Bagikan :

melepaskan, belajar melepaskan, cara melepaskan
Mengapa Kita Sulit untuk Melepaskan?Apa yang menjadikan ‘melepaskan’ tampaknya begitu ‘sulit’ bagi kita? Dibutuhkan beberapa mental yang kuat dalam melepaskan emosi, pikiran, dan pengalaman yang menyakitkan. Artikel ini menuliskan bagaimana belajar untuk melepaskan secara fisik.

Sulitnya rasa untuk melepaskan itu ada karena kita sebenarnya membatasi diri kita sendiri. Melepaskan atau membiarkan pergi terasa sulit karena kita sebenarnya terlalu melekat dengan apa yang kita miliki sendiri. Padahal jika kita mau memahami lebih dalam lagi, melepaskan bukanlah akhir, melainkan awal dari suatu kehidupan baru. Kita bisa melatih diri sendiri untuk lebih berfokus pada saat ini, bukan masa lalu atau ketakutan masa yang akan datang. Jadikan setiap saat adalah kesempatan untuk melepaskan dan merasa damai. Berikut adalah beberapa cara untuk memulai :

Melepaskan Rasa Frustrasi Hidup Anda

1. Pelajari keterampilan baru. Temukan dan pelajari keterampilan baru yang belum pernah Anda kuasai.
2. Mengubah persepsi. Temukan dan lihatlah akar penyebab sebagai sebuah berkah tersembunyi.
3. Menangislah. Menurut Dr William Frey II, Ph.D., ahli biokimia Ramsey Medical Center di Minneapolis, luapkan dalam tangisan semua perasaan negatif Anda. Cara melepaskan bahan kimia berbahaya yang tertimbun dalam tubuh Anda karena stres salah satunya dengan menangis.
4. Salurkan ketidakpuasan Anda menjadi tindakan positif. Bersedekah untuk orang yang kurang mampu, atau melibatkan diri bergabung dengan komunitas sosial untuk menjadi sukarelawan.
5. Gunakan sholat/dzikir, meditasi, atau yoga. Bagi yang muslim, sholat/berdzikir adalah sarana berlatih untuk lebih berfokus dengan hidup saat ini (bukan memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan).
6. Buatlah daftar prestasi Anda. Tambahkan catatan kecil atas sebuah prestasi setiap hari. Anda harus melepaskan diri dari rasa ketidakpuasan, dengan melihat catatan ini sedikit membuat ruang untuk kepuasan diri.
7. Terlibat dalam kegiatan fisik. Latihan menurunkan hormon stres dan meningkatkan endorfin, zat kimia yang meningkatkan kebahagiaan pikiran Anda.
8. Fokus pada hal yang bisa dikerjakan. Keluarkan seluruh energi Anda pada sesuatu yang benar-benar dapat Anda kontrol, bukannya memikirkan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan. Ingatkan pada diri sendiri tiga pilihan : melupakan situasi, mengubahnya, atau menerimanya. Tindakan ini nantinya menciptakan kebahagiaan.
9. Ekspresikan perasaan Anda melalui karya kreatif. Seperti membuat blog atau melukis. Tambahkan kegiatan ini ke buku diary. Ini akan menjadi pengingat bahwa Anda telah memilih untuk melepaskan perasaan negatif lewat karya.
10. Tempatkan diri Anda pada posisi pelaku. Kita semua pernah membuat kesalahan, dan kemungkinan besar Anda bisa dengan mudah menumpahkan kemarahan pada suami/istri, ayah/ibu, atau juga teman Anda. Posisikan diri Anda sendiri, bagaimana jika yang membuat kesalahan adalah Anda?Maklumilah dengan sikap penuh kasih sayang. Kasih sayang akan melarutkan kemarahan.

Melepaskan Hubungan di Masa Lalu





1. Mengidentifikasi lagi pelajaran apa yang diajarkan kehidupan lewat berbagai pengalaman. Ini untuk membantu Anda untuk mengembangkan rasa bersyukur.
2. Tulis segala sesuatu yang ingin Anda ungkapkan dalam sebuah surat. Meski Anda memilih untuk tidak mengirimkannya, tuangkan perasaan Anda, itu akan membantu Anda untuk berdamai dengan kenyataan seperti sekarang.
3. Ingat hal baik dan yang buruk. Akui saja semua hal, maka cara ini dapat meminimalkan rasa kehilangan.
4. Jangan melebihkan cara Anda melihat cinta. Tentu saja semua orang merasa sedih jika kehilangan orang yang dicintanya. Jika Anda berpikir Anda dapat menemukan cinta yang luar biasa atau lebih baik lagi setelahnya, akan lebih mudah untuk melanjutkan hidup.
5. Tempelkan kata motivasi ini di suatu tempat dimana Anda sering melihatnya. “Mencintai diri sendiri berarti sanggup melepaskan.”
6. Ganti pikiran emosional Anda dengan fakta-fakta. Ketika Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah merasa dicintai lagi!” Jangan menolak perasaan itu. Sebaliknya, beralihlah ke pikiran lain, seperti “Saya belajar memahami perasaan orang lain.”
7. Gunakan teknik suara lucu-lucu. Menurut Russ Harris, penulis The Happiness Trap, suara-suara kartun lucu akan membantu mengambil alih pikiran yang mengganggu Anda.

Melepaskan Stres

1. Gunakan teknik pernapasan dalam-dalam. Ambillah napas dalam-dalam untuk menenangkan diri,  dan juga tetap berfokus hidup saat ini.
2. Benamkan diri Anda dalam kegiatan kelompok. Menikmati kehadiran orang dalam kehidupan Anda dapat membantu menempatkan masalah Anda dalam perspektif berbeda.
3. Tulis semua beban. Tuliskan semua tekanan penuh emosi dan bakarlah kertas itu.
4. Ganti pikiran Anda. Ketika Anda mulai berpikir tentang sesuatu yang menekan Anda, geser proses berpikir Anda untuk sesuatu yang lebih menyenangkan, seperti gairah Anda untuk melakukan hobi.
5. Mandi air hangat. Mandi air hangat mengurangi stres setelah bekerja.
6. Bayangkan hidup Anda sepuluh tahun dari sekarang. Kemudian lihat dua puluh tahun ke depan, dan kemudian tiga puluh tahun ke depan. Sadari bahwa banyak hal yang tidak terlalu penting Anda khawatirkan tentang semua masalah hidup.
7. Beres-beres. Menurut Georgia Witkin, asisten direktur psikiatri di Mount Sinai School of Medicine, aktifitas kecil seperti membereskan rumah meningkatkan rasa pengendalian dan mengurangi tingkat stres Anda.
8. Tertawa. Penelitian menunjukkan bahwa tertawa bisa menenangkan ketegangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, dan bahkan meredakan nyeri. Jika Anda tidak bisa bersantai lama, mulailah dengan hanya sepuluh menit menonton video lucu di YouTube.

Sebenarnya ada yang banyak cara untuk dituliskan. Jadi mulai sekarang Anda dapat mulai memikirkan cara lain bidang kehidupan dimana kita perlu berlatih melepaskan, dan juga teknik lain untuk mulai melakukannya sekarang.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."