olahraga, penyakit gaya hidupPenyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis. Kita menghadapi masa depan yang tidak sehat dengan terbebani penyakit gaya hidup yang mematikan. Tapi bukannya obat mahal dan terapi, obat sebenarnya terletak dalam membuat jadwal olahraga untuk menjadi bagian wajib dari kehidupan sehari-hari, para ahli kesehatan mengatakan.

“Orang zaman sekarang semakin disibukkan dengan gaya hidup memanjakan dan sangat tergantung mesin dan gadget canggih, yang mungkin tampak nyaman tetapi secara tidak sadar memiliki efek yang sangat buruk pada kesehatan.” papar TS Kler, Kepala Departemen Kardiologi, Fortis Escorts Heart Institute dan Pusat Penelitian, kepada IANS.

Kler mengatakan dengan gaya hidup yang semakin sibuk, kebanyakan orang di daerah perkotaan saat ini tidak mau lagi berjalan ke toko sekitar perumahan, melainkan memesan bahan makanan lewat telepon untuk dikirim ke rumah atau berkendara.



“Kita tidak pernah naik tangga lagi, dengan lift yang terpasang di mana-mana. Naik sepeda untuk kerja atau ke sekolah tidak lagi dianggap keren di daerah perkotaan. Jangankan orang dewasa, pengkondisian ini dimulai dengan anak-anak yang lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah menonton televisi atau bermain video game sepanjang waktu daripada menghabiskan waktu di taman bermain, ” tambahnya.

“Kita semua tahu bahwa penyakit kardiovaskular sekarang ini menjadi masalah kesehatan utama. Mereka adalah penyakit pembunuh nomor satu, dan orang-orang yang relatif muda hari ini banyak yang menderita penyakit arteri koroner,” kata ahli jantung mencatat.

Kler mengatakan olahraga teratur dapat membantu mencegah faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi dan diabetes tipe II. Hal ini juga membuat berat badan tetap terkendali.

Insiden penyakit arteri koroner dapat dikurangi secara substansial jika seluruh penduduk sadar akan pentingnya latihan fisik. Bahkan 30 menit latihan moderat setiap hari bisa sangat bermanfaat. Tingkat yang memadai aktivitas fisik mengurangi risiko pinggul atau patah tulang belakang dan membantu mengontrol berat badan. Bahkan, berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang yang baik, selain asupan kalsium yang cukup.

WHO memperkirakan bahwa secara global, satu dari empat orang dewasa tidak cukup aktif, sementara lebih dari 80 persen dari populasi remaja di dunia kurang aktif secara fisik. Ini adalah skenario mengerikan karena semua orang-orang ini tidak aktif dan membuat diri mereka rentan terhadap beberapa masalah kesehatan.

Cedera osteoporosis seperti patah tulang vertebra tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga menurunkan kualitas hidup, membatasi gerakan dan meningkatkan ketergantungan. Karena tulang adalah jaringan hidup, maka akan semakin menjadi lebih kuat ketika rutin berolahraga. Hilangnya kepadatan mineral tulang yang dimulai pada usia 30-an dapat dibatasi dengan berolahraga secara teratur. Orang yang berolahraga ditemukan memiliki massa tulang puncak lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga.



Menurut Osteoporosis Foundation International, kemalasan setiap tahun menyebabkan lebih dari 8,9 juta kasus patah tulang di seluruh dunia. Meskipun berolahraga bisa untuk sebagian besar membantu dalam membangun tulang yang kuat. Maka sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya harus mempelopori dalam memelihara budaya berolahraga.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."