Bagikan :

ho'oponopono, terapi ho'oponopono, pengobatan ho'oponopono, pengobatan ho'oponopono

Metode Terapi Penyembuhan Ho’oponoponoKita bertanggung jawab penuh untuk semua hal yang terjadi di dunia ini – penyakit, perang, kekerasan, juga hal-hal baik seperti cinta kasih, kemajuan, keputusan yang bijaksana, dan kebahagiaan. Dr Ihaleakala Hew Len (salah satu pengarang buku Zero Limits) mengatakan kita memang bertanggung jawab penuh atas kehidupan, dan kita dapat menyelesaikan masalah dan menghilangkan emosi negatif dalam kehidupan kita dengan cara memperbaikinya dengan pikiran kita.

Teknik untuk mencapai ini disebut Ho’oponopono dan itu adalah proses pengampunan, pengulangan, dan perubahan masyarakat Hawaii kuno, digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang tidak beres dalam kehidupan seseorang dan juga seisi alam semesta ini. Memang mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi rupanya tanggung jawab pribadi adalah kenyataan dan itu bisa mengubah keadaan. Dr Len mengatakan “Semua yang terjadi di luar sana, semuanya ada sebagai bagian dari pikiran kita sendiri.”

Apa Sebenarnya Ho’oponopono?
Dalam bahasa Hawaii, Ho’o berarti “menyebabkan” dan Ponopono berarti “kesempurnaan”. Singkatnya definisi Ho’oponopono adalah sebuah proses pelepasan energi yang bersifat racun dalam diri Anda untuk mengizinkan munculnya dampak gagasan, kata, perbuatan, dan tindakan Sang Ilahi. Dr. Hew Len menjelaskan, “Secara sederhana arti Ho’oponopono adalah ’membetulkan’ atau ’meralat sebuah kekeliruan’. Menurut orang Hawaii kuno, kekeliruan timbul dari pikiran-pikiran yang dicemari kenangan yang menyakitkan dari masa lalu. Ho’oponopono menawarkan sebuah cara untuk melepaskan energi pikiran yang menyakitkan atau kekeliruan ini, yang mengakibatkan ketidakseimbangan dan penyakit.” Ho’oponopono pada awalnya banyak dikenal sebagai sebuah seni dalam pemecahan masalah keluarga di Hawaii. Dalam perkembangan selanjutnya, Morrnah Nalamaku Simeona, seorang Khuna La’au Lapa’au atau penyembuh, memperkenalkan cara penemuan identitas diri melalui Ho’oponopono. Penemuan Identitas Diri melalui Ho’oponopono dilakukan dengan cara mengambil alih sepenuhnya atas apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita.

Apa Pentingnya bagi Kita untuk Mengambil Alih Tanggung Jawab Sepenuhnya?
Bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan, berarti kita terus menerus melakukan pembersihan memori-memori (ingatan), yaitu data-data buruk yang tersimpan di alam bawah sadar kita. Pembersihan memori yang kita lakukan ini akan membawa kita pada “Titik Nol”.

Apa itu “Titik Nol”?
“Titik Nol”, menurut Morrnah, adalah sebuah kondisi saat kita menjadi “bersih” dan di mana segala sesuatunya berjalan dengan sempurna. Ini adalah saat kita merasa sangat dekat dengan Tuhan. Dalam berbagai kisah spiritual, kondisi ini diibaratkan sebagai Surga, Taman Firdaus, Taman Eden, tempat Adam dan Hawa pada awal mulanya diciptakan dan hidup.

“Titik Nol” adalah kondisi saat kita menjadi sempurna dan dapat mendengar suara Tuhan, mendapatkan suatu pencerahan. Sangat sulit bagi sebagian besar orang untuk mencapai kondisi “Titik Nol” ini.

