaupun sedih. Ketiga, kita bersyukur ketika menerima sesuatu, namun sering lupa untuk mengeksplorasi hadiah tersebut dari siapa. Keempat, kita seringkali bersyukur pada hal-hal kita dapatkan, tetapi lupa dengan hal-hal yang kita tidak dapatkan. Kelima, syukur seringkali menilai sesuatu waktu “sesuatu” itu ada, tetapi sering lupa menilai ketika “sesuatu” itu tidak ada.

Allah SWT telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa orang-orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikanNya sangatlah sedikit. Kebanyakan manusia ingkar terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada mereka.   “Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” [QS Yunus: 60]



Betapa banyak orang menangis, meratap, memelas dan merengek-rengek meminta kepada Allah agar dihindarkan dari kesusahan hidup, masalah pribadi, soal pekerjaan, musibah, dsb.  Akan tetapi, ketika Allah menghindarkan mereka dari kesusahan mereka kembali lalai, bermaksiat, bahkan menerapkan aturan-aturan selain aturan Allah.

Setiap masalah ada makna yang bisa kita ambil hikmahnya. Minimal, kita bisa belajar sabar dalam suatu keadaan apapun. Semoga kita semua bisa bersyukur atas semua yang terjadi dalam diri kita. Karena segala sesuatu yang datang pada kita sesungguhnya atas izin Allah SWT.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."