matriks, ilusi matriks, dimensi ketiga, dimensi keempat, dimensi kelima
Menyibak Ilusi Matriks : Dunia Dimensi 3, 4, dan 5 (Bagian II)Ketika melalui proses-proses kebangkitan spiritual, cepat atau lambat setiap orang pasti mulai timbul pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya, ternyata ada lebih banyak lapisan dimensi dari realitas yang kita tinggali (alam semesta multidimensional). Kita mulai mencari kebenaran di dalam diri, tidak heran apa yang dulu kita anggap sebagai ‘kebenaran’ tiba-tiba runtuh. Kita tidak begitu yakin lagi jika kita memang hidup dalam realitas nyata atau sedang terjebak dalam ilusi raksasa, atau seperti produk dari realitas maya yang sangat kompleks. Ya, energi dari dimensi yang lebih tinggi memanggil kita untuk ‘pulang’. Sebuah pertanyaan yang sering membuat kita bingung adalah bagaimana membedakan semua dimensi-dimensi itu? Lanjutkan membaca…

Realitas dimensi 3 yang kita anggap ‘benar’ ini memang bukanlah tempat yang indah. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dunia ini tak pernah damai, selalu ada perang, kekejaman dan ada mekanisme kontrol tapi tidak pernah merubah keadaan? Orang mengatakan, “itu hanya sifat manusia dan ego”. Tapi, pernahkah kita benar-benar mempertanyakan istilah “humanisme” dan benar-benar menelusuri apa arti kemanusiaan sebenarnya? Dalam artikel sebelumnya, para ahli mengusulkan teori kontroversial yang mengatakan bahwa kita adalah bagian dari sistem yang kompleks, dan indera kita tertipu untuk percaya realitas kita sendiri, bagian dari sistem rumit besar yang meliputi segala sesuatu yang kita anggap sebagai nyata. Apakah yang selama ini kita lihat, dengar dan rasakan apakah benar sebuah realita? Menurut seorang ahli di bidang ini, kenyataannya, apa yang kita rasakan, lihat, dengar tidak lebih dari sekedar ilusi matriks.

Para pendaki spiritual pasti beresonansi dengan dimensi-dimensi lebih tinggi untuk mengetahui lebih banyak tentang siapa kita sebenarnya. Kita belajar tentang energi universal, frekuensi yang berbeda, dan bagaimana cara menyesuaikan vibrasi kita selama mengalami kebangkitan spiritual. Menggeser energi dari realitas dimensi 3 ke 5 hanyalah dengan cara menaikkan frekuensi kita ke tingkat yang jauh lebih tinggi, mengubah frekuensi rendah seperti rasa ketakutan, marah, dan khawatir menjadi cinta tanpa syarat dan bersyukur sampai ke titik dimana tidak ada lagi rasa takut yang tersisa. Kita menemukan banyak informasi dari pengalaman, dan belajar banyak tentang diri kita sendiri, alam semesta, dan juga manusia. Untuk memahami dimensi yang berbeda dan bagaimana membuat Anda merasa lebih baik, mari kita telusuri satu per satu.

Tahapan spiritual dimensi ketiga, keempat, dan kelima

Dimensi Ketiga (Dunia materi, ketakutan, dan kebencian)
Madonna menggambarkan dimensi ketiga cukup sempurna di lagunya berjudul ‘Material Girl’. Dia menjelaskan bagaimana dia hanya mau pergi dengan orang-orang yang punya banyak uang untuk membeli semua yang disukainya, dan bagaimana takutnya dia ketika harta mulai menguasainya. Dimensi ketiga adalah semua tentang materi, mengumpulkan kekayaan, dan hidup dalam ketakutan akan kehilangan. Kita takut kehilangan kendali atas kehidupan kita, takut tidak bisa hidup enak, takut miskin, dsb. Kita tidak percaya orang, karena kita curiga bisa mengambil kekayaan kita. Jadi kita mencoba untuk mencapai kekuasaan apapun caranya hanya ingin memenuhi ambisi. Kita mendefinisikan diri kita di dunia dimensi ketiga ini dengan membanggakan apa yang kita miliki, status, dan apa yang kita lakukan untuk memenuhi tuntutan hidup. Kita terpisah dari jalan Tuhan, semua orang, dan segala sesuatu. Selama kita tidak selaras dengan Sang Pencipta, maka kita tidak akan bisa mengalami kesatuan dan merasa cukup. Kita selalu berpikir bahwa kita harus berjuang keras untuk kesejahteraan hidup dengan segala cara. Kita berpikir bahwa hidup ini adalah kompetisi, ada pemenang dan pecundang. Kita pikir berbohong adalah hal yang lumrah, karena semua orang juga melakukannya demi memuluskan keinginannya. Kita begitu terbiasa dengan ego liar yang berwujud ambisi, yang akhirnya menjadikan kita menyesal saat tak mampu mecapai hasrat kita sendiri.