Mengapa Sangat Sulit bagi Kebanyakan Orang untuk Mencapai “Titik Nol”?
Sejak awal mula penciptaan hingga saat ini, memori alam semesta terus terakumulasi di dunia ini. Dengan demikian, sudah tidak terhitung lagi banyaknya rekaman data di dunia ini. Semakin banyak rekaman yang terakumulasi, membuat kita semakin sulit untuk mencapai “Titik Nol”. Karena rekaman-rekaman ini selalu mengambang dan bergerak-gerak di sekitar kita sehingga membuat pikiran kita terus menerus bereaksi terhadapnya. Inilah yang biasanya menyebabkan kebanyakan orang sangat sulit untuk mencapai “Titik Nol”.

Apakah Ho’oponopono Bisa Membantu Membersihkan Ingatan Negatif?
Sangat bisa. Untuk membersihkan sebuah rumah yang kotor dan dipenuhi oleh debu kita memerlukan sebuah “alat pembersih”. Seperti halnya sebuah rumah, untuk membersihkan diri kita dari memori-memori negatif yang merugikan, maka kita juga memerlukan sebuah “alat pembersih”. Dan Ho’oponopono dapat membantu kita membersihkan pikiran-pikiran negatif itu.

Ketika orang menggunakan “alat pembersih” ini, dan mempraktekannya, maka akan semakin banyak memori yang dapat dibersihkan di dunia ini. Setiap kali orang mempraktekan Ho’oponopono, maka setiap memori buruk yang ada akan dibersihkan dan dilepaskan untuk dibersihkan oleh Tuhan, dan dihapuskan dari diri kita. Dan ketika sebuah ingatan negatif dihapuskan oleh Tuhan dari diri Anda, berarti memori itu telah dihilangkan dari database alam semesta ini.

Bagaimana Cara Kerja Ho’oponopono Membersihkan Memori Negatif?
Dengan mempraktekkan Ho’oponopono, maka diri serta pikiran kita akan terus menerus diingatkan sehingga pikiran kita secara otomatis selalu memfilter dan membersihkan pikiran-pikiran negatif yang muncul. Pikiran-pikiran negatif seperti kekhawatiran, menghakimi, iri hati, menang sendiri, dan lain sebagainya. Semakin kita membiarkan diri kita hidup dalam pikiran-pikiran negatif itu, dan menumpuknya dari hari ke hari, ini akan menyebabkan diri kita semakin jauh dari Tuhan, seakan-akan kita mengatakan pada Tuhan bahwa kita tidak membutuhkan bantuan-Nya.



Mempraktekkan Ho’oponopono akan membantu kita untuk belajar melepaskan “ikatan” kita pada setiap pikiran negatif dan permasalahan yang kita hadapi. Karena seperti yang kita ketahui, ketika kita larut dalam pikiran negatif kita, misalnya rasa khawatir, maka sebenarnya kita semakin menambah kekhawatiran itu dalam memori kita, dan bukan menghilangkan dan melenyapkannya.

Dengan mempraktekan Ho’oponopono, maka akan selalu membantu kita untuk selalu percaya dan memasrahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Bukankah kita tahu bahwa kehendak Tuhanlah yang terbaik. Setiap kali mempraktekkan Ho’oponopono, maka turut membantu menghapus rekaman-rekaman negatif yang terakumulasi di alam semesta ini.

Bagaimana Cara Mempraktekkan Ho’oponopono untuk Membersihkan Memori Negatif?
Mudah sekali untuk mempraktekkan Ho’oponopono dalam membersihkan berbagai memori yang ada di dunia ini. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1 : RELAKSASI
✔ Masuki kondisi meditatif (tidak memikirkan apapun), fokus, dan rileks.
✔ Tarik nafas secara halus, dan hembuskan dengan perlahan, lakukan 3 s/d 5 kali.
✔ Kemudian rasakan gelombang relaksasi yang mengaliri tubuh Anda, merelaksasikan diri Anda mulai dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.
✔ Nikmati nyamannya diri Anda yang semakin rileks.

