Bagikan :

lao tzu, kata bijak lao tzu, ajaran lao tzu

Pelajaran tentang Hidup, Kematian, dan Kebahagiaan dari Lao TzuAjaran Lao Tzu ((Tionghoa: 老子, pinyin: Lǎo Zǐ)), lebih dikenal dengan sebutan Taoisme, yakni suatu paham spiritual yang lahir di Tiongkok dan telah mengalami berbagai perkembangan selama ribuan tahun. Taoisme dikembangkan oleh Lao Tzu dengan kitab utamanya yang disebut Tao Te Ching, yakni kitab tentang Jalan Kebenaran. Kitab ini merupakan suatu buku spiritual singkat yang sangat rumit dan hanya terdiri dari 5.250 huruf. Penulisan Tao Te Ching sendiri menurut kisahnya berawal ketika pada usia tuanya Lao Tzu meninggalkan negara Chu dan hendak hidup bertapa. Dalam perjalanannya, ia dihentikan di pintu gerbang Hsien Ku oleh seorang penjaga yang bernama Yin Hsi, di perbatasan negara Chin. Yin Hsi mengenali Lao Tzu sebagai seorang Yang Suci, lalu ia memintanya untuk menuliskan kebijaksanaannya dalam suatu kitab. Lao Tzu menyanggupi dan selang tiga hari kemudian, ia berhasil menyelesaikannya.

Lao Tzu hidup pada rentang masa 604-531 SM. Ia dilahirkan di negara Ch’u yang terletak di daerah yang sekarang dikenal dengan Provinsi Hunan. Ia bernama asli Li Erh dengan gelar Dewata, Lau C’un, Th’ai Shang Lau C’un, atau Th’ai Shang Hsuan Yuan Huang Ti. Nama keluarganya Li, dan nama panggilannya Erh. Nama Lao Tzu secara hurufiah mengandung pengertian ‘Guru Tua’.

Ide ajaran dalam Tao Te Ching yang terkenal adalah mengenai wu wei (tanpa upaya disengaja). Wu wei mengandung pengertian membiarkan segala hal terjadi apa adanya, alami, dan bukan dibuat-buat atau direncanakan. Doktrin ‘wu wei’ merupakan suatu bentuk pengolahan diri untuk mencapai kesunyian diri sejati dan penyucian pikiran.

Konsep pemikiran maupun pandangan-pandangan Lao Tzu erat kaitannya tentang dunia dan alam semesta serta hubungannya dengan kehidupan manusia, pemerintahan, dan Tuhan Yang Mahaesa (Tao). Tao terkesan tidak logis, dan memang Tao melampaui batas-batas logika. Sehingga untuk dapat memahami dan mengerti secara mendalam ajaran Lao Tzu yang sulit ini, diperlukan usaha yang tekun dan perenungan yang mendalam secara intuisi (mengenali diri sendiri dengan menyelami kedalaman batin).

Pelajaran tentang Kehidupan, Kematian, dan Kebahagiaan Lao Tzu

“Mereka yang selalu tergesa-gesa, tidak akan sanggup pergi jauh.”

“Begitu semua orang tahu apa yang dinamakan keindahan, maka dengan sendirinya kejelekan ada. Begitu semua orang tahu apa yang dinamakan kebaikan, maka dengan sendirinya kejahatan ada.”

“Orang berhati mulia ibarat orang berpakaian rombeng, tetapi ia menyimpan permata di balik bajunya”.

“Menara setinggi 9 lantai diawali dengan gundukan tanah. Perjalanan beribul mil dimulai dari satu lagkah saat kaki berpijak.”

“Semakin banyak hukum dan aturan diciptakan, akan semakin banyak pula penjahat dan pelanggar.”

“Barangsiapa memahami orang lain adalah bijak. Barangsiapa memahami diri sendiri adalah suci. Barangsiapa mengalahkan orang lain, ia punya kekuatan fisik. Barangsiapa menumbangkan diri sendiri, dialah yang kuat.”



“Dia yang memahami, tidak banyak bicara. Dia yang banyak bicara, sebetulnya tidak memahami.”

“Teguhlah seperti gunung dan mengalirlah seperti sungai yang besar.”

“Kebaikan di dunia menciptakan keyakinan. Kebaikan dalam berfikir menciptakan kehebatan. Kebaikan dalam memberi akan menciptakan cinta.”

“Dicintai dengan tulus oleh seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang dengan tulus memberimu keberanian.”

“Hidup adalah rangkaian perubahan spontan dan dan alami. Jangan melawannya, karena hanya akan menambah kesedihan. Biarkan yang nyata menjadi kenyataan. Biarkan segala sesuatu mengalir alami sebagaimana mestinya.”

“Perjalanan yang jauh dapat membuktikan kekuatan seekor kuda, waktu akan dapat membuktikan kesungguhan hati seseorang.”

“Setiap orang mencintai harta benda, tetapi harus didapat dengan cara yang benar.”

“Orang yang berusia tua hatinya harus tetap muda, orang yang miskin harta tidak boleh miskin semangat.”

“Kebaikan maupun kejahatan, jika waktunya tiba pasti ada balasan karmanya.”

“Awal baru sering menyamar sebagai sesuatu yang menyakitkan.”

“Dengan ikhlas semua akan berjalan. Dunia ini dimenangkan oleh mereka yang tulus dan ikhlas. Namun ketika kau memaksa, maka kemenangan akan menjauh darimu.”

“Saya memiliki tiga harta. Jaga dan peliharalah : cinta yang tulus, kesederhanaan, tanpa ambisi meraih dunia. Dengan cinta yang tulus, seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan. Dengan tanpa ambisi meraih dunia, seseorang akan menjadi pemimpin dunia.”

“Memahami orang lain adalah kebijaksanaan, memahami diri sendiri adalah pencerahan.”

“Rakyat susah diperintah karena mereka memiliki terlalu banyak keinginan.”

“Dia yang gemar membanggakan dirinya sendiri sebenarnya belum tahu siapa dirinya sebenarnya.”

“Jika kau mampu menyadari bahwa segalanya pasti berubah, maka tidak ada yang harus digenggam erat. Jika kau tidak takut mati, maka tidak ada hal yang tidak bisa dicapai.”

“Dia yang semena-mena atas penderitaan orang lain, tidak akan bisa memberdayakan dirinya sendiri.”

“Jika engkau menyadari bahwa yang kau miliki sudah cukup, engkau sesungguhnya orang yang benar-benar kaya.”

“Puaslah dengan apa yang sudah kau miliki, bersukacitalah dalam cara sewajarnya. Ketika kau menyadari sudah tidak merasa kekurangan, seisi dunia menjadi milikmu.”

“Kesehatan adalah karunia berharga. Kepuasan adalah harta terbesar. Keyakinan adalah teman terbaik. Tidak berambisi apa-apa adalah sukacita terbaik. “

“Ketika engkau puas menjadi diri sendiri dengan tidak membandingkan atau mengalahkan, semua orang akan menghormatimu.”

“Jika kau ingin mengatur orang-orang, kau harus belajar mengutamakan kepentingan mereka. Jika kau ingin memimpin orang-orang, kau harus belajar bagaimana untuk memahami mereka.”

“Perlakukan mereka yang baik dengan kebaikan, dan perlakukan juga mereka yang tidak baik dengan kebaikan. Dengan demikian kebaikan akan dicapai. Jujurlah kepada orang-orang yang jujur, dan juga berlakulah jujur untuk mereka yang tidak jujur. Dengan demikian kejujuran akan terus dicapai.”



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."