Ilusi matriks dimensi ketiga adalah tempat getaran yang sangat rendah, meningkatkan rasa keterpisahan, stres/depresi, rasa takut, dualitas, dan kehendak bebas. Higher Self (Kesadaran Diri yang Lebih Tinggi), belum terintegrasi ke dalam tubuh fisik, karena masih ‘terbiasa’ dengan getaran frekuensi rendah. Higher Self (Kesadaran Diri yang Lebih Tinggi), terhubung melalui rohani kita, tetapi ketika semua sistem chakra tersumbat, maka tidak bisa memegang kendali diri kita. Itulah yang menyebabkan kita terpisah dari jalan Tuhan. Dalam dimensi 3, kita tidak menyadari identitas sejati kita sebagai makhluk spiritual yang terjebak dalam tubuh fisik, amnesia total. Kita lupa siapa kita sebenarnya, dan hanya memiliki pikiran ego untuk mencari kepuasan. Kita tidak ingat apapun dari kehidupan sebelumnya saat kita lahir dan hidup di dunia dimensi ketiga ini. Struktur sel dan DNA telah menuliskan kenangan dari garis keturunan keluarga, dan catatan perjalanan jiwa. Sebenarnya, diri yang lebih tinggi tahu tentang pengalaman jiwa kita sendiri di kehidupan masa lalu. Selama pikiran dikendalikan ego dan hati kita tertutup, maka koneksi ke jiwa kita terblokir. Komunikasi dengan diri kita yang lebih tinggi dan dimensi yang lebih tinggi hanya terasa samar-samar, belum mampu dipahami dengan pikiran rasional. Pikiran ego tidak dapat memproses jumlah energi untuk mencapai ke sana. Selama kita terjebak di dimensi ketiga ini, kita tidak akan bisa merasakan kebenaran. Dalam dimensi ketiga, kita hanya berpikir dengan pikiran negatif dan selalu curiga akan segala sesuatu.

“Ilusi dualitas dalam dimensi ketiga membuat kita hanya melihat terang dan gelap, maju dan mundur, baik dan buruk, hidup dan mati, sukacita dan putus asa, lebih baik dan lebih buruk. Kita hanya memiliki pilihan untuk bertindak sebagai orang suci atau penjahat. Itulah sebabnya kita dihadapkan pada sebuah pilihan antara cinta atau benci.”

Ilusi dualitas dalam dimensi ketiga membuat kita hanya melihat dunia ini dalam keadaan terang dan gelap, baik dan buruk, sukacita dan putus asa, lebih baik dan lebih buruk. Hanya itulah satu-satunya pilihan yang kita miliki pada dimensi ini. Selama kita menciptakan rasa kebencian, kita akan mengulangi pengalaman dan pola yang sama sampai kita belajar untuk menciptakan dan menerima cinta. Itulah keindahan dimensi ketiga. Setelah kita belajar untuk menciptakan cinta secara permanen, maka berangsur akan datang pencerahan karena frekuensi kita mulai terjadi perubahan. Dengan cara itu, kita mengatasi batas-batas pikiran ego kita. Kita belajar untuk membiarkan hati dan jiwa kita mengambil alih dalam mengubah ego kita menjadi jiwa yang bebas dari kemelekatan. Kita belajar bagaimana energi universal bekerja dan bagaimana kita dapat menciptakan realitas kita sendiri. Kita mulai memahami bahwa kita memiliki kendali penuh untuk mengarahkan hidup kita sendiri untuk pergi ke jalan cahaya.

Dimensi Keempat (Dunia imajinasi)
Dimensi keempat adalah dunia imajinasi, juga disebut dimensi Astral. Ini adalah dimensi yang lebih halus, tapi masih memiliki ikatan dengan ilusi dualitas dan ego dari dimensi ketiga. Ini adalah dimensi waktu. Kita biasanya mengunjungi dimensi ini secara alami pada malam hari saat tidur. Di sini, dunia impian kita, semuanya ada dan terjadi. Tikus tiba-tiba berubah menjadi singa, kita bisa terbang atau bernapas di bawah air, kita bisa berada di banyak tempat pada waktu yang sama dan ngobrol dengan makhluk aneh. Anda dapat mengakses bidang ini juga siang hari saat melamun. Dimensi keempat ini digunakan para shaman untuk terhubung ke alam spiritual. Perjalanan ini memberi mereka akses antara dunia bawah dan dunia atas. Banyak dari mereka menggunakan obat-obatan atau upacara khusus untuk sampai ke sana. Pada dimensi keempat kita bisa merenungi tentang diri kita sendiri, tentang tujuan kita, dan juga tentang ketakutan kita. Pada bidang ini juga bisa memasuki kesadaran kolektif dan telepati. Orang yang menggunakan ilmu sihir juga sering memanfaatkan dimensi ini untuk mempengaruhi orang lain.



