psikometri, psychometry

Psikometri merupakan keterampilan psikis yang memungkinkan seseorang untuk mengambil informasi dari suatu objek dengan menyentuhnya. Orang yang melakukan pembacaan psikometri dapat secara akurat menggambarkan karakteristik, penampilan fisik seseorang, atau hal-hal yang telah terjadi pada masa lampau hanya dengan memegang benda seperti jam tangan, cincin, atau kalung yang sering dikenakan.



Apa itu Psikometri?Psikometri (Psychometry) adalah bentuk kemampuan psikis yang agak berbeda dengan kemampuan psikis lainnya, terutama kemampuan melihat objek dengan memanfaatkan suatu benda tertentu. Beberapa orang dapat “melihat” menggunakan bola kristal, kaca hitam atau bahkan permukaan air. Tapi orang yang memiliki kemampuan psikometri, mendapatkan visi yang luar biasa ini hanya dengan melalui sentuhan kapanpun dan dimanapun. Psikometri juga bisa disebut sebagai seni merasakan energi-energi yang terpancar dari benda mati. Seseorang yang sudah mengembangkan anugerah dari Tuhan ini dapat merasakan energi dari benda yang dipegangnya dan membaca energi tersebut untuk memperoleh informasi.

Menurut ilmu Psikometri setiap benda baik hidup maupun mati mempunyai energi yang bersumber objek/benda itu sendiri, dalam dunia psikis hal ini bisa disebut juga Aura atau Prana, Prinsipnya adalah setiap molekul benda mati dan hidup bergetar, begitu juga elektron-elektron dari atom-atomnya berputar dan memancarkan energi. Pengaruh gaya tarik-menarik antar molekul dan atom menyebabkan energi yang memancar dari orang atau benda di sekitar objek dapat diserap oleh objek dan disimpan sebagai rekaman kejadian. Rekaman kejadian itu bisa mengendap sampai puluhan tahun lamanya bahkan jika ia memiliki energi yang kuat maka ia bisa mengendap selama ratusan tahun atau lebih.

Bagi siapa saja yang memiliki indra sensitif dapat membaca energi itu. Jika suatu waktu Anda sedang memegang atau berada di dekat sebuah benda lalu Anda tiba-tiba merasakan perasaan tertentu – dalam bahasa sehari-hari seperti ada perasaan lain, suatu sensasi tiba-tiba seperti perasaan sedih atau perasaan nyaman, ada kemungkinan Anda memiliki kemampuan psikometri. Sebaiknya kemampuan tersebut dikembangkan, karena akan sangat berguna dalam hidup Anda, seperti mendeteksi kebohongan, menelusuri jejak pencurian, atau kolektor benda seni dsb.

Biasanya informasi yang diperoleh berkaitan dengan saat-saat dalam kehidupan orang yang memiliki benda tersebut, dan mungkin mencakup data tentang karakter pemilik atau keadaan emosi nya, pendapat situasi tertentu atau orang, atau lokasi. Produk yang jarang tersentuh oleh pemilik sebelumnya, atau yang pernah dilakukan pada orang juga dapat dibaca, dan mungkin termasuk objek yang tidak biasa seperti pemanggang roti, telepon, atau sekop kebun.

Cara Melatih Kemampuan Psikometri

Untuk permulaan cobalah praktek dengan merasakan benda-benda disekitar Anda, sentuhlah benda tersebut, konsentrasi dan cari tahu apa yang Anda rasakan. Latihan ini dapat membantu Anda apakah Anda memang memiliki kemampuan Psikometri atau setidaknya bakat terpendam. Coba juga latihan ini, bila Anda memiliki sesuatu, seperti cincin. Anda dapat bermain-main sedikit dengan itu, merasakan cincin yang ada di tangan Anda, melihat gambar apa saja, atau hanya terus dan mencoba untuk merasakan energi di dalamnya.

Pastikan untuk mengosongkan pikiran dan perasaan cobalah berkonsentrasi pada objek yang Anda pegang.

Langkah 1
Pegang sebuah benda dengan kedua tangan Anda. Sebaiknya ukurannya muat untuk berada dalam genggaman tangan. Benda itu bersifat pribadi, seperti barang perhiasan atau jam tangan, dan telah dimiliki dan dipergunakan oleh pemiliknya dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga energi yang menempel pada benda itu sangat kuat.

Langkah 2
Fokuskan pikiran Anda kepada objek yang Anda pegang. Tutup kedua mata jika itu bisa membantu Anda untuk berkonsentrasi. Arahkan energi Anda kepada objek di dalam genggaman kedua tangan Anda. Biarkan pikiran Anda beristirahat dan menetap hanya pada objek itu.

Langkah 3
Visualisasikan dengan imajinasi Anda bahwa ada sebuah jalur penghubung antara energi objek yang Anda pegang dengan energi Anda sendiri. Perhatikan kedua energi Anda dan objek bergabung dalam satu ladang energi.



Langkah 4
Relaksasikan pikiran Anda, dan lihatlah gambaran-gambaran apa yang datang dalam pikiran Anda. Perhatikan dengan seksama apa saja yang sedang Anda rasakan atau sensasi-sensasi apa yang datang. Pencitraan mungkin datang berupa gambaran-gambaran, pemikiran-pemikiran, sensasi-sensasi atau berupa bau tertentu. Perhatikan setiap kesan yang Anda terima.

Langkah 5
Kenali dan rasakan obyek dengan cara yang berbeda dalam berbagai cara. Kenali apakah rasanya panas atau dingin, kegelisahan atau ketenangan, kesedihan atau kegembiraan, marah atau cinta kasih, dan seterusnya.

Langkah 6
Terimalah setiap perasaan, pemikiran atau pencitraan yang Anda terima apa adanya – jangan menggunakan asumsi atau analisa logika Anda. Jika Anda sedang menggunakan psikometri untuk membaca orang lain, maka katakan kepada mereka segala sesuatu yang Anda alami dan rasakan. Apabila kita mengatakan sesuatu apa adanya, biasanya orang akan jujur juga kepada Anda, dan ini akan membantu Anda untuk memperoleh perasaan dan pencitraan yang semakin akurat. Jika Anda sedang mempraktekkan psikometri untuk pengembangan ketrampilan, catat semua pencitraan yang sudah Anda terima, dan ingatlah kiat-kiat yang Anda temukan sendiri selama latihan untuk mendapatkan kekuatan dan ketelitian dari kemampuan Anda, kalau Anda ingin terus mempraktekkan dan mengembangkannya.

Semakin banyak Anda mempraktekkan kemampuan psikometri Anda, maka kemampuan Anda akan semakin terasah dan informasi yang diterima menjadi lebih akurat. Sampai saat ini di Indonesia belum ada sekolah khusus tentang kemampuan Psikis, kebanyakan adalah perguruan tenaga dalam dan kebatinan. Sedangkan di Amerika dan beberapa negara Eropa sudah ada sekolah tentang kemampuan psikis ini walaupun masih dalam jumlah yang sedikit. (Psikologipsikis)




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."