ego, intuisi, malaikat pembimbing
Mengenali Suara Ego, Intuisi, dan Malaikat PembimbingKita semua memiliki ‘suara bisikan’ di kepala kita. Tapi suara siapakah itu sebenarnya? Bagaimana kita bisa membedakan antara suara ego, intuisi, dan suara malaikat pembimbing Anda?

Ribuan informasi keluar masuk dari pikiran kita setiap menit setiap hari, beberapa orang sudah menyadari dan masih banyak juga yang belum menyadari. Menyadari semua suara dalam pikiran bukan pekerjaan yang mudah, tetapi juga diperlukan sebagai jalan menuju pencerahan.

Bahkan, banyak guru spiritual mengajarkan kita untuk tidak terlibat dengan kekacauan pikiran kita, menuruti hawa nafsu, dan menyarankan menjadi pengamat saja dengan cara berdamai dengan semua keadaan.

Untuk melatih kepekaan ini, seseorang membutuhkan latihan menenangkan diri. Berdzikir (bagi yang muslim) atau meditasi (bagi semua agama) dapat menjadi latihan yang efektif. Keterampilan memahami dialog internal yang kita miliki secara alami ini bertujuan untuk membaca kondisi kesehatan fisik, emosional, dan peningkatan spiritual kita.

“Pikiran adalah alat yang luar biasa jika digunakan dengan baik dan benar. Tapi, jika digunakan dengan cara yang salah dan sembarangan, akan menjadi alat yang menjerumuskan Anda menuju kehancuran.” – Eckhart Tolle

Belajar membedakan dan memahami “suara-suara” ego, intuisi, dan malaikat pembimbing, dapat membantu Anda menggunakan pikiran sebagai alat yang ampuh untuk mencapai kesadaran dan pencerahan spiritual.

Suara Ego
Ego kita pada dasarnya adalah citra diri kita, ‘kulit luar’ yang ingin kita tampilkan kepada masyarakat. Ego berusaha terus-menerus mencari pengakuan untuk menjadi identitasnya. Oleh karena itu semua ketidakbahagiaan yang kita alami berasal dari pertempuran terus-menerus dari ego kita yang selalu mencari pengakuan dari dunia luar.

Ego suka membisikkan tentang keinginan, pujian dan penghinaan, untung dan rugi, kesenangan dan rasa sakit, ketenaran dan rasa malu, kecemasan dan tekanan. Sering juga ego memikirkan prasangka negatif, cepat menilai, menghakimi, dan membeda-bedakan. Suara ego selalu suka untuk mencari pembenaran, malas mencari jawaban di dalam diri sendiri, dan tidak mau disalahkan.

Ia memiliki kekuatan untuk mempengaruhi suara diri yang lebih tinggi dan malaikat pembimbing. Jika kita tidak berhati-hati akan tersesat, jika kita mencoba dan mencari kebahagiaan, Anda tidak akan pernah menemukan hal itu karena itu tidak nyata. Kebahagiaan bukan sesuatu yang kita temukan di luar diri kita, kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita, kita hanya harus memutuskan untuk menjadi bahagia. Anda harus menyadari bahwa kebahagiaan tidak akan pernah ditemukan dalam keinginan yang disampaikan oleh ego.

Suara Diri Yang Lebih Tinggi/Intuisi (Suara Batin)
Suara diri yang lebih tinggi atau suara intuitif adalah ‘guru’ dalam batin kita, sumber cinta, kebenaran dan kebijaksanaan dalam kehidupan dan terhubung dengan alam semesta. Intuisi pada dasarnya adalah fungsi dari batin kita, dan batin adalah pintu untuk mengembangkan intuisi kita. Dia terus berkomunikasi dengan Anda secara rohani dan emosional, tanpa kata-kata di dalam keheningan.

Suara ego berkarakter kuat dan mendominasi dalam pikiran Anda, sedangkan suara intuisi lebih kalem dan lebih tenang. Dengan belajar mendengarkan intuisi kita sendiri, kita akan mengembangkan sumber cinta didalam batin yang konstan, kebenaran, dan kebijaksanaan. Kita dapat menutup mata kita, melihat kedalaman diri, dan selalu menemukan bimbingan yang tepat.

Memahami intuisi adalah seni hidup di saat ini. Intuisi selalu berada di saat ini, di sini, dan sekarang ini.

Suara Malaikat Pembimbing
Suara malaikat pembimbing paling tenang dan halus daripada kedua suara sebelumnya. Tanda-tandanya sering terdengar dari sisi kanan tubuh, atau mungkin mendengar dering di telinga Anda ketika Anda menerima sinyal komunikasi.

Suara malaikat pembimbing sering dialami melalui berdzikir/meditasi mendalam, tetapi juga dapat berkomunikasi dengan kata-kata langsung. Anda juga dapat melihat tanda-tanda secara fisik atau mengalami sebuah sinkronisitas.





Ciri khas suara malaikat pembimbing selalu tenang, damai, bijaksana penuh kasih, dan lembut. Mereka tidak pernah menanamkan rasa takut, kecemasan, atau kebencian. Kadang-kadang pesan yang mereka kirim tidak sepenuhnya bisa diterima akal atau mungkin bersifat simbolis daripada literal. Anda perlu menelusuri lebih jauh dengan membersihkan nafsu ego dan intuisi untuk bisa menerima suara dari malaikat pembimbing Anda.

Menuju pencerahan spiritual tidaklah mudah, banyak orang yang masih terjebak dalam kegelapan karena tidak mampu mengendalikan nafsunya sendiri. Memahami suara-suara ego, intuisi, dan malaikat pembimbing membutuhkan latihan kesabaran ekstra sepanjang hidup Anda. Dengan terus melatih mengembangkan spiritualitas dalam kehidupan ini dan belajar banyak dari pengalaman Anda sendiri, maka Anda akan semakin cepat menemukan kesadaran spiritual.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."