“Dimensi keempat menghubungkan antara gelap dan terang. Di bidang ini, kita dapat melindungi diri kita hanya dengan menerapkan hukum energi universal, karena masih bisa dikendalikan oleh manusia saat berada di dimensi ketiga”.

Orang yang memiliki frekuensi lebih tinggi tidak sadar dirinya sedang mengalami pengalaman astral. Itulah sebabnya mereka sering merasa sendirian dan lelah. Frekuensi tubuh orang-orang ini sudah lebih tinggi daripada frekuensi dimensi keempat. Semakin tinggi frekuensi seseorang, maka sering mengalami kelelahan fisik, karena adanya perbedaan antara frekuensi dimensi 3 yang padat dan frekuensi dimensi 5 yang jauh lebih ringan sehingga menyebabkan gesekan permanen dan tubuh tidak bisa menyesuaikan hal itu. Banyak orang yang memiliki frekuensi lebih tinggi merasa putus asa, tidak tahu harus bagaimana menggunakan karunia rohani mereka. Mereka hanya ingin kembali hidup normal seperti awal kehidupan mereka. Masalah seperti ini sering dijumpai pada orang-orang yang mengalami kebangkitan spiritual.



Orang berfrekuensi tinggi tidak mengalami mimpi buruk. Jika bermimpi, gambaran dalam mimpi tidak berisi ketakutan atau ancaman, karena mereka ada pada frekuensi cinta tanpa syarat dan kebaikan. Mereka mengalami kenaikan frekuensi berbeda-beda, umumnya dalam cara yang jauh lebih halus dan tulus. Setelah kebangkitan spiritual mereka dimulai, mereka mulai membersihkan pemrograman dimensi ketiga. Mereka biasanya sering mengalami claircognizant, tiba-tiba mereka tahu semua hal lewat sekelebat gambaran di pikiran. Itu karena mereka memiliki akses ke dimensi lain. Biasanya itu terjadi secara tidak sadar. Mereka tidak sadar beberapa menit dan bingung setelah mengalami pengalaman seperti itu.

Dimensi Kelima (Cahaya)
Dari semua dimensi yang lebih tinggi, dimensi kelima adalah dimensi cahaya murni dan kebaikan tanpa syarat. Ini adalah dimensi di luar waktu linier. Meski tubuh berada di dimensi ketiga, kita masih bisa mengakses dimensi ini, tubuh lebih ringan dan struktur sel juga berbeda. Ketika kita berada pada dimensi ini, tidak ada lagi rasa sakit atau rasa takut. Ini adalah dimensi cinta dan keberlimpahan tanpa syarat. Diri kita yang lebih tinggi (Higher Self), telah terhubung sepenuhnya dengan tubuh fisik kita dan telah mengambil alih kesadaran, sehingga selalu siap menerima bimbingan dari dimensi yang jauh lebih tinggi kapan saja. Sebelum kita menemukan diri yang lebih tinggi, kita ‘dipaksa’ melewati penyembuhan (mental, emosional dan fisik) dengan mengalami berbagai cobaan di dimensi ketiga dan keempat. Dalam dimensi kelima, semua tindakan kita didasarkan pada cinta tulus dan ikhlas tanpa memandang siapapun. Ini adalah bidang kesatuan, dimana kita merasa terkoneksi dengan semua orang dan segala sesuatu di sekitar kita, termasuk energi dari Sang Pencipta. Dalam dimensi kelima, kita hidup dalam kesadaran akan kesatuan, namun masih mengakui diri sebagai individu sebagai bagian dari keseluruhan. Dalam dimensi ini, kita ingat siapa kita sebenarnya dan menyadari bahwa jiwa kita kekal. Dalam dimensi kelima semuanya datang dengan mudah, karena kita telah menemukan kembali aliran energi universal yang selalu menuntun kita ke jalan kebenaran. Tidak ada batas waktu masa lalu dan masa mendatang, fokus kita hanyalah saat ini. Kita hidup dalam kebebasan penuh dan berubah menjadi diri kita yang asli. Karena tidak ada lagi rasa takut, kita sudah tak pernah lagi mencemaskan usia bertambah dan penuaan sampai ruh memutuskan untuk meninggalkan tubuh.