2 : PENGAMATAN dan AFIRMASI
✔ Sementara Anda masih menikmati relaksasi Anda.
✔ Rasakan bagian-bagian tubuh Anda, mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, dan juga organ-organ bagian dalam tubuh Anda.
✔ Dan di setiap titik pengamatan, ucapkan afirmasi di bawah ini dengan penuh penghayatan. Bacalah dua atau tiga kali di setiap titiknya. Sambil rasakan sensasi yang terasa di titik tersebut :

“Saya Menyesal” atau “I am Sorry”
“Maafkan Saya” atau “Forgive Me”
“Terima kasih” atau “Thank You”
“Saya Mencintaimu” atau “I Love You”

3 : Amati dan rasakan keseluruhan tubuh Anda. Sambil mengucapkan afirmasi di atas. Selesai

Hanya sesederhana itu saja untuk melakukan perubahan dalam hidup kita. Setiap kali kita mengulang-ulang salah satu saja, maupun seluruh kalimat itu, ini artinya kita sedang melepaskan ingatan-ingatan negatif dari pikiran kita. Dan tindakan selanjutnya adalah memasrahkan diri dan percaya sepenuhnya dengan ikhlas kepada Tuhan, biarkan Tuhan dengan kuasa-Nya menghapus berbagai memori-memori negatif dari pikiran kita.

Ketika “didalam” telah selesai, maka “diluar” akan selesai dengan sendirinya. Sesuai dengan janji Allah SWT, “Kerjakan urusanKu, maka segala urusanmu AKU yang selesaikan”.

Apa Manfaat Ho’oponopono?
Mempraktekkan Ho’oponopono memberikan kita manfaat untuk selalu bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kehidupan kita. Setiap masalah yang datang dan kita hadapi dalam hidup kita akan mulai kita pandang sebagai tanggung jawab kita sepenuhnya, bukan melemparkan tanggung jawab kepada orang lain seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Dengan mempraktekkan Ho’oponopono, setiap masalah yang datang akan kita hadapi dengan tanggung jawab penuh. Dan masalah yang datang itu akan menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk melakukan pembersihan memori dan menghapus memori dari masalah tersebut.

Mempraktekkan Ho’oponopono juga memberikan kita sebuah kesempatan untuk selalu merasa bahagia dan damai. Memori negatif (buruk) dapat berupa orang-orang, situasi maupun kejadian yang mengganggu diri maupun pikiran kita. Sangat penting bagi kita untuk tidak larut dan terjebak terus menerus dalam memori negatif.

Penyakit kanker adalah contoh sebuah penyakit yang disebabkan oleh memori negatif, sehingga kita perlu untuk melakukan pembersihan. Kemiskinan juga merupakan memori negatif, kemarahan juga memori negatif. Segala sesuatu selain kedamaian adalah sebuah memori negatif (buruk).

Memang sulit untuk dipahami, karena pikiran sadar kita “hanya” mampu menampung sebagian kecil saja dari rahasia yang ada di alam semesta ini.

Allah SWT telah berfirman dengan mengajarkan kita cara membersikan diri dari segala noda dan dan dosa, sebagaimana tercantum dalam Alqur’an :

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat pada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. al A’raaf [7] :23).

Dalam hidup sehari-hari kita sering melakukan berbagai penilaian yang salah dan terjebak dalam memori negatif. Maka semakin kita terjebak, semakin kita menjauh dari Tuhan, dan kita semakin tidak dapat mendengarkan petunjuk Tuhan. Ho’oponopono memberikan kita kesempatan untuk semakin mendekat kepada Tuhan dan berjalan sesuai dengan jalan-Nya.

Dengan mengambil alih tanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan kita, dan terus mempraktekan Ho’oponopono sebagai sarana untuk membersihkan memori-memori negatif, itu artinya sudah melepaskan dan membersihkan memori itu. Dan semakin diri kita bersih, maka kita semakin membuka jalan untuk kembali “Pulang” kepada Tuhan menuju “Titik Nol”.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."