Seperti pada umumnya, semua orang memiliki tujuan membangun keluarga bahagia. Setiap keluarga bahagia memiliki alasan yang unik untuk menjadi bahagia. Hal yang sama juga dirasakan pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dan memilih untuk bercerai. Mereka memiliki alasan yang unik untuk berpisah. Pada artikel ini, diberikan gambaran atau alasan paling umum mengapa orang bercerai.



cerai, bercerai, penyebab cerai

Masyarakat selalu memiliki pandangan yang beragam tentang perceraian. Dari berbagai belahan dunia, dan dipengaruhi oleh budaya yang masing-masing dimiliki seseorang. Telah diamati bahwa tingkat perceraian lebih tinggi di negara-negara tertentu seperti Eropa dan Amerika, di mana kebebasan individu lebih dipentingkan, daripada di negara-negara Asia atau Afrika, di mana kekeluargaan dan sosial sangat ditekankan. Dengan terjadinya globalisasi, hak, pendapat, praktik, dan pola pikir telah berubah. Wanita, khususnya, dengan ditunjang pendidikan tinggi dan gaji yang lebih tinggi, kurangnya kesadaran untuk mematuhi aturan tradisional dan cita-cita untuk membangun keluarga yang harmonis. Sementara banyak juga yang berpendapat bahwa emansipasi wanita adalah salah satu alasan dibalik kasus ini, ada banyak segudang alasanĀ  juga yang telah menyebabkan peningkatan perceraian di masyarakat. Perceraian bukanlah hal yang selalu kita harapkan, tapi kemudian munculnya kondisi seperti pernikahan korosif. Dalam kasus seperti itu, berpisah mungkin lebih baik daripada tinggal bersama-sama ‘untuk kebaikan anak-anak’ atau berpura-pura demi menjaga penampilan di mata sosial. Pada akhirnya, itu semua benar-benar tergantung pada jenis hubungan apa yang Anda miliki – beberapa hubungan yang layak dipertahankan, ada juga yang tidak.

Ada banyak penyebab dan alasan perceraian yang berbeda dan kompleks, pada pasangan tertentu dalam pernikahan, pengalaman masing-masing, dan masalah pribadi.

Penyebab dan Alasan Bercerai

Beberapa alasan telah dikutip yang mempengaruhi tindakan perceraian. Berikut ini adalah penyebab umum yang sering terjadi dari kasus perceraian.

1. Ketidaksetiaan
2. Kekerasan dalam rumah tangga
3. Kecanduan alkohol dan / atau penyalahgunaan zat
4. Ditelantarkan
5. Perbedaan kepribadian atau ‘perbedaan yang tak terdamaikan’
6. Perbedaan tujuan pribadi dan karir
7. Pengangguran
8. Masalah keuangan
9. Kurangnya komunikasi antara pasangan
10. Ketidakcocokan intelektual
11. Ketidakcocokan seksual
12. Perselisihan
12. Poligami/Tidak ingin dimadu
13. Pindah agama atau masalah keyakinan agama
14. Perbedaan budaya dan gaya hidup
15. Ketidakstabilan mental atau penyakit mental yang diderita pasangan
16. Perilaku kriminal dan kejahatan
17. Kurangnya komitmen untuk pernikahan
18. Ketidakmampuan untuk mengelola atau menyelesaikan konflik
19. Harapan yang berbeda tentang tugas-tugas rumah tangga
20. Harapan yang berbeda tentang memiliki atau membesarkan anak-anak
21. Gangguan dari orang tua atau mertua
22. Kurangnya kematangan
23. Tradisi yang kolot dan membatasi ruang untuk karir pribadi
24. Ketidakmampuan untuk menangani masalah kecil masing-masing
25. Kurangnya kepercayaan atau rasa tidak nyaman pada pasangan



Dalam banyak kasus, beberapa masalah yang menyebabkan perceraian telah ada dalam hubungan pasangan itu jauh sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Masalah baik itu tidak diakui atau dibiarkan dengan harapan bahwa pernikahan mungkin menawarkan solusinya. Tapi kenyataannya tidak seperti apa yang terjadi. Bermacam masalah mengungkit masa lalu pasangan juga sering dijadikan bahan pertikaian rumah tangga, dan mereka tetap teguh mempertahankan egonya sendiri-sendiri tanpa mau mengalah. Sebagai seseorang bijak pernah berkata, dibutuhkan dua kesatuan untuk membuat pernikahan yang langgeng, bukan dua bagian.




About Bram Ardianto

"Ya Allah, jadikanlah semua karyaku sebagai cahaya pembimbing menuju jalanMu, senantiasa menyampaikan pesan kebajikan, dan jadikanlah hidup ini selalu bersyukur atas segala nikmatMu...."