“Hidup dalam dimensi 5 berarti menjalani hidup dari hati. Kita terhubung dengan semua melalui hati kita dan dapat merasakan semua koneksi dan cinta secara penuh”.

Dalam dimensi kelima, dorongan seksual akan berubah. Karena kita telah mencapai keseimbangan internal antara energi maskulin dan feminin dalam tubuh. Oleh karena itu, seks secara otomatis bukanlah menjadi kebutuhan atau nafsu lagi, tetapi menjadi resonansi antara dua orang pada tingkat energi yang sama.

Setelah seseorang telah berada pada frekuensi dimensi kelima, kembali ke dimensi yang lebih rendah tidak memungkinkan lagi, kecuali jiwa memilih secara sadar. Orang-orang yang berhasil memasuki dimensi kelima adalah orang-orang pilihan, menerima bimbingan langsung dari malaikat untuk membantu umat manusia agar bangkit secara spiritual. Mereka sudah kebal terhadap serangan psikis frekuensi rendah karena sudah otomatis dapat menetralkan. Mereka tidak terpengaruh hal negatif apapun, dan hidup dalam cahaya. Itu karena mereka sudah melampaui dualita, waktu linear, dan hidup dalam masa sekarang. Semua pengalaman selalu disyukuri, karena jiwa tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi memiliki tujuan untuk pertumbuhan sendiri dan perluasan kesadaran. Hubungan dengan makhluk malaikat menjadi mudah dan terkoneksi dalam pengalaman sehari-hari lewat intuisi dan pesan bawah sadar. Tidak perlu untuk menjadi benar ketika kita berada di dimensi kelima, karena tidak ada lagi ego. Ego kita telah ‘berdamai’ dan bekerja bersama-sama dengan tubuh dan jiwa. Dalam dimensi kelima, kita lebih sering mengalah dan mudah meredam emosi orang-orang yang belum mencapai dimensi ini. Kita tidak pernah lagi menilai, menghakimi, atau menyalahkan mereka, karena kita tahu mereka adalah bagian dari semesta. Kita sudah mengerti bahwa tidak ada lagi yang perlu dicemaskan, karena cahaya dalam diri memancar begitu terang, secara otomatis menyinari kegelapan.

Dalam dimensi kelima kita hidup sesuai dengan hukum energi universal, kita menciptakan sendiri apa yang kita pikirkan dan rasakan. Tidak ada aturan atau hukum buatan manusia, karena kita sudah bisa mengendalikan aliran energi ketika dibutuhkan. Tidak membutuhkan lagi harta atau status, karena tidak ada ambisi untuk mencari pengakuan. Kita menerima, mencintai diri sendiri dan menghargai individualitas kita sebagai bagian dari kesatuan. Kita sudah mengerti Tuhan selalu merawat dan memenuhi kebutuhan kita, karena hati dipenuhi rasa syukur. Ketika kita berhasil hidup dalam dimensi kelima, kita telah mencapai keadaan pencerahan. Tidak heran bahwa itu bisa disebut sebagai surga di bumi.

Catatan : Untuk menjaga frekuensi tetap stabil, sebaiknya terus konsisten menyebarkan kebajikan. Bagi Anda yang muslim seperti biasa tetap menjalankan syariat islam. Bagi yang beragama lain, bisa melakukan meditasi. Meditasi bermanfaat untuk mengkondisikan pikiran kita tetap berfokus pada saat ini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif. Jangan berpikir berada di dimensi kelima Anda sudah bebas dari cobaan, semakin tinggi frekuensi maka semakin banyak cobaan. Kurangi bermain smartphone, nonton berita politik yang memanas, karena gelombang elektromagnet yang dipancarkan bisa menguras energi Anda. Salam cahaya.

Disclaimer : Segala sesuatu yang saya tuliskan tidak bermaksud lain selain membagikan apa yang saya alami dan yakini dalam perjalanan spiritual saya sendiri. Dengan niat yang tulus untuk berbagi tentang kesadaran, diluar batas sebagai organisasi, paham, atau bahkan agama. Saya netral menuliskan semuanya dalam cinta kasih, dan saya yakin semua orang bisa merasakannya. Sekali lagi, satu-satunya sarana untuk mengenali kebenaran hanyalah dengan menggunakan hati. Setiap kali membaca atau menerima informasi tertentu, tanyakan pada hati, apakah hal yang Anda terima sesuai dengan keyakinan diri sendiri? Jika jawabannya tidak, Anda bisa mengembalikannya kepada Allah SWT. Tanpa penilaian akal/menghakimi.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."