Bagikan :

sirosis, sirosis hati, penyebab sirosis, gejala sirosis, pengobatan sirosis
Mengenali Penyakit Sirosis HatiPenyebab utama kematian pada pecandu alkohol kronis adalah sirosis hati. Anda dapat membaca semua tentang penyakit, gejala, penyebab, diagnosis dan pengobatan sirosis hati dalam artikel Bramardianto.com berikut ini.

Tepat di atas perut kanan bagian atas, bawah paru kanan adalah letak organ terbesar dari tubuh. Organ ini tidak lain adalah hati. Hati atau liver adalah salah satu organ yang dapat melakukan banyak tugas tanpa henti selama 24 jam. Hati dapat menghasilkan kolesterol, membuat protein, mengubah glukosa menjadi glikogen dan kemudian menyimpannya, melakukan penyaringan dan menetralkan racun yang ada di dalam darah. Tidak cukup itu saja, fungsi hati juga termasuk mengubah dan menyimpan zat makanan hasil dari proses absorbsi di dalam usus. Dengan demikian, membantu dalam pencernaan makanan. Dan apa yang membuat organ ini benar-benar unik adalah kemampuannya dapat terus bekerja meski sudah terluka. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar terluka parah dan tidak bisa berfungsi lagi. Adanya penyalahgunaan terutama dalam kasus pecandu alkohol, hati akhirnya menyerah. Hal ini dapat mengembangkan kondisi yang disebut sirosis dan menghentikan beberapa fungsi normalnya, sehingga mengakibatkan komplikasi pada sistem tubuh.

Apa itu Sirosis?
Kerusakan jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati disebut sirosis. Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung bertahun-tahun. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Penyebab
Ada beberapa penyebab sirosis, diantaranya adalah :

  • Pecandu alkohol kronis
  • Infeksi virus Hepatitis B, C, dan D kronis
  • Penyakit Wilson
  • Hemokromatosis
  • Cystic fibrosis (fibrosis kistik)
  • Hepatitis autoimun
  • Saluran empedu tersumbat
  • Hepatitis toksik yang disebabkan oleh reaksi terhadap obat dan racun
  • Defisiensi Alpha – 1 – antitrypsin
  • Gangguan penyimpanan galaktosemia dan glikogen
  • Gagal jantung kronis dengan penyumbatan hati
  • Penyakit hati berlemak non-alkohol
  • Sirosis kriptogenik

Gejala
Tahap awal sirosis hati menunjukkan gejala sangat sedikit. Namun, beberapa gejala dari kondisi ini termasuk:

  • Kehilangan selera makan
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut (edema)
  • Kulit terasa gatal
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Ensefalopati. Kondisi di mana racun memengaruhi otak karena hati tidak bisa menghilangkannya dari tubuh manusia. Gejala yang muncul seperti perubahan kepribadian, kesulitan tidur atau insomnia, penurun dan daya ingat, kebingungan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Karena penyakit berlangsung, gejala sirosis hati menjadi lebih serius. Beberapa tanda-tanda dan gejala termasuk berikut:

Edema
Hati memproduksi albumin yang merupakan protein yang membantu dalam mempertahankan cairan di dalam pembuluh darah. Namun, selama sirosis hati, tingkat albumin turun dalam darah dan cairan merembes ke dalam jaringan perut serta kaki. Hal ini menyebabkan edema kaki dan asites perut yang mengarah ke pembengkakan.

Penyakit kuning
Penyakit kuning merupakan gejala penting yang menunjukkan hati tidak berfungsi dengan baik. Empedu yang diproduksi oleh hati memasuki sistem darah dan menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning. Perubahan warna urin terlalu pekat menunjukkan masalah hati.

Kulit yang gatal
Kulit gatal secara terus-menerus adalah indikasi penyumbatan saluran empedu kronis yang terlihat pada beberapa jenis sirosis.

Batu empedu
Batu empedu terlihat pada pasien dengan metabolisme abnormal pigmen empedu yang disebabkan oleh sirosis.

Kerusakan koagulasi
Protein yang membantu dalam pembekuan darah diproduksi oleh hati. Ketika hati berhenti memproduksi protein ini dalam tingkat yang diperlukan, maka menyebabkan perdarahan abnormal yang membutuhkan waktu penggumpalan lebih lama dari biasanya.

Laba-laba nevi
Pembuluh darah yang melebar di kulit seperti jaring laba-laba terlihat pada wajah dan dada individu.

Ginekomastia
Ginekomastia atau pembesaran payudara terlihat pada pria dengan sirosis hati. Kondisi ini disebabkan karena estrogen tidak dipecah oleh sel-sel hati dan menyebabkan penumpukan dalam tubuh pasien.

Cacat mental
Ketika racun tidak disaring keluar dari tubuh menyebabkan berbagai masalah konsentrasi mental seperti lupa, ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas sederhana, perubahan kepribadian dan dalam kasus yang ekstrim sampai koma.

Tahapan
Tiga tahapan perkembangan sirosis pada orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan. Dijelaskan pada keterangan di bawah ini :



  • Tahap pertama. Pada tahap ini akan terjadi pembengkakan hati atau fatty liver. Pengonsumsi miras berlebihan kemungkinan besar akan mengalami kondisi ini. Kondisi ini adalah efek samping dari hati yang sedang menghancurkan alkohol. Setelah konsumsi alkohol dikurangi, kondisi bisa menghilang.
  • Tahap kedua. Pada tahap ini akan terjadi hepatitis alkoholik, kondisi ketika hati mengalami inflamasi. Jika memburuk, hepatitis alkoholik bisa menyebabkan gagal hati dan mengakibatkan kematian.
  • Tahap ketiga. Sekitar satu dari sepuluh orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan mencapai tahapan ini. Pada tahap terakhir ini, terjadi kondisi sirosis.

Disarankan untuk melakukan pembatasan konsumsi alkohol seperti yang dijelaskan di atas untuk menurunkan risiko terkena sirosis atau hepatitis alkoholik. Hati secara ekstensif rusak dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Pasien menderita gejala serius yang dapat menyebabkan koma.

Pengobatan
Pengobatan didasarkan pada jenis dan penyebab sirosis. Setelah hati rusak secara luas, hal itu tidak bisa diperbaiki lagi. Tapi penyebab dasar munculnya penyakit hati dapat diketahui dan ditangani. Penanganan dilakukan agar kondisi sirosis yang sudah terjadi tidak bertambah parah. Edema dan ascites dapat diobati dengan diuretik yang membantu dalam pengobatan retensi air. Kekurangan dalam tubuh dapat diatasi dengan bantuan mineral dan suplemen vitamin. Pasien mungkin disarankan minuman berbasis gula untuk mempertahankan gizi serta tingkat energi. Dalam kasus sembelit dan pengurangan zat beracun dari tubuh, obat pencahar mungkin disarankan. Ini akan membantu mencegah racun mencapai otak dan menyebabkan kebingungan dan koma.

Jika terdapat pembengkakan pembuluh darah di dalam esofagus atau kerongkongan, maka Anda akan mengalami muntah darah atau buang air besar disertai darah. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah varises kerongkongan. Anda harus segera ke instalasi gawat darurat atau IGD untuk mendapatkan pertolongan secepatnya karena ini adalah kondisi yang serius. Untuk mengurangi risiko pendarahan dan tingkat keparahan pendarahan yang muncul, obat jenis penghambat beta (beta blocker), seperti propanolol, akan diberikan untuk membantu dalam penurunan tekanan dalam pembuluh darah dan menurunkan kemungkinan perdarahan. Dalam kasus tahap 3 atau 4, jaringan organ hati mengalami kerusakan parah, maka organ tersebut berpotensi tidak bekerja sama sekali. Pada kasus seperti ini, satu-satunya pilihan penanganan yang tersedia adalah transplantasi organ hati. Organ hati Anda yang sudah rusak akan digantikan oleh organ hati baru yang sehat dari pendonor.

Diet
Diet ini bertujuan untuk membantu orang dengan kondisi ini, bertujuan menurunkan risiko kerusakan lebih lanjut pada organ. Seorang pasien dengan sirosis harus menjaga berat badan seimbang agar tetap sehat. Mereka perlu menyertakan buah-buahan segar, sayuran dan biji-bijian dalam diet sirosis hati. Jauhkan diri dari alkohol jika Anda tidak ingin mengalami komplikasi fungsi hati. Anda perlu membatasi asupan garam dan makan lebih banyak kalori serta protein. Diet Anda harus mencakup makanan rendah lemak dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin K, vitamin A, vitamin D, dan vitamin E.

Diagnosis
Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter ketika dia mencurigai Anda menderita sirosis. Hal ini dilakukan untuk mencari gejala-gejala dan tanda-tanda apakah terdapat penyakit hati kronis. Jika terdapat kemungkinan organ hati Anda rusak, beberapa tes akan dilakukan untuk memastikan diagnosis penyakit yang Anda alami. Beberapa prosedur yang dilakukan adalah:

  • Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kerusakan dan fungsi organ hati Anda. Tes ini akan menghitung tingkat enzim alanine transaminase atau ALT dan enzim aspartate transferase atau AST di dalam darah. ALT juga dikenal sebagai SGT dan AST sebagai SGOT. Jika terjadi peradangan pada hati, tingkat kedua enzim akan meningkat. Kondisi ini disebut sebagai hepatitis.
  • Pencitraan. CT scan, MRI, dan ultrasound dilakukan untuk memriksa kondisi organ hati Anda. Pencitraan ini dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat luka atau kerusakan pada organ hati.
  • Biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari organ hati. Hasil dari biopsi ini akan memastikan diagnosis sirosis dan bisa memberikan informasi lebih banyak tentang penyebabnya.
  • Endoskopi. Sebuah alat khusus akan dimasukkan ke kerongkongan. Tampilan gambar kerongkongan dan lambung akan terlihat dari sebuah monitor untuk melihat apakah terdapat pembuluh darah yang membengkak sebagai tanda terdapatnya sirosis.

Pemeriksaan Lanjutan Sirosis
Ketika hasil dari tes diagnosis sirosis sudah dapat dipastikan, dapat dilakukan prosedur lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan sirosis yang diderita. Prosedur ini akan menentukan apakah Anda menderita sirosis ringan, menengah, atau parah.

Risiko kanker hati akan meningkat pada orang yang menderita sirosis. Meski peningkatan risiko hanya kecil, tapi akan terus naik seiring waktu. Jenis kanker hati yang paling umum pada penderita sirosis adalah hepatocellular carcinoma atau HCC. Disarankan bagi penderita sirosis untuk melakukan pemeriksaan kanker ini secara rutin. Pemeriksaan bisa dilakukan enam bulan sekali dengan ultrasound dan tes darah.

Jaringan rusak akibat sirosis bisa menyebabkan fungsi hati berhenti jika sudah memasuki tahapan lanjutan. Maka lebih baik melakukan pemeriksaan sejak awal daripada terlambat. Jika Anda memiliki keraguan, segera berbicara dengan dokter Anda tentang penyakit sirosis hati.



Bagikan :

About Bram Ardianto

"Ya Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang, jadikanlah semua pembacaku selalu sehat, berbahagia, serta berilah rezeki yang melimpah. Aamiin...."